
..."Namaste..."...
...Daddy Krisna menyapa para Readers 😗😗😗...
Happy Reading...
Dan kau Kai, kau juga harus tau satu hal. kenapa Aku membiarkanmu hidup bersama putriku." Kinan tersenyum penuh arti.
***
Kinan kembali mengambil berkas dari dalam laci meja kerja Albert. berkas dengan warna map yang berbeda dengan yang di berikannya pada Kayla dan Kaisya.
"Kai, Kau juga harus menerima ini." Kinan memberikan sebuah berkas yang lain pada Kai.
Kai menerimanya dan langsung membukanya saat itu juga. matanya membulat saat mengetahui isi dari map tersebut adalah sebuah pernyataan tentang hak kepemilikan sebuah usaha.
"Mom, ini.." Kai bermaksud menanyakan kebenaran tentang isi dari map itu, namun urung karena Kinan terlebih dahulu mengulas senyum sebagai jawaban sebelum kai menyelesaikan pertanyaannya.
Kinan pergi dari tempatnya berdiri dan berdiri sambil bersandar pada meja kerja Albert.
"Ya benar. Kau adalah pemilik saham terbesar di perusahaan Garmen milik Aunty yang ada di bandung. Pabrik itu milik Aunty, Aunty mendirikannya sebelum berpisah dengan Albert. dan juga tanpa sepengetahuannya. lalu menyerahkan semua tanggung jawab pada Aunty Renita karena saat itu aunty kania belum mampu untuk menjalankannya. karena dialah satu-satunya orang yang dekat dengan aunty."
"Bagaimana Aunty bisa bertemu dengan Daddy krisna?" kai yang memang sudah sangat penasaran pun memberanikan diri untuk bertanya.
"Setelah pernikahan mereka, aunty sangat sedih dan kecewa. saat itu aunty merasa harus pergi untuk menata hidup aunty kembali. terlalu menyakitkan bagi aunty karena penghianatan mereka." Kinan menatap ke arah Albert yang duduk dengan antengnya dengan kedua tangannya bertumpu pada pahanya dengan tangan yang mengepal menjadi satu yang ia taruh di bibirnya.
Albert menyadari tatapan Kinan yang mengarah padanya. ia mengerti bahkan sangat mengerti jika saat ini Kinan masih sangat kecewa terhadapnya. dan ia pun siap dengan sikap Kinan selanjutnya. apapun itu.
"Kami tak sengaja bertemu waktu itu. lalu kita berbicara sesama orang yang sedang patah hati dan di khianati." Kinan menekankan kata-katanya. "Anggap saja itu adalah bagian dari permainan takdir."
"Kami membahas banyak hal yang akhirnya berujung pada keputusan Krisna untuk menginvestasikan uangnya pada usaha kecil Aunty."
"Entah apa yang di pikirkan saat itu, aunty sendiri tak mengerti. sepertinya Krisna memiliki alasan sendiri kenapa ia tak memberikan perusahaannya padamu yang merupakan anak laki-laki satu-satunya."
"Dan dengan sedikit memaksa, akhirnya Krisna menceritakan tentang kamu yang bukan anak kandungnya."
"Krisna tak berniat meninggalkanmu pada sofia. ia bermaksud mengembalikanmu pada orang tua kandungmu. meski ia tau sofia juga sangat menyayangimu. namun melihatmu yang begitu dekat dengan sofia, krisna tak tega. ia takut membuatmu sedih karena berpisah dengan sofia."
"Ada ketakutan jika sofia mengabaikanmu setelah ia memiliki albert di sisinya. dan itulah alasannya ia menyiapkan masa depan yang baik untukmu. Krisna sangat menyayangimu Kai, jangan pernah ragukan itu."
Hati Kai tersentil. pernah terpikir olehnya bahwa Krisna tidak menyayanginya karena meninggalkannya bersama sofia.
"Lalu apa alasan mommy merestui hubunganku dengannya meski aku telah begitu menyakitinya." Kai memeluk Zahra dari samping dan mengecup puncak kepalanya. sejenak Zahra melupakan kekesalannya, karena perlakuan kai yang begitu manis.
Andai itu benar terjadi, setidaknya aku akan sedikit berbahagia. namun sikap Albert terlalu dingin. ia bahkan tak begitu peduli padaku maupun kehamilanku. inginnya sofia menjawab seperti itu. namun nyatanya kata-kata itu terhenti tepat di tenggorokannya. hanya helaan nafas yang terdengar untuk melonggarkan paru-parunya yang kian menyesakkan.
"Takdir telah menyatukan kalian bahkan sebelum kalian di pertemukan." ucap kinan ambigu. membuat semua orang bertanya-tanya, sebenarnya apa alasan Kinan merestui hubungan Kai dan Zahra mengingat semua keburukan Sofia di masa lalu. terlebih lagi Kai adalah si brengsek yang telah menghancurkan Zahra.
"Maksud mommy?" Kai telah membiasakan diri memanggil Kinan dengan sebutan mommy. dan itu terdengar sangat menyayat hati Sofia. terbukti sofia menutup matanya rapat setelah mendengarnya.
"Ayahmu begitu antusias dengan kehamilan aunty hingga pikiran konyol terlintas di otaknya begitu saja." kinan tersenyum seolah hal yang akan di sampaikannya adalah hal yang sangat lucu.
"Dia bilang ingin menjodohkan kalian jika anak dalam kandungan Aunty perempuan." kai terkesiap mendengar penuturan dari wanita di hadapannya.
Dan bukan cuma kai, Albert dan Sofia pun sampai mendongak, ucapan kinan merupakan hal yang tak pernah terduga sebelumnya. dan semua orang yang hadir disana pun tak kalah terkejutnya.
"Dan sialnya aunty juga menyetujuinya. tanpa memikirkan apa yang terjadi nanti, kami mengatur perjodohan kalian. dan sepertinya Tuhan mencatat keinginan konyol kami. terbukti sekarang kalian bisa bersama meski dengan cara yang menyakitkan." Kinan mengakhiri ceritanya dengan senyuman.
"Kami sudah mengatur perjodohan kalian, meski kami belum tau jenis kelamin anak yang aunty kandung waktu itu." Kinan terkekeh. "Bukankah itu sangat aneh."
"Itulah sebabnya aunty merestui kalian. perjodohan kalian adalah keinginan Krisna sebelum akhirnya kami berpisah untuk melanjutkan kehidupan kami masing-masing.
"Dan Tuhanlah yang mengatur pertemuan kalian. meski di awali dengan rasa sakit. dan mommy harap kalian selalu menjaga hubungan kalian agar tetap baik."
"Mulai saat ini, mommy ingin kau berjanji." kinan mendekat ke arah Zahra dan kai dan menggenggam tangan keduanya dan di jadikan satu di antara kedua telapak tangan Kinan.
"Lindungi putri kesayangan mommy, dan bahagiakan ia. jangan biarkan orang lain menemukan celah untuk bisa memisahkan kalian." Kinan dengan tulus mengucapkan permohonannya sebagai ibu kepada Kai. dan Kai mengangguk pasti.
Ada kelegaan setelah Kinan menyampaikan semua tentang rahasia yang selama ini ia simpan.
Setelah itu, Albert yang sedari tadi hanya diam dan tak bersuara berdiri dari tempatnya.
"Daddy juga ingin mengatakan satu hal yang perting."...
***
Jeng... jeng... jeng...
Masih gantung aja!!!
Ritualnya gengs!
like... comment .. and vote..
yang punya simpenan kembang, sini... sini... hibahin sama author dari pada mubadzir ..