Daddy'S Love

Daddy'S Love
Part.51



Happy Reading...


***


3 bulan kemudian.


Albert memasuki ruang kerja kania tanpa mengetuk pintu. Entah apa yang menjadi tujuan pria tua itu, namun apapun itu tak membuat kania gusar sedikitpun.


"Selamat datang di kantorku, kakak." Sambut kania dengan menekankan kata kakak dan tetap berada di singgahsananya. Tangannya masih memegang pulpen dan memainkannya. "Aku tidak tau, hal apa yang membuatmu datang mengunjungiku, tapi apapun itu, aku senang kau datang." Sambung kania beranjak dari kursi kerjanya.dan mempersilahkan tamunya untuk duduk di sofa ruang kerjanya.


Albert masih diam dan tak mengucapkan apapun meski kania sudah mendudukkan dirinya di sofa.


"Katakan apa yang membawamu kemari?" Tanya kania lagi.


"Kau sembunyikan dimana dia." Tanya Albert to the point.


"Siapa?" pura-pura kania.


"Kau tau benar siapa yang ku maksud." Albert dengan suara beratnya.


Kania berdiri, berjalan ke arah jendela besar yang memperlihatkan hiruk pikuk jalanan kota paris. ia membelakangi Albert yang masih mematung sejak dia datang beberapa saat lalu.


"Kenapa kau mencarinya? bukankah kau tak menginginkannya." sinis kania.


"Tapi sekarang aku menginginkannya." ucap Albert datar.


Kania menoleh cepat. "Kau pikir dia barang?"


"Tapi dia putriku, aku menginginkannya." suara albert meninggi.


Kania berbalik berhadapan dengan albert. memandang lekat dengan aura permusuhan.


" Untuk apa? untuk mengusirnya lagi. untuk menghinanya. merendahkannya, membuatnya menangis.dan merasa tak di inginkan." ucap kania dingin.


" atau untuk membuatnya merasa benar benar tak berharga. kau bahkan membayar harga dirinya yang terkoyak karena anakmu." suara kania naik satu oktaf. "anakmu Albert!" suara kanaia meninggi.


" Kau menghinanya dengan memberinya cek itu. Dan itu karena siapa? sofia! kau melakukannya karena sofia. wanita gila yang terobsesi dengan suami sahabatnya sendiri." geram kania. wanita itu sudah tak mampu menahan air matanya karena luapan emosi.


Albert tercekat, kania sudah membungkamnya dengan kata-katanya yang memang tak biasa ia pungkiri.


Suasana dalam ruangan kania tiba-tiba teasa mencekam bagi Albert. pria itu mematung tak berani membalas tatapan kania yang menghujam jantungnya.


"Kau ingat berapa nominal yang mampu kau berikan pada zahra waktu itu? tapi kau lupa separuh dari harta yang kau miliki itu adalah miliknya. milik Aldi dan zahra. jangan lupakan tentang aset Almeida corp tertulis atas nama Kinan, aku bisa saja menggulingkan kekuasaanmu sekarang juga. dan membuatmu berakhir di jalanan." kania mengejek.


"dan jika kau mau, kau dan sofia, kalian berdua bisa menghabiskan waktu bersama di panti jompo." kania menampar dengan kata-katanya.


"Kau tidak akan melakukannya." sanggah Albert.


"Benarkah? apa kau lupa aku adalah Kania aizahwa. dalam diriku ada didikan kinan. kau sangat mengenalnya bukan? aku mampu melakuka apa saja. tapi sayangnya zahra adalah putri kakakku yang sangat baik." ucap kania tenang namun sangat menusuk.


"Sebenarnya aku bisa saja membiarkanmu menemuinya asal kau bisa menjaukan wanita gila itu darinya."


"Aku beri kau satu kesempatan untuk bisa menemukannya. satu bulan." kania menjeda ucapannya. "Waktumu satu bulan untuk bisa menemukannya dan bersujud di kakinya. dan setelah itu aku akan benar-benar membawanya pergi jauh darimu. kau tak akan kubiarkan mengganggunya lagi. ingat itu." kania kembali ke singgah sananya. dan albert tau bahwa itu adalah cara halus untuk mengusir tamu.


Albert melangkahkan kakinya menuju pintu namun sebelum ia memutar gagang pintu ia berbalik.


"Kau bisa membawanya jauh dariku tapi putraku akan mengejar putranya. apa kau bisa menjamin itu." ucapan albert menyentil hati kania. ia benar ada Rain di antara mereka.


"Lakukan apa yang bisa kau lakukan. yang ku tau putrimu tak membutuhkan kalian. dan soal Rain, dia akan baik-baik saja dengan orang-orang yang mencintainya. lagi pula zahra masih muda dia akan menemukan cintanya." kania tersenyum menang. dan albert kembali melangkahkan kakinya dari ruang kerja kania.


Ucapan kania terngiang-ngiang di telinga albert. sepertinya kedatangannya ke paris adalah pilihan yang salah. pria tua itu harus berhadapan dengan wanita yang tak mudah untuk di ancam.


***


Kai merenung di ruang kerjanya, ia berhenti dari aktifitas kerjanya. selama 3 bulan ini pemuda itu masih mencari keberadaan zahra. dan orang-orang suruhannyapun tak memberikan informasi apapun tentang zahra.


Terdengar suara ketukan dan ternyata aldi yang masuk.


"Sudah ada kabar?" tanya Aldi yang tau kegelisahan kai.


"Belum" lirih kai.


"Kau pasti bisa menemukan mereka secepatnya." hibur aldi.


"Sepertinya aku harus menyerah." kai putus asa.


"Ayolah kai, kau jangan menyerah. ingat kalian punya bayi. dan mereka membutuhkanmu." aldi menyemangati.


" Ya kau benar, sampai kapanpun aku tak akan berhenti mencari mereka." kai kembali menemukan semangatnya.


"Bagaimana denganmu? kapan kalian menikah." kai mengalihkan pembicaraan.


"Secepatnya." jawab aldi cepat.


"Kau sudah tidak sabar rupanya." ejek kai.


Dua saudara itu pun melanjutkan obrolan mereka hingga kai melupakan sejenak masalahnya.


***


Detik demi detik waktu berlalu. berganti menit menuju jam. waktu berlalu dengan sangat cepat. hari berganti hari bulan berlari menuju tahun. namun keberadaan zahra tak dapat di temukan meski kania tidak benar-benar melaksanakan ancamannya.


Entah mereka yang tidak benar- benar mencari atau memang tak peduli, namun zahra tak mempermasalahkan itu. ia hidup bahagia dengan putra kecinya. menjalani hidup sebagai ibu dan mahasiswi tak membuatnya repot. justru ia tenang dan bahagia.


Dengan pengawasan dari kania, zahra hidup di negeri orang hanya di temani oleh seorang maid dan dua orang keamanan.


***


kalian Teamnya sapa nih, kania apa albert?


jangan hujat othor, hujat saja kania yang keras kepala atau albert yang kurang tegas. sofia di hukum gak ya???


habis ini kalian akan di buat sebel maksimal sama mak othor, eeehhhh... sofia maksudnya 😄😄😄


Ritualnya geng..


like comment and vote.


bunga.. bunga.. mana bunga...


Lots of Luv, Chanda 💕💕💕