
Happy Reading...
Pagi itu kania sedang berada di butiknya. ia sudah kembali ke paris. namun orang- orang suruhannya masih tetap melakukan pencarian terhadap zahra.
Kania yang sedang sibuk mendesain, mengehentikan aktifitasnya karena mendengar dering gawainya.
"Ada kabar apa?" tanyanya to the point.
"Maaf bos, kita gagal." suara dari seberang telpon.
"Apa maksudmu?" suara kania meninggi.
"Nona Zahra sudah tidak bekerja di kafe itu." sambungnya.
"Kemana dia pindah dan Aldi apa dia sudah mengetahui bahwa Zahra adalah adiknya?"
"Sepertinya belum bos. karena sampai saat ini tidak ada pergerakan sama sekali oleh Albert." sambungnya lagi.
"Apa kau sudah mencari di mana tempat tinggalnya."
"Sudah bos, menurut pemilik kontrakannya nona zahra sudah pindah dua bulan yang lalu. dia di bawa oleh teman prianya dan juga teman wanitanya. kemungkinan yang membawanya adalah tuan Aldi." jelas orang di seberang.
"Jika itu benar aldi yang membawa Zahra, kenapa aldi belum mengetahui tentang Zahra. apa kau yakin tidak ada hubungan khusus antara Zahra dan Aldi." suara kania naik satu oktaf.
"Saya rasa tidak bos, karena ada gadis lain yang bersama tuan aldi dan nona Zahra. namanya dea, kemungkinan dia adalah kekasih tuan Aldi. karena mereka sering terlihat bersama. dan nona Zahra sudah tidak bekerja lagi setelah keluar dari rumah kontrakannya."
"Cari kemungkinan lain dimana Zahra tinggal. kalau perlu tanyakan langsung pada Aldi tapi jangan katakan apapun tentang identitas Zahra." perintah kania dan menutup panggilan telpon terlebih dahulu.
"Aku harus menemukan Zahra terlebih dulu sebelun albert menemukannya. dia harus mendapatkan balasan atas perbuatannya." kania mengepalkan tangannya hingga buku-buku jarinya tampak memutih.
*
*
*
*
Bandung.
Wanita itu memandang zahra dengan sendu. nampak sekali bahwa wanita itu sedang bersedih.
"Jadi benar kau adalah putri kinan?" suara wanita itu bergetar.
Wanita itu mengusap air matanya yang mengalir tanpa di minta. entah rahasia apa yang di simpan oleh wanita itu.
Tanpa suara wanita itu membawa Zahra ke dalam pelukannya. tangisnya pecah seketika itu. bahunya terguncang karena isakan tangisnya.
Zahra yang tidak mengerti apapun hanya diam mendapat perlakuan sedemikian dari wanita yang baru ia temui beberapa waktu lalu.
"Apa kau mengenal ibuku?" Tanya Zahra pada wanita yang sedang menatapnya dengan lembut.
Wanita itu tersenyum, ia mengelus kepala Zahra dengan sayang. dia mengangguk.
"Dengan sangat baik." ujarnya mengenang.
"Bisakah kau ceritakan tentang ibuku" mohon Zahra. gadis itu nampak mengharapkan. karena memang ia tidak pernah mengenal sosok ibu yang telah melahirkannya.
"Ibumu adalah wanita terhebat yang pernah aku temui." ucapnya, ia menerawang kembali ke masa lalu mengingat siapa seorang kinan.
"Berapa umurmu saat ibumu meninggalkanmu? tanya wanita itu.
"Kata nenek saat itu usiaku 2 tahun saat ibuku meninggalkanku." zahra mengingat-ingat.
Dia menyebut nenek, setahuku kinan tidak memiliki siapapun. batin wanita itu.
"Tante, tolong ceritakan bagaimana ibuku." hiba zahra sekali lagi.
"Ibumu adalah wanita cantik, cerdas dan Arogan. namun dia memiliki kepedulian yang tinggi terhadap orang lain. itu sebabnya dia selalu menjadi idola dan di idamkan banyak pria termasuk ayahmu." kenangnya.
"Lalu bagainana dia mengenal ayahku. apa kau mengenal ayahku juga?" tanya Zahra yang memang tidak mengetahui bagaimana ayahnya.
"Ayahmu? Dia adalah pria terbodoh yang pernah aku kenal." ucapnya di sertai senyum mengejek.
"Biar aku ceritakan siapa orang tuamu." wanita itu duduk di hadapan Zahra.
