Daddy'S Love

Daddy'S Love
Part.39



Happy reading....


Tangan Aldi bergetar saat mengambil surat itu. firasatnya mengatakan hal buruk telah terjadi.


For. pak aldi dan lovely Dea


Sepertinya saya tidak punya waktu untuk menunggu anda pulang. meskipun sebenarnya saya sangat ingin memeluk dan berlindung pada kasih sayang anda.


Maaf, saya harus pergi. ada yang harus saya lakukan.


satu hal yang sangat saya inginkan yaitu saya ingin memanggil anda dengan sebutan kakak. dan itupun jika anda mengizinkannya.


Jika kalian bertanya kemana saya pergi, maka saya akan menjawabnya sekarang.


saya pergi untuk mencari mesin waktu, agar saya dapat memutar waktu. mungkin dengan begitu kita bisa bertemu lebih awal dan menghabiskan waktu lebih banyak.


Anda tau hal terkonyol yang pernah saya lakukan? tidak! anda tidak akan tau. tapi akan saya beri tau sekarang. hal itu adalah bahwa saya telah jatuh cinta kepada anda. sungguh konyol bukan?


tapi tidak, bukan itu yang saya maksud. saya lebih dari mencintai anda. cinta yang lebih dari yang anda bayangkan. saya merasa bahwa saya menemukan ayah, dalam diri anda.


entahlah, saya bisa merasakan bahwa kita memang terlahir dari rahim yang sama. dan sayangnya itu benar. tapi itu sudah terlambat. sangat terlambat.


Orang yang sudah mengantarkanku ke gerbang dunia ini, yang juga seharusnya menjemputku untuk pertama kali. yang seharusnya menjadi pria yang memelukku dan mencintaiku untuk pertama kali, telah memintaku untuk pergi meninggalkan anda.


lalu aku bisa apa?


Apa anda pernah mendengar sebuah ungkapan "Jika ayahmu tidak mampu membuatmu bahagia, maka kembalilah pada pangkuan ibumu."


Saya rasa itu yang harus saya lakukan sekarang.


Andai bisa melakukan satu kekonyolan terhadap anda sekarang, ingin rasanya saya mencukur habis rambut anda. mencukur habis jambang anda, karena itu telah membuat sahabat satu-satunya yang aku miliki telah jatuh cinta kepada anda.


anda jahat sekali telah mencuri Dea lovita dariku.


tolong jaga Dea untuk saya. saya titipkan sahabat terbaik saya.


bilang kepada gadis itu untuk mengurangi kosakata dalam otaknya, dia terlalu banyak bicara. kecerewetannya bisa membuat orang lain jatuh cinta. termasuk anda. benar bukan?


berbahagialah, kalian tidak perlu berkorban untuk saya.


suatu saat mungkin saya akan kembali. tapi saya tidak janji.


Dan untuk KAI, maaf saya tidak akan menunggunya. saya akan membawa kenangannya. saya akan menjaga DIA untuknya. seperti janji saya.


Terima kasih untuk semua, terima kasih untuk kasih sayang kalian dan terima kasih untuk perlindungan kalian. aku menyayangi kalian.


Zahra


****


Aldi meremas surat yang di tulis Zahra, pandangan matanya beralih pada kotak kayu yang di tinggalkan Zahra.


Tangannya terulur untuk mengambil kotak itu dan dan membukanya. jantungnya serasa tercubit setelah tau apa isi di dalam kotak itu. foto dirinya yang sedang berada di pangkuan Kinan. foto Albert dan foto kinan saat muda. dan sepucuk surat yang di tujukan untuk albert.


Satu lagi yang membuat jantungnya seperti di remas, cek yang di berikan albert juga zahra tinggalkan di sana.


Seolah di hantam godam ribuan ton, jantung aldi berdenyut nyeri. pria itu kehilangan pijakan tubuhnya limbung ambruk bersimpuh di lantai kamar zahra.


Surat dari ibunya telah mengungkap kebenaran yang terpendam selama belasan tahun.


Tangisnya pecah, pria itu tergugu tak mampu menahan sesak di dadanya. marah dan kecewa setelah tau bahwa Albert telah meminta Zahra untuk pergi.


Duduk di lantai kamar zahra bersandar pada tepian ranjang, aldi membaca surat yang di tulis zahra berulang-ulang. mencari kebohongan di sana yang tak pernah ia temukan.


