Daddy'S Love

Daddy'S Love
Part.72



Happy Reading...


Author pov.


Semburat jingga sang surya menjadi saksi keluarga kecil yang tengah berbahagia. kini, cahaya senja yang begitu indah perlahan mulai memudar di telan pekatnya malam.


Di ruang keluarga, semua orang tengah berkumpul. untuk pertama kalinya mereka disana berkumpul dan bersenda gurau tanpa adanya aura permusuhan.


"Apa kau tidak bosan duduk di pangku orang asing terus Rain?" Aldi bertanya dengan menampilkan muka yang di buat-buat kesal untuk menggoda rain yang tak ingin turun dari pangkuan kai.


"kenapa uncle bicara seperti itu? tentu saja aku belum bosan karena daddyku masih baru." sedangkan yang lain menahan tawa karena mendengar kata baru.


"Baru apa maksudmu rain? baru beli?" Aldi semakin gencar menggoda rain.


" baru datang uncle." sambil memeluk leher kai erar bergelayut manja seakan tak ada hari esok.


"oh, uncle kira baru beli." rain memandang aldi dengan tatapan tidak suka. sedangkan aldi pura-pura cuek.


"uncle menyebalkan!" seru rain tak terima aldi selalu menggodanya.


Tak ayal lagi, celoteh rain membuat aldi dan semua orang tertawa. kecuali zahra yang sudah hafal betul dengan kata-kata ajaib yang selalu di lontarkan sang putra kepada dirinya.


"Rain, itu tidak sopan nak, kau tidak boleh berbicara seperti itu pada orang lain."


"Kau harus minta maaf. kalau tidak, rain akan menjadi anak yang menyebalkan." begitulah cara zahra menegur kesalahan rain, yaitu dengan membalikkan kata-kata yang di ucapkannya.


'I'm Sorry uncle." beranjak dari pangkuan kai dan berlalu memeluk tubuh tegap aldi yang duduk berseberangan dengannya..


"It's okey dude." sahut aldi seraya membalas pelukan tubuh mungil rain.


"Kak, apa kau akan menginap?" tanya zahra pada aldi yang saat ini menjadi korban kemanjaan rain setelah kai.


"Daddy juga!" sahut rain cepat sebelum aldi sempat menjawabnya. "mom, bolehkah malam ini rain tidur sama daddy?" pinta rain dengan wajah memohon. melihat ke arah kai dan zahra bergantian.


Zahra tak langsung mengiyakan permintaan rain karena bingung harus menjawab apa. akhirnya zahra lebih memilih untuk tersenyum tipis.


"Aunty juga ingin bicara dengan kalian berdua." kali ini kania yang menyahut ucapan rain .


"As you wish, prince!" kai mengiyakan permintaan rain tanpa menuggu jawaban zahra.


"Yeay..." seru rain bahagia membuat semua orang ikut tersenyum.


Makan malam keluarga untuk pertama kali di lakukan dengan khidmat. hanya suara denting sendok dan garpu yang terdengar.


Sesekali terdengar perdebatan zahra dan rain tentang makanan mereka.


Setelah makan malam mereka bersantai di ruang keluarga dengan posisi aldi duduk di sofa tunggal dan kania berada di sofa yang berseberangan dengan tempat duduk kai dan zahra dengan rain berada di tengah-tengah mereka berdua.


Rain yang kelelahan karena seharian berada di luar rumah dan melewatkqn tidur siangnya, akhirnya terlelap di pangkuan kai.


"Biar aku pindahkan ke kamar." ucap zahra seraya bangkit dari duduknya.


"Biar aku saja." timpal kai dan langsung berdiri dengan membopong rain.


Ada rasa yang tak biasa menyelimuti hati zahra saat menatap punggung kai yang berjalan ke lantai atas menuju kamar rain. dan itu tak luput dari pandangan kania pula.


"Seharusnya pemandangan seperti itu bisa kau nikmati sejak tiga tahun yang lalu, benar kan zahra," pertanyaan kania menohok hati zahra. yang menimbulkan sedikit rasa nyeri di hatinya.


Zahra mendesah. ia juga menyesal karena mengikuti kemauan sofia tapi ada yang harus ia jaga yaitu keselamatan rain dan keamanan ayahnya.


"Dan selama 3 tahun kau menyembunyikan semuanya." zahra masih tak menjawab. "Sekarang katakan pada aunty kenapa dulu kau tak langsung menerima kai dan malah memilih pergi lagi, dan kau membiarkan kami berfikiran buruk tentangmu."


"Setelah ayah memintaku pergi, aku hancur aunty. aku berfikir kalau kami sedarah. tidak ada yang memberi penjelasan apapun tentang kai."


"Meski kai yang menemukanku dan menemaniku saat aku melahirkan, ia juga tak bicara apapun sampai kau membawaku pergi dari sana."


"waktu itu aunty hanya ingin memberi pelajaran pada ayahmu. dan tentang kai, aunty belum tau apapun. aunty kira aldi adalah ayah dari bayimu." kania mendesah pelan. terbesit rasa bersalah di hatinya karena turut andil dalam perpisahan keluarga kecil itu.


