Daddy'S Love

Daddy'S Love
Part. 61



Happy Reading...


Aldi dan zahra berjalan beriringan menuju tempat dimana rain dan pengasuhnya menunggu.


Namun setelah zahra sampai di sana, ia tak melihat keberadaan mereka. zahra pun sudah mencari ke dalam ruangan dokter namun suster mengatakan pemeriksaan sudah selesai sekitar satu jam yang lalu.


"Ada apa zahra? kenapa kau kelihatan panik?" tanya aldi yang melihat zahra sedang kebingungan.


"Mereka bilang akan menungguku di sini, tapi mereka tidak ada. suster bilang mereka sudah selesai satu jam yang lalu" ucap zahwa khawatir.


"Apa kau sudah menelpon pengasuh putramu?" tanya aldi lagi swdangkan zahra sudah hampir menangis.


"Sudah, tapi ponselnya mati." zahra sudah tak dapat membendung air matanya lagi


"Mungkin mereka sudah pulang. coba kau hubungi lagi." aldi berusaha menenangkan zahra.


"aku sudah berkali-kali menelponnya tapi tetap tidak bisa. ini pertama kalinya suster membawa rain tanpa aku." tangis zahra benar-benar pecah. aldi membawa zahra ke dalam pelukannya. untuk menenangkannya.


"Sudah jangan takut, mungkin mereka sudah pulang. ayo kakak antar kamu." tanpa menunggu jawaban dari zahra, aldi menyeret tangan zahra untuk mengikutinya.


"Siapa yang mengantar mereka ke rumah sakit?" tanya aldi yang melihat zahra yang masih berusaha menghubungi pengasih rain.


"Tadi nanny bilang, kalau seseorang mengantar mereka karena tidak mendapatkan taksi, terpaksa nanny menerima tawaran pria itu." zahra menjelaskan.


"Pria?" zahra mengangguk. "itu tidak benar zahra, seharusnya nanny tidak begitu saja menerima tawaran orang asing."


Akhirnya zahra dan aldi sampai ditempat tinggal zahra. rumah kecil dengan taman yang berada di sampingnya dan area bermain yang tersedia disana.


Kania benar-benar menyiapkan tempat khusus disana. taman agar zahra dan rain tidak merasa bosan dan tidak perlu keluar rumah jika tidak mendesak.


Zahra semakin khawatir tatkala melihat rumahnya sepi, biasanya akan terdengar rain yang berceloteh riang kini tak terdengar suaranya. kemanakah bayi kecil itu.


Dada zahra bergemuruh antara takut dan marah. jantungnya berdetak kencang karena tak mendengar suara rain. karena biasanya bayi itu akan terjaga di waktu zahra pulang dari kampusnya.


Akhirnya zahra dapat bernafas lega karena melihat rain yang terlelap dalam box nya.


"Anda sudah pulang nona?" pengasuh rain menyapa zahra saat ia masuk kedalam kamar zahra setelah dari dapur.sedang zahra hanya tersenyum sambil membelai wajah rain yang tengah tertidur.


"Tadi aku mencarimu di rumah sakit, kenapa kau tak menungguku!" tanya zahra sedikit kesal.


"Maafkan saya nona, tadi tuan kecil sudah tertidur, jadi saya membawanya pulang karena anda belum datang." jelas nanny sedikit ketakutan.


"Sudahlah! aku tadi sedikit khawatir." ucap zahra akhirnya. lamat-lamat zahra mengamati wajah rain yang terlelap. ia bahkan lupa keberadaan aldi di ruang tamu.


"Apa kau naik taksi?" tanya zahra karena saat itu supir sedang bersamanya.


"Tidak nona, orang yang mengantar kami kerumah sakit yang mengantar." zahra spintan menoleh. pengasuh itu menyadari sorot mata zahra yang mengisyaratkan pertanyaan.


"siapa?" tanya zahra tidak sabar.


"Namanya tuan Raka, dia orang indonesia. dia sangat baik, sepertinya bayi anda sangat menyukainya." ucap nanny mengingat.


"Bagaimana kau tau?" zahra menyelidiki.


"Dia banyak bercerita." nanny tersenyum sebelum melanjutkan bercerita. " Dia juga yang menemani saat dokter memeriksanya." sambil menoleh ke arah rain.


"Apa anda percaya jika saya bilang pria itu sangat mirip dengan rain." pengasuh itu terkekeh.


Zahra mengernyit, "Benarkah?" zahra tak percaya.


"Benar nona!" ujarnya. "Rain selalu menempel padanya. bahkan dia yang menggendong rain hingga pangeran itu tertidur. sepertinya dia sangat nyaman."


"syukurlah!" ucap zahra kemudian.


***


"kakak!" serunya. setelah beberapa saat zahra baru ingat bahwa aldi tengah menunggunya.


