Daddy'S Love

Daddy'S Love
Part.37



SIAPKAN TISSUE PEMIRSAH...


Happy Reading...


***


Di kantor Aldi.


Setelah kepergian Albert, aldi meneruskan pekerjaannya. agaknya sore itu menjadi hari yang paling melelahkan dalam sebulan. pasalnya pekerjaan yang menumpuk dan masalah pribadi yang tak kunjung selesai. Aldi yang kelelahan tertidur di ruang kerjanya.


"Mommy... mommy..." panggil anak laki-laki berusia lima tahun kepada ibunya yang berjalan tanpa menoleh ke belakang.


Seperti yang di harapkannya, wanita yang di panggil mommy itu menghentikan langkahnya. "Kembalilah sayang, mommy harus pergi, tapi lakukan satu hal untuk mommy." pinta sang ibu.


"Jagalah gadis kecil ini, dia adikmu. dia tanggung jawabmu mulai sekarang. mommy tak bisa menjaganya lagi." ibu itu menyerahkan seorang gadis kecil. aldi yang masih kebingungan hanya bisa menerima uluran gadis kecil di hadapannya.


Tiba-tiba sosokk ibu yang ia lihat berubah menjadi bayangan putih yang pergi semakin menjauh.


Aldi kecil berlari mengejar bayangan putih yang semakin pudar terbawa angin. ia terus membujuk kakinya untuk terus berjalan, mengejar bayangan yang menghilang tak berbekas meninggalkan gelapnya malam. sambil memegang tangan gadis kecil yang berjalan tertatih-tatih aldi menelusuri gelapnya malam berharap ada secercah cahaya. namun ia terjerembab,terperosok.


"Kakaaaak...." teriak gadis kecil itu.aldi kehilangan pegangannya.


Hening... hening... hening...


"Zahra!"... teriak Aldi. keringat membasahi kening dengan nafasnya memburu. Aldi bermimpi.


Aldi mengusap kasar wajahnya. waktu sudah hampir larut dan dia tiba-tiba menghawatirkan Zahra.


Aldi menyambar kunci mobilnya dengan cepat pemuda itu memacu mobilnya menuju apartemen Kai.


***


LONDON.


"Dokter... Dokter..." panggil seorang suster. Dokter yang selesai melakukan pemeriksaan terhadap Kai menghentikan langkahnya sebelum menjauh dari pintu ruang perawatan Kai.


"Ada apa suster!" seru dokter


"Pasien anfal dokter" seru suster panik.


Dokter kembali untuk memeriksa keadaan kai, terjadi keriuhan di dalam ruang perawatan kai. dokter sibuk melakukan tidakan.


Tit.... tit...tit...


"cepat suster!" seru dokter semakin panik. dokter sedang melakukan kejut jantung pada kai. tampak sekali raut wajah dokter dan suster begitu tegang. mereka menghentikan tindakan mereka saat suara monitor kembali berbunyi.


Tit... tit... tit...


Tampak suster sedang sibuk membenahi peralatan yang menempel pada tubuh kai.


dengan langkah gontai dokter keluar dari ruang perawatan kai dan di sambut oleh sofia ibu kai dan kayla kakak perempuan kay.


Wajah ketiga orang pun mengeras dan sofia langsung terduduk lemas di kursi ruang tunggu di depan kamar kai.


***


Suara hujan yang deras membuat Zahra tak mampu mendengar apapun yang menyapa gendang telinganya. gadis itu berjalan dan berjalan terus sehingga suara klakson mobil di belakangnya pun tak ia hiraukan. dan....


Ciiit... Brakkk...


Mobil di belakang Zahra menabrak bahu jalan setelah sang supir menginjak rem mendadak dan membanting setir ke kiri.


Jarak pandang yang hanya beberapa meter karena keadaan gelap dan juga hujan yang sangat deras membuat sang supir kesulitan dalam melihat arah depan.


Zahra yang kala itu mengenakan pakaian berwarna gelap menghalang pandangan sang supir.


Tubuhnya hampir terlindas mobil jika saja sang supir tidak sigap dalam mengendalikan kemudi.


Zahra yang dalam keadaan lapar dan kedinginan di tambah ia terkejut karena suara decitan rem dan dentuman mobil saat menabrak bahu jalan membuat zahra benar- benar syok.


Zahra kembali mengingat trauma yang di alami sewaktu mendengar kai kecelakaan. gadis itu pingsan.


Suasana mencekam. dua orang di dalam mobil juga masih syok karena apa yang telah mereka alami.


Namun mereka hanya sebentar. mereka tersadar dan melihat Zahra yang tergeletak di depan mobil mereka.


"Nyonya, sepertinya kita menabrak orang nyonya." seru sang supir.


