Daddy'S Love

Daddy'S Love
Ekstra Part.



Happy Reading...


Hari-hari berlalu, kini kehamilan Zahra sudah berusia 36 Minggu.


Semua keluarga berkumpul untuk menantikan kelahiran sang buah hati yang di perkirakan berjenis kelamin perempuan.


Bahkan Kai dan Aldi pun secara khusus mengambil cuti tahunan agar bisa menemani Zahra menyambut kelahiran buah hati mereka. mengingat dulu Zahra yang mengalami kejadian buruk saat melahirkan Rain.


Dan jangan lupakan keluarga Ravi yang juga menggabungkan diri dalam reuni keluarga tersebut.


"Kai!" panggil Zahra dengan sedikit meringis.


"Ya sayang, apa kau merasakan sesuatu?" tanya Kai panik dan mematikan ponselnya begitu saja karena saat itu ia sedang memberikan instruksi pada asistennya.


Kai menghampiri Zahra dengan sedikit berlari, ia takut jika Zahra kesakitan saat dirinya sedang berada jauh dari istri cantiknya.


Kontraksi ringan yang di alami Zahra selama beberapa jam membuat Kai selalu ingin menjaga Zahra lebih ketat.


"Tidak, aku hanya ingin duduk. bisa bantu aku. kaki ku rasanya kram." Zahra melangkahkan kakinya perlahan dan Kai menyambut tangannya.


Tak tega melihat wanita kesayangannya kesulitan, Kai langsung membopong tubuh Zahra dan membawanya ke Sofa dan mendudukkannya di pangkuannya.


"Jangan seperti ini Kai, aku masih bisa duduk sendiri." Protes Zahra karena tak membiarkannya duduk di sofa.


"Tapi aku suka sayang." Kai melingkarkan kedua tangannya di perut Zahra yang membuncit. bahkan terlihat lebih besar dari saat ia mengandung Rain saat itu.


Dengan alasan ingin menikmati masa-masa sebelum kelahiran sang putri, Kau selalu menjadi kursi pengganti untuk Zahra.


Terlalu berlebihan memang, namun itulah Kai yang tak ingin di bantah. entah sejak kapan ia menemukan sifat itu.


"Dek, emang sakit banget ya, sampai kamu gak buat duduk." cibir Aldi yang juga sedang menggendong bayinya.


Kai tersenyum dengan terus mengusap-usap perut buncit itu. membuat bayi dalam kandungan Zahra semakin aktif bergerak.


"Bukan mau aku kok, dia aja yang lebay." Zahra melirik Kai sambil bersandar di dada lebar itu. meski perlakuan Kai membuatnya nyaman, namun itu terlihat sangat berlebihan.


Dea hanya terkekeh melihat sahabat yang telah berganti menjadi adik iparnya itu menjadi bahan bullyan suami dan keponakannya. siapa lagi jika bukan Rain.


"Daddy, apa kau juga memangku mommy saat dulu dia akan melahirkan ku?" tanya Rain yang masih memakai seragam sekolahnya.


"Tentu saja Prince, bahkan jas dan kemeja Daddy penuh darah waktu itu." ucap Kai bangga. karena itulah yang sebenarnya terjadi.


"Benarkah?" tanya Rain antusias.


"Tentu saja benar." ujar Kai semakin bangga.


"Apa itu benar mom?" Rain tak begitu saja percaya dan mencari kebenarannya pada Zahra.


"Daddy mu bohong Rain, dia bahkan tak pernah datang saat mommy mu mengandungmu." justru Aldi memperburuk citra Kai di depan anaknya.


"Aldi!"


"Kakak!"


"Sayang!"


Bentak Kai, Zahra dan Dea bersama.


"Kenapa?" Aldi tanpa merasa berdosa. "Itu kan memang benar Kai, kau bahkan menghilang selama Zahra mengandung Rain. dan kau datang saat Rain sudah besar." Kembali Aldi menciptakan kobaran api di dada Rain.


"Apa itu benar dad?" Rain menatap Kai dengan pandangan membunuh.


Aldi semakin merasa menang. membuat Rain marah pada Kai adalah pekerjaan yang sangat menyenangkan baginya. anggaplah itu cara Aldi menghukum Kai yang telah melukai adiknya. meski tak dapat di pungkiri jika Kai juga hampir gila karenanya.


"Itu tidak benar prince!" Kai menggeleng tegas. "Aldi kau jangan membuatku tampak buruk di depan Prince." Kai kalang kabut. tawa Aldi pecah seketika.


"Apa? ayo kejar aku sekarang." tantang Aldi seperti biasa. mereka akan berkejaran memutari rumah besar itu.


"Benarkah?" Kai mengangguk. "Apa Daddy menyayangiku?" Kai mengangguk tegas. "kalau begitu buktikan!" tantang Rain.


"Katakan apa yang kau inginkan prince."


"Hadiah apa yang akan kau berikan saat ulang tahunku nanti.?"


"Emmm, karena ini hadiah ulang tahunmu yang pertama setelah kita bertemu, maka Daddy akan memberimu hadiah yang sangat spesial. atau mungkin kau menginginkan sesuatu?"


"Aku akan menerima apapun yang Daddy berikan." sepertinya Aldi lah yang kalah dalam pertarungan ini. karena Kai sudah berhasil merayu Rain kembali.


"Daddy akan memberimu kapal pesiar, bagaimana?" tawar Kai membuat semua orang yang juga baru sampai di sana menganga tak percaya.


"Wow! sepertinya itu menyenangkan."


"Ah kau gak seru Rain, begitu saja mau kalah dengan rayuan ayahmu yang pembohong ini." Aldi mencebik Kai membusungkan dada.


"Apa nanti grandpa boleh ikut pesiar Rain?" Albert bertanya yang saat itu baru datang bersama Ravi.


"Kami juga!" Kinan dan melati ikut andil.


"Aunty juga mau." Khairani tak kalah.


"Mungkin mommy Aunty juga." Kania. Edward dan Daniel mengangguk. menyetujui.


"Apa aku ketinggalan sesuatu?" Sofia datang dengan menggandeng Krisna kecil.


"Yee kita semua menjelajah laut!" ucap Rain riang.


"Aku juga boleh ikut!" tanya Krisna sedikit takut.


"Tentu saja lilte brother." Kai mengusap kepala Krisna kecil. dan semua tersenyum. Sofia terharu karena semua orang memaafkannya setelah semua yang telah di perbuatnya. namun hanya Kania yang masih sedikit menjaga jarak. dan itu cukup membuat Sofia sedikit merasa bersalah dan takut.


"Apa aku juga boleh bergabung?"


Sontak semua orang menoleh ke arah sumber suara. membuat semua orang membulatkan mata tak percaya.


***


Haduh Thor! siapa lagi ntu yang datang?


Hantukah?


Elienkah?


Voldemort?


Cutkhy mungkin?


Vote... vote.. vote... masih berlaku.


Hadiah perpisahan dong gengs...


Kunjungi karya author yang lain ya di jamin tak kalah seru. romantis manis dan sedikit mengocok perut. ada sableng-sablengnya juga ,,,,,🤪🤪🤪



Ada yang baru juga Lo, yang ini sedikit alim ya gengs...



masih ada ekspartnya. jangan buru-buru unfav.


See you


Love you all 💓💓💓