"Dan setelah bertemu kakakmu, aunty baru mengerti situasinya seperti apa. aunty justru berniat untuk menyatukan kalian. aunty berniat memisahkan kai dari ibunya untuk membalas semua perbuatannya pada ibumu. agar sofia merasakan jauh dari putranya. seperti ibumu yang harus berpisah dari kalian. tapi kau mengacaukan rencana aunty dengan meninggalkan kai lagi." kania berceloteh panjang.


"Lalu apa alasanmu pergi dan menolak kai. jangan bilang kau masih menganggap kai adalah kakakmu." kania memandang dengan tatapan curiga.


"Itu, itu benar. tak ada yang bercerita apapun tentang kai. tentang kami yang saudara tiri. jadi,,," zahra tak meneruskan ucapannya karena melihat kai datang.


"Kau menolak mendengar penjelasan kami zahra." kali ini aldi menimpali.


"Kalian menjelaskan di saat semua sudah terlambat. zahra sudah mengetahui semuanya dari mommy." kai menyela sambil mendudukkan dirinya di sebelah zahra. pemuda itu tanpa ragu dan rasa malu mencium kening zahra dan membuat wajah zahra menjadi memerah karena malu.


"Tapi aku janji akan menebus semua yang hilang selama 4 tahun ini." janji kai yakin tanpa mengalihkan pandangannya menatap zahra dengan penuh cinta.


"Sebaiknya kau siapkan pernikahan kalian secepatnya." titah kania pada kai "dan kau aldi, atur pertemuan kita dan ayahmu. banyak yang harus kita bicarakan." titah kania. lalu ia beranjak dari ruang keluarga dan berjalan menuju kamar pribadinya.


"Baiklah, aku juga harus menelpon dea, selamat malam." pamit aldi lalu berjalan di belakang kania menuju kamar yang telah di siapkan oleh zahra.


"Selamat malam kak." balas zahra menatap punghung aldi yang semakin jauh dan hilang di balik pintu.


Sekarang di ruang keluarga hanya tinggal zahra dan kai. meskipun di antara mereka telah hadir si buah hati yang mengikat keduanya, namun mereka berdua tetaplah orang asing.


Zahra bingung harus berbuat atau berkata apa karena kai sejak di tinggal kania dan aldi memandangnya intens. zahra hanya menunduk malu saat tangan kai terulur untuk membelai pipinya.


"Hey, kenapa kau tak mau memandangku? apa aku menakutkan." zahra menggeleng cepat.


Kai menyentuh dagu zahra dan sedikit menariknya hingga wajah zahra terangkat dan kai dapat melihat wajah cantik zahra yang memerah karena malu.


Kai tersenyum melihat wanitanya ternyata masih belum3 berani membalas menatap wajahnya. ternyata menjadi seorang ibu tak membuat zahra menjadi wanita dewasa. ia tetaplah zahra yang manis dan pemalu.


"Apa kau bahagia?" tanya kai tiba-tiba. zahra tidak tau arti pertanyaan yang dilontarkan kai terhadapnya.


Zahra tak menjawab, ia hanya mengangguk menjawab pertanyaan dari pria yang beberapa tahun yang lalu berhasil mengacaukan hidupnya.


"Will you marry me?" tanya kai tiba-tiba. membuat gadis itu terkejut karena tiba-tiba pria yang baru pertama kali ia jumpai itu melamarnya.


Zahra tak menjawab. gadis itu memberanikan diri memandang jauh kedalam manik mata kai, mencari keraguan yang tak akan pernah ia temukan.


"Apa kau yakin?" tanya zahra yang tak mempercayai ucapan pria di hadapannya.


"sangat dan tanpa keraguan." jawab kai yakin dan tanpa menunggu jawaban iya dari zahra, kai sudah menyematkan cincin emas bertahtakan berlian di jari manis zahra.


Zahra tersipu malu saat kai tiba-tiba mencuri kecupan singkat di bibirnya.


Kini dua insan yang mulai merajut benang cinta itu pun melewati malam yang hampir larut di balkon kamar tidur rain.


Dengan zahra berada dalam dekapan kai dari belakang, zahra menyandarkan kepalanya di dada bidang kai. kehangatan menjalar di tubuh zahra saat tangan kai memeluknya erat. hangat peluk kai juga menghantarkan kehangatan di hati gadis itu yang membuatnya merasaan bahagia yang tak pernah ia bayangkan.


Sejatinya, penantian yang tak terbentur waktu membuat bulir-bulir cinta mengalir indah. seperti kedatangan kai setelah bertahun-tahun yang hanya bisa ia bayangkan, kini mimpi itu jadi nyata.


Dan bagi kai penantian terhadap zahra seperti mimpi buruk namun ia tak mampu untuk bangkit. dan pertemuan kali ini ia yakini akan membawa kebahagiaan bagi dirinya. ia sudah bersumpah untuk membuat zahra tetap berada disisinya dan tak akan membiarkan zahra pergi lagi.


***


Lelet banget sih thor??? kapan nikahnya


biarin aja, kan emang harus ngomong dulu


masa iya langsung nikah aja, 😃😃😃


ritualnya gaes. like kommen and vote.


lots of luv chanda 💕💕💕