Daddy'S Love

Daddy'S Love
Part.89



Happy Reading...


Sofia yang pagi itu bangun terlambat tak mendapati siapapun saat ia keluar dari kamarnya.


Ia bergegas kembali ke kamarnya setelah menanyakan keberadaan semua orang pada pelayannya.


Seperti biasa ia tak terlalu peduli dengan apa yang terjadi di keluarga itu. seperti halnya sekarang wanita itu tidak terlalu terkejut karena Rain yang tiba-tiba menghilang.


Sofia mengambil gawainya yang ia taruh di atas nakas tempat tidurnya. ia mengernyit saat melihat pesan yang masuk.


Lalu ia bersiap-siap dan segera pergi meninggalkan villa untuk menemui seseorang yang telah mengiriminya pesan.


Di dalam perjalanan menuju tempat dimana ia membuat janji, ia melihat zahra dan kai yang sedang berbicara pada seorang pria.


Seperti dugaannya Kai sedang berbincang serius dengan Ravi. dan ia juga melihat albert disana.


Sofia menduga bahwa yang di bicarakan mereka adalah tentang siapa Ravi sebenarnya.


Sofia yang takut jika status kai yang sebenarnya terbongkar saat ini pun berniat untuk menghampiri mereka. namun niat itu ia urungkan karena mendengar gawainya kembali berbunyi.


Saat ia melangkah pergi ternyata kai mengetahui keberadaannya.


"Mom.." panggil kai dengan suara agak keras. meski jarak mereka tidak terlalu jauh, namun angin pantai yang berhembus seolah membawa gelombang suara itu menghilang.


"Mom.." panggil kai kembali sambil berlari kecil karena sofia yang tetap melanjutkan langkahnya.


Lalu kai pergi kembali untuk bergabung dengan albert dan zahra yang sedang berbincang dengan Ravi.


Namun hati kecilnya mengatakan bahwa sofia tengah menyembunyikan sesuatu yang membuatnya pergi denganntergesa-gesa.


Kai mengajak zahra pergi menyusul sofia setelah berpamitan pada Ravi dan Albert.


Kai mencurigai sikap sofia yang akhir-akhir ini terlihat aneh. lebih banyak melamun dan sering pergi sendiri secara diam-diam. dan itu di lakukan saat di bali bukan seperti kebiasaannya sewaktu di london.


"Kai kenapa kita harus mengikuti nyonya sofia, bukanya kita harus mencari rain?" kesal zahra karena kai terus menerus menarik tangannya.


"Entah kenapa aku merasa mommy sedang menyembunyikan sesuatu. dia terlihat aneh akhir-akhir ini." bisik kai di telinga zahra yang sebenarnya membuat Zahra sedikit risih.


"Itu hanya pikiranmu saja." zahra sengaja mengucapkan itu karena zahra yakin jika saat ini yang sofia sembunyikan adalah tentang keberadaan Ravi. orang yang baru saja mereka ajak bicara.


***


Kania berusaha menguatkan diri dari keterkejutannya. bagaimanapun ia belum yakin bahwa wanita yang ada di hadapannya saat ini adalah kinan.


Ia membenarkan ucapan aldi tentang seorang wanita yang sangat mirip dengan kinan. dan ternyata ia memang sangat mirip tak ada perbedaan sedikitpun.


"Apa kau ibu dari anak ini?" aisyah bertanya pada kania yang terbengong di hadapannya.


"Apa anda baik-baik saja nyonya?" tanya aisyah lagi karena kania yang tak kunjung menjawab.


"Ah i-iya, dia putra keponakanku" jawab kania tergagap masih berusaha menguasai diri.


Mungkin dia adalah cucumu batin kania.


"Terima kasih sudah menjaganya." ucap kania sambil terus menelisik wajah aisyah tanpa berkedip.


Kania berusaha mencari perbedaan wajah wanita di hadapannya dengan wajah kinan. apakah ini suatu kebetulan atau memang ia adalah kinan yang masih hidup.


Lamat-lamat ia memandang wajah aisyah namun tak sedikitpun ia menemukan perbedaan wajah kinan dan aisyah. kania semakin yakin bahwa yang di katakan aldi memang benar.


"Tiba-tiba dia ada di sampingku. dan dia anak yang manis" timpal aisyah sambil menatap Rain yang juga sedang menatapnya.


"Entahlah, sepertinya dia memiliki hoby baru sekarang. yaitu menghilang tiba-tiba." kania mencoba berbasa-basi.


"Aku tidak menghilang, aku mendengar suaramu memanggilku." ucapnya membela diri.