"Jangan bercanda kamu sapri!" seru sang nyonya tak kalah panik.


"iya benar nyonya, sepertinya seorang wanita". supir menajamkan penglihatannya dari dalam kaca mobil.


"Terus kenapa kamu malah diam, ayo cepat kita lihat." beo sang nyonya.


Kedua orang pun keluar dari dalam mobil. melihat keadaan seseorang yang mereka tabrak.


" Sepertinya dia hanya pingsan nyonya, mobil kita tidak sampai menabraknya." suara supir terdengar lega.


Sang supir memberanikan diri mengangkat kepala Zahra ke pangkuannya. menyingkirkan rambut yang menutupi wajah zahra yang memucat.


Keadaan yang temaram karena hujan yang sudah reda memudahkan mereka melihat keadaan zahra.


"KINAN!" seru mereka kompak. mereka mengalami Dejavu, wajah kedua orang tersebut tampak terkejut.


"Ayo sapri jangan bengong aja kamu, kita bawa kerumah sakit". perintah sang nyonya kepada supir.


Dengan susah payah kedua orang itu mengangkat tubuh Zahra ke mobil untuk di bawa kerumah sakit.


Mobil merek melesat membelah jalanan malang yang lenggang karena hujan telah benar-benar reda.


***


Aldi yang terbangun dari tidur singkatnya bergegas pulang menuju ke apartemen zahra


Setelah keluar dari ruangannya, pria itu melihat Dea yang juga hendak pulang.


"Dea tunggu!" Aldi memanggil dea yang tidak mengetahui dirinya yang berada di belakangnya.


"Kamu kok baru pulang, bukannya jam kerja usai satu jam yang lalu."


"Iya pak, tadi sewaktu jam kerja usai masih banyak yang datang, jadi pak ramond menutup kafe agak terlambat".


Ramond adalah kepala pelayan di kafe milik Aldi.


"Oh." Aldi ber 'Oh' ria.


"Kamu pulang bareng aku aja, aku mau melihat Zahra. tadi aku sudah menelponnya tapi tidak di angkat sama sekali. aku takut dia kenapa-kenapa." cicit Aldi.


Aldi dan Dea berjalan beriringan, hubungan mereka masih cukup baik meski terjadi keretakan beberapa hari yang lalu.


Aldi membukakan pintu mobil untuk Dea lalu berjalan memutari sebagian mobil dan duduk di belakang kemudi.


Mobil Aldi melesat cepat membelah jalanan malam ibu kota yang penuh debu.


Tidak ada yang bersuara dalam mobil, dea melempar pandangannya ke arah luar jendela. dan Aldi fokus menatap jalanan di belakang kemudi.


Tangannya mencengkram kuat kemudi mobil. tampak raut kekhawatiran di wajahnya.


"Pak!" Dea membuka suara.


"Hmm" aldi bergumam sambil menoleh sebentar ke arah dea lalu kembali fokus ke kemudinya.


"Boleh saya tanya sesuatu? " dea memberanikan diri.


"Apa?"


"Siapa orang yang datang ke kantor bapak tadi siang?"


"Papa" jawab aldi cepat.


"Oh" dea terdiam. "sepertinya saya pernah melihatnya, tapi lupa dimana." dea tampak berfikir.


"Di majalah bisnis pastinya. papaku kan orang hebat." ucap aldi sombong dea hanya mencebik.


Dea terkekeh " Ya majalah bisnis yang di pake buat bungkus kacang rebus". dea kembali terkikik.


"Sembarangan kamu Dea." aldi tak terima.


"Lalu dari mana saya dapat majalah bisnis bos, selain dari bungkus kacang rebus yang biasa saya sama zahra beli di mang udin depan gang" dea makin terbahak. "lagian buat apa juga saya lihat begituan, gak penting" Dea mencebik dan Aldi mendengus kesal.


"Mulai sekarang kamu harus lihat, karena pacar kamu ini akan jadi trending topik di sana." kelakar Aldi sombong.


"ogah! males banget. kagak ngerti gue


begituan." dea kehilangan formalnya


"jadi kamu males liat wajah tampan calon suami kamu ini?" Aldi mendelik kesal.


"Bapak jadi model majalah cosmo saja, baru saya mau lihat." Aldi melihat dea dengan horor dan Dea makin terbahak-bahak.


********


Udah ah... tisunya buat besok aja, ngantuk gue kagak ada yang ngirimin kopi.


eh... eh... sapa tadi yang udah ngira si albert ngawinin pacar kai, su'udzon itu mah, ayo minta maaf sama mang Albert. kirim bunga sekebon kalo ikhlas. wkkk


Besok libur seminggu boleh gak gengs????


Kabooooor!!!!!


Happy reading.


LOTS OF LUV chanda 💕💕💕