Menyesal. menyesali yang telah terjadi. menyesali kebodohannya bahwa dia berada dekat dengan saudaranya. kini aldi dapat mencerna mimpi yang selama ini kerap menghampirinya.


Dea yang berada di sampingnya hanya mampu menangis dalam diam, menyaksikan kehancuran hati aldi.


Dea dapat merasakan apa yang dirasakan pria itu.


"Apa yang akan kau lakukan sekarang?" tanya dea setelah melihat aldi yang lebih tenang.


"Membuat perhitungan." ucapnya geram.


"Apa maksudmu al?" tanya dea yang tidak mengerti maksud dari perkataan aldi.


"Aku sangat yakin mommy sofia sudah mengetahui tentang Kai dan Zahra. wanita itu tidak akan membiarkan anak-anaknya memilih jalan hidupnya sendiri. semua anak-anaknya harus berada di bawah kendalinya. Dasar iblis!" geram Aldi.


Dea tak pernah melihat kemarahan Aldi hanya dapat menelan salivanya dan itupun harus dengan susah payah.


"lalu apa rencanamu sekarang?" tanya dea.


"Yang seharusnya aku lakukan. mulai sekarang dia akan melihat kinan hidup dalam diriku." aldi berapi-api. matanya memerah. terbukti bahwa saat ini pria itu sangat marah.


"Besok aku akan terbang ke london. albert Almeida pasti ingin tau apa yang terjadi sebenarnya," seringaian terbit di bibir aldi. pria yang kesehariannya tenang itu mendadak menjadi iblis setelah membaca surat yang di tulis zahra dan mendiang ibunya.


*


*


*


*


Pagi menyapa, hangatnya mentari menyapu seluruh penghuni bumi bagian timur. namun sosok cantik yang tertidur dengan jarum infus di pergelangan tangannya masih asik terlelap dalam buaian mimpi.


Pagi itu Zahra terbangun dengan kondisi lebih segar. pandangan pertama yang ia lihat adalah sosok wanita paruh baya yang sedang duduk di kursi sebelah tempat tidurnya.


"Selamat pagi nona." sapanya ramah.


"Selamat pagi, ibu siapa?" tanya Zahra.


"Saya yang membawamu kesini, semalam kamu pingsan di jalan. bagaimana perasaanmu?" tanyanya lembut.


"Terima kasih telah menolongku, maaf telah merepotkan."


"Tidak apa-apa. memang kamu mau kemana? kenapa sendirian malam-malam?" tanyanya lembut. namun zahra tidak menjawab gadis itu nampak berkaca-kaca.


"Sudahlah, jangan bersedih. siapa namamu nona?" lanjut si ibu.


"Zahra." jawabnya lirih.


"Maafkan ibu, karena telah memeriksa tas mu. dan ibu." wanita itu menjeda ucapanya. "ibu menemukan ini." sambungnya. wanita itu menunjukkan foto kinan kepada zahra.


"Boleh aku tanya sesuatu?" zahra mengangguk.


"Siapa dia dan apa hubunganmu dengannya?"


"Dia adalah ibuku, maaf apa kau mengenal ibuku? kenapa kau menanyakannya." rentetan pertanyaan di lontarkan Zahra kepada wanita yang ada di hadapannya.


Wanita itu tidak menjawab. ia memandang zahra dengan sendu. nampak sekali bahwa wanita itu sedang bersedih.


"Jadi benar kau adalah putri kinan?" suara wanita itu bergetar.


Wanita itu mengusap air matanya yang mengalir tanpa di minta. entah rahasia apa yang di simpan oleh wanita itu.


Tanpa suara wanita itu membawa Zahra ke dalam pelukannya. tangisnya pecah seketika itu. bahunya terguncang karena isakan tangisnya.


Zahra yang tidak mengerti apapun hanya diam mendapat perlakuan sedemikian dari wanita yang baru ia temui beberapa waktu lalu.


***


Surat cinta Zahra buat babang aldi sudah tersampaikan ya? dan maaf jika kurang mesra menurut kalian.


saat ini othor lagi bener-bener oleng, tapi demi readers tersayang othor bela-belain nulis panjang kali lebar jadinya luas deh.


Besok kalian akan di bikin kesal maksimal pokoknya. siapkan hujatan manis buat mereka tapi jangan hujat othor. othor nangisan lo


**Hayo... hayo... mana isi dari tissunya,


like coment and vote... gift seikhlasnya...


lots of luv chanda 💕💕💞**