"Ti- tidak itu tidak benar nyonya. aku sama sekali tak melakukannya." Aisyah terkesiap mendengar jawaban rain. ia takut ia akan dituduh melakukan percobaan penculikan.


"Ya saya percaya, karena kemarin dia juga merasa ada seseorang yang memanggilnya. dan dia juga datang kesini. entah apa yang di pikirkannya. kau tak perlu khawatir." ucap kania menenangkan.


Kania membawa rain untuk duduk pada sebuah bangku di sana dan mempersilahkan aisyah melanjutkan pekerjaannya.


"Apa kami mengganggumu jika kami menunggu seseorang disini nyonya?" ucap kania saat aisyah kembali ke arah mereka.


"Tidak, tentu saja tidak. bersantailah." aisyah mempersilahkan.


Untuk beberapa saat kania tak mengatakan apapun. ia sengaja berlama-lama berada disana untuk sebuah alasan.


Dan beberapa saat kemudia ia melihat aldi yangbdatang karena ia yang mengirimkan pesan agar segera datang.


"Aunty.." panggil aldi namun pandangannya teralihkan pada sosok wanita yang sedang memangku rain saat ini.


"mommy.." ingin sekali aldi mengatakan itu namun bibirnya terkatup rapat. hanya matanya yang mengisyaratkan rona bahagia dan rindu di saat bersamaan.


Aldi mengambil duduk di samping kania sambil terus menatap wajah aisyah yang membuat wanita itu mengernyit heran.


"Kenapa kalian memandangku seperti itu?" tanya aisyah.


"Tidak apa-apa. hanya saja wajah anda mengingatkan kami pada seseorang yang kami kenal." ucap kania berusaha santai.


"Benarkah? sepertinya anda salah orang. saya tak mungkin dia." jawabnya datar.


Sejenak mereka terlibat dalam pembicaraan hangat. Kania dan Aldi berusaha mengorek keterangan apapun yang dapat di jadikan bukti bahwa ia adalah kinan.


Namun semuanya sia-sia karena aisyah mematahkannya. tak ada hal sekecilpun yang luput dari pertanyaan kania tentang wanita itu.


Dan tak ada satu halpun yang tidak di jawab oleh aisyah. sehingga tetap mereka tak bisa menyatakan bahwa wanita itu adalah kinan.


"Nyonya, anda bilang pemilik dari toko ini adalah orang lain. bolehkah saya bertemu dengannya?" pinta aldi yang belum puas mendengar semua jawaban dari serentetan pertanyaan yang di ajukan oleh kania kepadanya.


" Tentu saja, kebetulan hari ini beliau akan datang mengecek tentang keadaan toko." jawab aisyah jujur.


"Benarkah. kalau begitu kami bersedia menunggu." ucap kania dengan mata yang berbinar. dan bersamaan dengan itu seorang wanita yang berusia tidak jauh dari aisyah masuk kedalam toko.


Pandangan kania berserobok dengan wanita pemilik toko yang tak lain adalah bu Ranti. yang menurut aisyah adalah pemilik toko yang ia kelola.


Lalu kania meminta izin pada wanita tersebut untuk berbicara sebentar dan wanita itu mengiyakan.


Setelah sekitar setengah jam mereka berbicara dapat di tarik kesimpulan bahwa aisyah adalah benar kinan yang telah hilang ingatan.


"Jika kalian memang benar keluarganya dan hendak membawanya, saya tak akan menghalanginya. tapi kalian harus bisa membuktikan bahwa kalian bukan orang-orang yang berniat mencelakainya" pinta bu Ranti akhirnya.


"Kenapa anda bicara seperti itu?" aldi penasaran. pasti ada sesuatu yang membuat wanita ini begitu mati-matian melindungi aisyah.


"Dia pernah mengalami sesuatu yang buruk. logikanya menolak bahwa ia adalah korban dari percobaan pembunuhan atau entahlah. dia selalu berteriak 'lepaskan wanita itu, biarkan kami pergi'. seperti itulah." wanita itu menjelaskan.


"Kalian akan membuatnya semakin tersiksa dengan membawanya pulang dalam keadaan seperti itu. sebaiknya biarkan dia mengingat semuanya secara alami. jangan memaksakan."


Aldi dan kania tampak berfikir. meski mereka ingin membawa kinan saat itu juga, tapi mereka tidak melakukannya mengingat keadaan kinan yang tak memungkinkan.


***


Saya butuh semedi dulu man teman. next malam ya semoga dapat wangsit 😅😅😅