
Happy Reading...
Flashback on.
"Kau jahat!"
"Kau kejam!"
"Kau iblis!"
Tiga kalimat yang hampir setiap malam selalu terdengar di telinganya. membuat Sofia tak dapat tidur dengan tenang.
"Kau akan tetap sendiri, sampai mati!"
"Itu adalah kutukan atas dirimu Sofia, bahkan saudaramu tak akan memandangmu meski dengan sebelah mata".
Sebuah sumpah serapah yang terlontar dari mulutnya sendiri.
Sofia melihat dirinya pada sebuah bayangan. hadirnya dalam tidur sofia terasa nyata. entah itu hanya mimpi atau dia tengah berhalusinasi.
Sofia terbangun dengan keringat bercucuran dan nafas tersengal seperti habis maraton ribuan mil.
Itulah sebabnya ia selalu bangun terlambat dan kelihatan kurang sehat. wajahnya pucat dan jangan lupakan mata panda yang tercetak di wajahnya. tak jarang pula ia harus mengonsumsi obat-obatan hanya untuk membuatnya bisa tertidur pulas.
Mimpi yang kerap hadir membuatnya tak dapat kembali terpejam. seperti malam ini, sofia kembali terjaga. wanita itu keluar dari kamarnya dan hendak berjalan-jalan di sekitaran rumah. berharap setelah udara malam menyapanya ia akan mendapatkan lagi rasa kantuknya dan dapat tertidur lagi.
Entah itu hukuman ataukah nasib yang sedang mempermainkannya. saat ia menengadah ia mendapati pemandangan yang merobek hatinya.
Sofia melihat Albert dan Kinan berdiri di balkon kamar mereka yang juga sedang menikmati udara malam. namun yang membuat Sofia harus segera pergi dari sana adalah keadaan mereka saat itu. Albert sedang memeluk tubuh Kinan dalam selimut yang sama.
Jangan tanyakan apa yang mereka lakukan sebelumnya karena author juga belum menanyakannya.
Secepatnya Sofia kembali kekamarnya. air matanya menerobos keluar tanpa di komando. hatinya teriris pedih. bahkan selama 23 tahun pernikahannya dengan Albert, belum pernah sekalipun Albert bersikap mesra layaknya suami istri padanya.
Tak jarang pula ia harus memberi obat pada Albert hanya untuk mendapatkan tubuh laki-laki itu. dan pertengkaran hebat akan terjadi pada pagi hari setelah Albert terbangun dan mendapati Sofia tertidur dengan nyamannya dalam pelukannya. sungguh miris. mengingat itu sofia semakin merasa hancur.
Kadang-kadang sofia juga merasa heran kenapa dirinya juga tak bisa hamil meski dirinya dan juga Albert tak memakai pengaman saat mereka melakukannya. apakah Albert melakukan sesuatu. hanya dia yang tau.
Hingga malam menjelang pagi, sofia masih terduduk sedih di kamarnya. tapi ia memang harus mempersiapkan diri melihat hal-hal semacam itu setiap harinya.
Flashback off.
Hari menjelang siang saat mobil Sofia keluar dari kediaman Albert tanpa menggunakan supir. tak biasanya pula sofia pergi sendirian. jika biasanya wanita itu ingin di perlakukan seperti itu, tapi tidak untuk sekarang. Sofia lebih sering berpergian sendiri dan itu semakin menguatkan dugaan kinan bahwa sofia pasti menyembunyikan sesuatu.
Segera kinan menyambar kunci mobilnya, meski ia sedikit takut karena sudah bertahun-tahun tak menyetir mobilnya. tapi ia memaksakan diri. ia harus mengikuti kemana perginya sofia.
Mobil mereka berbaur dengan kendaraan lain. menelusuri jalanan panjang yang semakin panas.
Mobil Sofia masuk kedalam rumah berpagar yang cukup besar. rumah yang terlihat seperti bangunan yang cukup tua namun terlihat sangat megah. dapat di pastikan rumah itu adalah yang termewah di masa itu. karena saat ini rumah itu lebih menyerupai sebuah kastil.
Kinan menghentikan mobilnya beberapa meter dari bangunan itu. tanpa rasa takut sedikitpun, kinan juga masuk kedalamnya. mengendap-endap seperti seorang penguntit.
Terdengar suara Sofia yang seperti sedang bercakap-cakap dengan seorang pria. pria tua lebih tepatnya dan ada pula suara wanita disana.
Kinan semakin penasaran. tanpa ragu ia segera memasuki rumah besar itu.
Kinan membelalakkan mata dengan apa yang ada di dalamnya. hanya kelihatannya saja bangunan itu menyeramkan tapi di dalamnya desain interiornya sungguh sangat mengagumkan.
Ruangan yang di dominasi warna putih dan terdapat perabot dan barang mewah di setiap sudutnya. lukusan-lukisan mahal terpajang di dinding. barang-barang kuno berdiri dengan angkuhnya. terlihat sekali bahwa pemilik bangunan itu adalah pribadi yang sangat menyukai seni.
"Bagaimana nyonya. apa kau menyukainya?" tanya seorang pria paruh baya pada sofia.
"Seperti yang ku inginkan. rumah ini harus tetap terawat. aku tak ingin ada satu barangpun yang hilang atau rusak di sini." ucap sofia sopan. tak seperti biasanya yang selalu berkata dengan ketus.
Kinan hanya mampu mendengar karena sepertinya Sofia sedang berada di lantai atas.
"jangan khawatir nyonya, seperti perintah anda rumah ini akan selalu terawat baik." ucap pria itu lagi. dan tak terdengar lagi suara sofia berbicara.
Hanya suara decitan pintu yang terbuka. Kinan bersembunyi di balik Guci yang lebih besar dari tubuhnya. keadaannya harus tetap aman. tidak lucu rasanya jika jika ia harus kepergok sedang menguntit.
Lalu ia juga melihat Sofia turun dari lantai dua. ia melihat wanita itu berjalan kesebuah kamar di lantai dasar paling belakang.
Seperti sebuah studio, hanya ada lukisan besar dan foto-foto di sana. namun sayang Kinan tak dapat mengenali foto-foto itu karena memang ini yang pertama kalinya ia lihat.
Lukisan besar seorang wanita cantik dan bayi yang baru berusia beberapa bulan. wajahnya sangat mirip dengan sofia. tapi jelas itu bukan Sofia.
Sofia menengok kebelakang, sepertinya ia merasa jika tengah di perhatikan.
"Siapa disana?" teriak Sofia dari dalam ruangan. untungnya Kinan telah terlebih dulu bersembunyi. jika tidak, entah reaksi seperti apa yang diberikan sofia terhadapnya.
Tapi Sofia tak mengetahui kehadiran Kinan disana, dan akhirnya kinan memutuskan untuk pergi dari rumah itu.
Namun hari telah menjelang malam Sofia tak kunjung kembali kerumah. dan niatan untuk menanyakan semuanya harus kinan urungkan.
Dan selama beberapa hari pula Sofia tak pernah kembali. semua orang bertanya-tanya kemana sofia menghilang. namun kinan tak mengatakan apapun. ia merasa tak berhak ikut campur masalah sofia selama wanita itu tak berbuat aneh-aneh dan membahayakan keluarganya.
***
*Hai para readers tercinta, maafken author yang baru kembali dari peredaran. maklumilah si emak ini harus nguli biar tetap bisa hidup 😁😁😁
jejaknya gengs*...