"Tante, dan ibumu adalah sahabat di kampus. kita adalah orang-orang terlantar yang di besarkan di panti asuhan. meskipun kita di besarkan di panti asuhan, kita dapat kuliah di kampus tempat orang -orang kaya.
itu di karenakan kecerdasan dan keuletan ibumu. kita memiliki usaha kecil untuk biaya kuliah.
"satu lagi teman kami, namun ia berasal dari keluarga yang cukup mampu. dia sangat manis dan juga manja. segala yang di inginkannya harus ia dapatkan. namanya sofia.
"Dengan segala kelebihan yang dimiliki ibumu, membuatnya menjadi populer di kampus. tak jarang para lelaki sangat mengincar ibumu. hingga ayahmu datang dan mampu memporak porandakan kearoganan ibumu. jatuh kedalam pesona pria dingin. tapi sebenarnya ayahmu adalah pria yang sangat penyayang. itulah sebabnya kinan bersedia menerima cinta ayahmu."
"Namun di sisi lain sofia diam- diam menaruh hati pada ayahmu. tapi Ranveer pria keturunan india sahabat ayahmu juga sangat menginginkan sofia. sofia yang menemui jalan buntu untuk memiliki ayahmu, memutuskan menerima cinta pria yang tidak ia cintai demi untuk melupakan cintanya pada ayahmu." Renita menutup cerita. Renita adalah sahabat kinan yang telah menolong Zahra.
"Jika mereka saling mencintai, lalu kenapa ayah meninggalkan ibu?" tanyanya sendu. tampak mata zahra mulai mengembun. jika ia berkedip saja maka air mata itu akan luruh membasahi pipinya.
"Itu sebabnya tante menyebut ayahmu pria bodoh. percaya begitu saja hanya dengan melihat foto. saat itu tante dan ibumu yang memang jarang bertemu setelah memiliki keluarga masing-masing memutuskan untuk bertemu. kami bertiga, tante, ibumu dan sofia."
"Saat itu kami sedang makan di restoran, lalu kami bertemu dengan teman kampus kami dulu. dan dia juga adalah orang yang menyukai ibumu. dan ayahmu selalu cemburu terhadapnya."
"Entah siapa yang begitu kurang ajar mengambil foto kebersamaan kami. tapi foto yang tampak, hanya foto ibumu dan teman pria kami. meskipun tante juga di sana waktu itu."
"Ayahmu yang memang keras kepala dan terlalu pencemburu bisa begitu saja percaya pada foto yang ia tidak tau siapa pengirimnya. bukankah itu sangat konyol." Renita tersenyum mengejek.
"Setelah pertengkaran itu, ibumu kesini untuk mengurus bisnis kami yang memang sudah kami rencanakan. bisnis yang nantinya akan di berikan kepada adik angkatnya dan juga dirimu." Renita menghentikan ucapannya.
"Beberapa bulan ia disini, mengurus bisnis kami. sampai saat pagi itu ia pergi untuk menemui ayahmu. entah apa yang ada di pikarannya saat itu. ibumu mengatakan akan menemuinya sebentar tapi ia tidak pernah kembali. padahal waktu itu ia pernah mengatakan tidak akan menemui ayahmu sampai saat kau lahir." Renita tampak mengusap air matanya.
"Kenapa ayah tidak mencari ibu, tante bilang mereka saling mencintai" zahra terisak.
"Ayahmu datang kesini untuk mencari ibumu, namun ia sama sekali tidak membahas tentangmu. itu artinya ibumu tidak pernah menemuinya dan ayahmu tidak pernah mengetahui keberadaanmu."
"Baiklah, setelah kau baikan tante akan mengantarkanmu pada ayahmu." Renita mengusap lembut air mata Zahra.
"Tidak! Aku tidak mau menemuinya tante, aku membencinya. dia sudah mengusir kami dari hidupnya. ibu, aku dan calon anakku." pungkas Zahra berapi-api. sorot matanya penuh dengan kerinduan luka dan kebencian di waktu bersamaan.
to be continue....
*****
Ya elah thooor....
Kalo ngomong masa lalu terus kapan majunya thor?
Au ah! othor lagi pengen bernostalgia sama kang Albert.
Terus surat cintanya kapan di bacanya? tanya nooh si Albert yang kagak bisa buka angpao, ehhh... amplop maksud othor.
😃😃😄😄
Ritualnya gengs, like comment and vote... gift sangat di harapkan.
Lots of luv chanda