
Happy Reading..
Kinan meninggalkan kamar bercengkerama dengan Rain dan memutuskan untuk bertanya pada Kai mengenai masalah yang baru saja menyapa pikirannya.
Dengan sedikit melamun Kinan melangkah ke Kamar Kai dan Zahra. dan sebelum sampai ke kamar Putrinya, Kinan sempat bertemu dengan Aldi yang juga keluar dari kamarnya.
"Hai mom." sapa Aldi yang saat itu sedang menimang bayi kecilnya.
Kinan menoleh ke arah Aldi memanggilnya "Tumben kau sudah pulang?" karena akhir-akhir ini Aldi lebih sering pulang telat. itulah sebabnya dia masih tinggal di mension dan tidak kembali ke Apartemen miliknya.
"Aku merindukannya mom." Sambil mendaratkan ciumannya pada pipi gembul di bayi hingga membuatnya menggeliat.
Kinan tersenyum melihat cucu keduanya. telunjuknya terlalu gatal untuk tidak menoel pipi bayi itu.
"Baiklah mommy tinggal dulu." ucapnya. lalu pergi meninggalkan Aldi dan berjalan ke arah kamar Zahra.
Kinan mengetuk pintu setelah kedua kakinya sampai twpatbdi kamar Zahra.
Di ketukan kedua barulah terdengar seseorang membuka pintu.
Ceklek.
"Mommy"...
Kai membuka pintu dan mempersilahkan Kinan masuk ke dalam kamarnya. "Masuklah mom."
Di sana Zahra sedang menyiapkan pakaian ganti untuk Kai. dan melihat Kinan masuk ke kamarnya, wanita dengan perut membuncit itu menghentikan aktifitasnya.
"Ada apa bu?" tanya Zahra larena tak biasanya wanita itu datang ke kamarnya.
Lalu Kinan duduk di sofa yang berseberangan dengan tempat tidur Zahra.
"Duduklah, mommy ingin bicara padamu." Titahnya pada Kai. dengan sedikit merasa heran Kai duduk di sofa yang sama dengan kinan dengan posisi berhadapan dan berjarak.
Zahra yang juga penasaran karena tak biasanya ibunya mengajak bicara di dalam kamar. pastilah ada hal yang sangat penting yang harus segera di bicarakan sehingga tak bisa menunggu setelah makan malam seperti biasanya.
"Ada apa mom?" tanya kai, sambil tangannya menarik lembut tangan Zahra yang mendekat ke arahnya dan mendudukkan wanitanya di atas pangkuannya.
"Mengenai ibumu." Ucap Kinan Singkat.
"Mommy Sofia? ada apa dengannya? apa dia membuat masalah?" Kai memberondong dengan pertanyaan.
"Tidak.. tidak! bukan begitu. Dia sama sekali tak ber buat apapun." Kinan segera menepis dugaan Kai yang berfikir buruk tentang ibunya.
"Apa setelah ia pergi dari rumah ini kau sudah bertemu dengannya?"
"Belum mom. tapi beberapa kali mommy menelponku. tapi dia tak mengatakan apapun."
"Apa dia juga tidak mengatakan dimana dia tinggal?"
"Ya, Mommy bilang menginap di tempat temannya. tapi dia juga tidak mengatakan teman yang mana. hanya itu."
Jadi dia juga bersembunyi dari Kai. apa maksud Sofia sebenarnya.
"Ada apa bu? apa ada yang terjadi? Sepertinya hormon kehamilan membuat Zahra menjadi sangat peka.
"Tidak ada apa-apa. ibu hanya sedang memikirkannya. jangan khawatir." ucap Kinan menenangkan. bagaimanapun ia tidak boleh mengatakan apapun karena belum mengetahui niat sebenarnya kenapa Sofia sampai bersembunyi.
"Baiklah ibu pergi dulu. sudah waktunya makan malam. ibu akan menyiapkannya."
Kinan berdiri dari tempat duduknya dan hendak melangkah.
"Tunggu mom!" Kai menghentikan langkah Kinan. "Mommy tidak sedang menyembunyikan sesuatu kan?"
Kinan menggeleng di sertai senyum di wajahnya. "Tidak ada apa-apa. jangan khawatir. mungkin Sofia hanya sedang ingin suasana baru."
Kinan melihat kecemasan di wajah Kai. tentu saja itu sangat normal. karena memang tak biasanya Sofia terlihat kalem.
Ucapan Kinan menciptakn lengkungan di sudut bibir Kai. lalu ia merotasikan kepalanya untuk menggapai wajah istrinya yang sedang bersandar manja di dadanya.
