Daddy'S Love

Daddy'S Love
Part. 63



Happy reading...


***


Kehadiran rain membawa kebahagiaan di tengah-tengah keluarga. ya, sekarang bayi kecil itu sedang menjadi rebutan antara Renita dan Cindy. seperti piala bergilir yang berpindah berpindah dari satu orang ke orang lainnya.


Kedatangan Zahra Rain dan kania melengkapi formasi lengkap keluarga itu, tentunya tanpa albert, karena saat itu juga aldi datang atas permintaan zahra.


Dari balkon Aldi dapat melihat senyum bahagia zahra dan tanpa sadar ia pun ikut tersenyum.


"Aunty mau bicara." seru kania saat melihat aldi berada di balkon sendirian setelah makan siang bersama. sedang zahra dan yang lainnya berada di taman bersama rain cindy dan renita.


Aldi menoleh saat mendengar suara kania berbicara padanya. wanita itu sudah berada di belakangnya menampilkan aura ketegasan.


"Ada apa aunty?" kecanggungan tak ada di antara mereka, meski ini pertama kalinya mereka bertemu.


"Siapa kai?" tanya kania langsung tepat sasaran. aldi menanggapainya dengan tenang. ia mengerti kemana arah pembicaraan kania.


Aldi memandang jauh ke arah zahra yang sedang berada di atus ayunan sedang memangku rain dan duduk bersebelahan dengan cindy.


Zahra merasa ada sepasang mata yang sedang memperhatikannya, ia menoleh bersamaan dengan aldi yang tengah menatapnya jauh.


"Orang yang sebentar lagi akan membawa zahra dan Rain pergi lagi dari kita." jawab aldi yang penuh makna. pandangan matanya masih tertuju pada adik dan keponakannya.


Kania menangkap makna bahwa memang kai adalah pria yang tiba-tiba masuk kedalam kehidupan zahra. sejenak ia tertegun karena dulu sempat mengira bahwa yang di temui di rumah sakit dulu adalah aldi. kini ia sadar bahwa itulah kai.


"Karena aku menyaksikan sendiri bagaimana gilanya kai saat mereka meninggalkannya." masih dengan memandang dua orang yang sangat di sayanginya.


"Aunty tau? hubungan kai dan mommynya sedang buruk saat ini. itu karena mommy sofia tidak ingin zahra berada di antara dirinya dan kai." kania tersenyum miring menanggapi cerita aldi.


"Jadi pria yang aunty temui di rumah sakit itu adalah kai? anak dari sofia?" kania tersenyum mengejek.


Bagus, Ia akan jadi alat untuk membalas semua perbuatan sofia pada zahra. dengan mengambil putranya ia akan tersiksa. ia harus merasakan apa yang di rasakan kak kinan karena jauh dari aldi. batin kania. ide untuk membalas kejahatan sofia terlintas begitu saja di otak kania. kania tersenyum penuh arti. dan aldi menyadari hal itu.


"Apa yang sedang aunty pikirkan?" mata aldi menyipit melihat sentum yang di tampilkan kania. manis namun mengerikan.


"Tepat seperti yang sedang kamu pikirkan." senyum kania semakin tercetak membuat aldi memiringkan kepalanya. tidak menyangka wanita yang dulu sangat manis dan lugu seperti kania kini menjadi sosok wanita yang tegas, arogan dan misterius.


Aldi menghela napas lantas menggelengkan kepala. ia sudah dapat menebak bahwa ia akan menggunakan kai sebagai alat umtuk membalas dendam pada sofia.


Aldi bingung kenapa bisa berada di antara orang-orang yanf menyebalkan. Albert yang kurang tegas, sofia yang tak terbantah, kai yang keras kepala, kania yang arogan dan dea yang cerewet. hanya zahra satu-satunya yang tidak banyak bertingkah. namun jalan pikirannya juga sulit di tebak.


***


Di belahan bumi yang lain.


Aku sudah tidak sabar ingin segera menemuinya. puluhan tahun yang sangat menyiksa. hanya bisa membayangkan raut wajahmu tanpa bisa memandangmu.