Buru-buru zahra keluar dari kamar untuk menemui aldi.


"Kak!" panggilnya.


Mendengar suara zahra, aldi menoleh. dilihatnya zahra sudah berada di belakangnya sambil membawa rain.


"Dia putramu?" Aldi tersenyum. ia tampak berfikir pernah melihat wajah bayi itu.


"Kenalkan, dia kakaknya ibu, namanya om aldi." zahra berbicara pada rain.


"Hay, rain! senang bertemu denganmu." aldi membawa rain dalam pelukannya. dan bayi itupun tak menolak. ia seakan nyaman dalam pelukan pria yang baru saja ia jumpai.


"Tampan sekali, persis seperti papanya." jujur aldi. zahra langsung kehilangan senyumnya saat aldi mengatakannya. bukannya zahra tidak senang karena wajah putranya mirip dengan kai, namun hatinya seakan di remas mengingat pria itu. bukan karena benci melainkan karena rindu.


Aldi memperhatikan wajah rain dengan seksama, ia berusaha sekuat tenaga untuk mengingat dimana ia pernah melihat wajah itu, selain wajah kai. yang memang adalah ayah kandung si bayi.


Otaknya seolah mendukung ap yang sedang aldi pikirkan, secepat kilat ia mengingat foto yang di kirimkan kai benerapa saat lalu.


Lalu aldi merogoh kantong celananya dan pengambil ponselnya. lalu mencari foto yang di kirim kai di galery ponselnya.


Sudut bibirnya terangkat penuh arti


setelah ia menemukan foto tersebut. namun ia tak mengatakan apapun pada zahra. mungkin ini akan jadi kejutan untuknya. bahwa secara tidak langsung ayah dan anak ini dipertemukan dalam keadaan tak terduga.


Sejauh apapun mau berlari menghindar, namun Tuhan lah yang mempertemukan anakmu dan ayahnya. ucap aldi dalam hati sambil tersenyum, memperhatikan foto dan wajah rain bergantian.


"Ada apa kak? kenapa kau senyum seperti itu?" tanya zahra heran karena aldi tak mengatakan apapun tapi senyum-senyum sendirian.


"Tidak apa -apa." bohong aldi sambil menyimpan kembali ponselnya dalam kantong celananya.


"Apa kau kenal orang yang mengantar mereka?" pancing aldi, zahra hanya menggeleng ringan.


"Kenapa kau tak menanyakan kepada pengasuhnya?" aldi kembali bertanya.


"Nanny bilang namanya Raka, dari indonesia, seperti kita." zahra terkekeh. "Dunia memang sempit kak," ucap zahra masih dengan kekehannya.


"Benarkah?" aldi pura-pura terkejut padahal ia sudah tau bahwa yang mengantar rain kerumah sakit adalah kai. sungguh kebetulan yang tak terduga.


"Lalu dia bilang apa lagi?" selidik aldi.


"Katanya Rain menempel terus pada orang itu." zahra berdecih. "Dan yang lebih aneh lagi, wajah mereka mirip katanya." zahra nyaris tertawa. "dan dokter mengira bahwa dia adalah ayah dari bayiku, bukankah itu sangat lucu" zahra tertawa sumbang. batinnya mengatakan pastilah rain merindukan sosok seorang ayah.


Dia memang ayahnya bodoh! aldi mengumpat dalam hati.


"Bagaimana jika itu kai." pertanyaan yang muncul dari mulut aldi sontak membuat zahra menghentikan tawanya.


"Jangan menakutiku kak! itu tidak mungkin." suara zahra bergetar.


"Aku hanya berandai-andai zahra. jangan khawatir, aku tidak akan bilang apa-apa asal kau baik-baik saja." aldi berucap sambil bercanda dengan rain yang masih berada di pangkuannya. sedangkan zahra menangguk samar. tapi terlihat dia sefikit gusar.


"Dan siang itupun aldi menghabiskan waktu bersama zahra dan rain. mereka berbincang dan bercerita banyak hal. tentang bagaimana ia tinggal di kota wales meskipun itu beresiko akan bertemu denga alber dan sofia.


Namun mereka seolah lupa tak membawa-bawa kai dalam obrolan mereka. sehingga kesalah fahaman yang seharusnya di luruskan itu pun tetap menjadi rahasia yang tersimpan rapi.


Hari semakin gelap dan dingin menyeruak menyapa kulit. aldi akhirnya pulang dari rumah zahra dan berniat menuju apartemaen kai. ia tau pasti kai sedang menunggunya saat ini.


***


Neng zahra di pingit dulu, gak boleh ketemu sama mas kai dulu ye,


Mak othor belum siap mantu. 😄😄😄


👍👍👍nya gengs...


like comment and vote...


lots of luv chanda 💕💕💕