Melihat wajah-wajah tak tau malu itu membuat Kinan mengingat dirinya dulu waktu mengandung Aldi. sangat manja dan meminta perhatian lebih.
Namun kembali ia mengingat saat dimana ia mengandung dan melahirkan Zahra, ia juga sendirian. sama seperti Zahra yang mengandung Rain yang juga sendirian. membayangkan putri kecilnya hidup berkesusahan membuat hatinya tercubit nyeri.
Sebenarnya Kinan juga tak ingin memaafkan Albert mengingat dia juga penyebab penderitaan Zahra. tapi untuk membalas perbuatan Sofia ia harus melakukannya.
Bukankah semua manusia ada sisi baik dan buruknya? seperti saat ini Sofia yang sedang menyembunyikan diri untuk memperbaiki diri. dan Kinan, bukankah ia juga memiliki niatan untu membalas kejahatan Sofia? meski ia tahu dengan tanpa membalas perbuatan jahat dengan perbuatan jahat lainnya, Sofia akan mendapatkan ganjaran yang setimpal.
Lamunan Kinan buyar seketika mengingat tentang apa yang di sembunyikan Sofia saat ini. apakah itu suatu kebenaran atau bagian lain dari rencana sofia.
Kinan melangkah keluar dari kamar Kai dan Zahra. dengan segala pertanyaan yang masih belum menemukan titik jawab sedikitpun.
Ada apa sebenarnya. apa yang di rencanakan Sofia sebenarnya.
Kembali pertanyaan itu hadir di kepala Kinan. dan secepatnya Kinan harus mengetahui sebenarnya yang terjadi.
***
Malam semakin larut namun Kinan sama sekali tak dapat memejamkan matanya. tubuhnya gusar dalam pelukan Albert yang begitu anteng memeluknya dari belakang. dan itu memaksa Albert untuk terbangun.
"Apa yang kau fikirkan. kenapa kau belum tidur kinan?" Tanya albert dengan suara serak karena kantuknya.
"Kau belum tidur?" Kinan membalik tubuhnya dengan posisi miring menghadap Albert.
"Bagaimana aku bisa tidur. kau bergerak terus. membuatku tak nyaman." masih dengan memejamkan mata Albert menjawab.
"Maafkan Aku." ucap Kinan merasa bersalah. "Bisakah kau membuka matamu? ada hal yang ingin aku tanyakan." Seketika Albert di buat melek atas permintaan istrinya
"Apa kau menginginkannya?" melihat keseriusan Kinan, Albert justru malah menggodanya.
"Kau ini sudah tua tapi masih mesum." Kinan bersungut karena Albert malah melakukan hal lain pada dirinya dan itu membuat Albert terkekeh dan menghentikan aksinya.
"Baiklah nyonya, hal penting apa yang ingin kau tanyakan sehingga tak sabar menunggu besok." tapi tangan kekarnya masih bergerilya kesana kemari.
"Albert hentikan!" bentak Kinan disertai pukulan pada dada bidang pria yang masih tampan meski usianya sudah setengah abad di depannya.
"Baiklah-baiklah! ada apa?"
Kinan tak langsung menjawab. sepertinya ia ragu, atau mungkin sedang menyusun kata-katanya.
"Apa Sofia pernah mengatakan padamu kalau dia punya adik?" pertanyaan Kinan membuat Albert yang tadinya kurang fokus kini menjadi tatapan serius.
"Dari mana kau dapatkan cerita itu?" Albert menjawab pertanyaan dengan pertanyaan. dan sudah dapat di simpulkan bahwa ia juga tidak tau tentang cerita itu.
"Sofia yang mengatakannya." tanpa ragu Kinan menjawab. ia merasa tak perlu menyembunyika itu dari suaminya. dan dia juga merasa membutuhkan Albert untuk mencari kebenarannya.
"Sekarang dia sedang mencari adiknya. kenapa dia baru mencarinya saat ini. sudah bertahun-tahun lamanya. apa mungkin dia akan menemukannya." Kinan menyampaikan opininya.
"Aku tak tau dia memiliki saudara. krisna juga tak pernah bercerita. dan selama dia bersamaku, tak pernah sekalipun ia membahas tentang hal itu." Albert menambahkan.
"Itu artinya Sofia tak ingin ada yang mengetahui tentang masa lalunya. dan sepertinya aku sudah menemukan siapa adiknya."
"Siapa?" tanya Albert dengan wajah penasarannya.
***
jreng... jreng.. jreng...
Siapain hadiah buat pertemuan Sophia dan adeknya yang gengs...