Daddy'S Love

Daddy'S Love
Part. 96



Happy Reading...


"Aunty senang kau baik-baik saja." kinan menangkup wajah kai dengan sanyangnya.


Ada binar bahagia dan kelegaan dari wajah sendu kinan. kai menyambut tangan lembut itu dan menggenggam tangan kinan yang masih menempel di pipinya dengan isak tangis tertahan.


Kai samar-samar mengingat kejadian bertahun-tahun yang lalu. saat kinan dengan tanpa rasa takut merebutnya dari orang-orang yang hendak mencelakainya. menopang tubuh gempalnya dengan kekuatan yang tersisa saat ia bergelantungan di tepi jurang. dan dengan tanpa dosa sofia meninggalkan kinan setelah berhasil menarik kai naik kembali, hingga akhirnya pertahanan kinan runtuh dan jatuh kedalam jurang yang sialnya ia disambut oleh hamparan air yang beriak.


"aunty.." lirih kai di sela isaknya. ia tak sanggup mengeluarkan kata-kata yang tercekat di tenggorokannya. ingatannya bernostalgia pada kejadian yang ia alami sewaktu berumur 6 tahun.


"Kau masih hidup?" pertanyaan bodoh yang di lontarkan sofia dengan suara bergetar. terdengar sekali bahwa ia sangat ketakutan saat ini.


Hawa dingin dan mencekam menyeruak seiring dengan sirnanya lengkungan di bibir kinan. dan menoleh kearah sofia.


Tiba-tiba Wajah teduh itu berubah mengeras, ada kilatan marah dan dendam dari sorot mata kinan.


"Ya sofia aku masih hidup. Tuhan masih sangat menyayangiku dengan memberikan nyawa kedua untukku. kematian belum menginginkanku. tapi aku sudah siap menjadi setan yang akan menghantuimu" kinan menyeringai membuat bulu kuduk sofia meremang karena takut.


Sofia yang menjadi obyek pandangan menjadi semakin ketakutan dengan wajah yang semakin memutih seperti mayat.


Ia melepaskan pegangan tangannya pada meja makan dan berusaha mengangkat kakinya untuk melangkah bersamaan dengan langkah kinan yang mendekat ke arahnya.


Suasana senyap tak ada yang bersuara. kecuali detak jantung masing-masing yang berdegub kencang tanpa di perintah.


Kinan melangkah ke hadapan sofia dengan pandangan siap menerkam. dan membuat sofia memundurkan langkahnya seiring satu langkah maju yang di buat oleh kinan.


"Mau apa kau?" tanya sofia dalam ketakutannya.


Semua menyaksikan betapa menakutkannya wajah kinan saat ini. bahkan albert tak mengeluarkan sepatah katapun. ia masih sibuk dengan keterkejutannya sendiri.


Sama halnya dengan kai, ia masih mematung di tempatnya tak peduli dengan apapun yang akan di alami oleh sofia.


"Membuatmu percaya bahwa aku masih hidup." ucap kinan dengan sorot mata tajamnya.


"Kenapa? apa kau takut?" kinan tak menghentikan langkahnya. dan terus melangkah membuat sofia ingin menghilangbseketika itu.


"Apa maumu?" sofia semakin ketakutan ia nyaris berteriak.


"Semuanya!" ucap kinan lantang. "Aku mau semuanya." membuat sofia semakin mengernyit menutup mata rapat-rapat.


"Jangan takut sofia, aku kinan. saudara angkatmu yang sangat menyayangimu." kinan menyeringai membuat sofia kehilangan separuh oksigen dalam paru-parunya.


"Aku tidak akan menyakitimu. kau tau kan, aku cukup tau diri dan membalas budi selama ini. aku sudah memberikan semuanya padamu. aku memberikan kesempatan kepadamu untuk mengambil semua yang aku miliki. kenapa? itu karena aku sangat menyayangimu dan berterima kasih karena orang tuamu mengizinkan anak panti ini menjadi saudaramu. tapi apa yang kau lakukan?" bentak kinan. ia seperti singa tertidur dan terbangun dan lngsung mengaum.


"Kau meninggalkanku dengan ketakutanku. bahkan setelah aku memberikan hidupku untukmu." ucap kinan berapi-api.


"Aku tidak bersalah! aku tidak pernah meminta bantuanmu. kau sendiri yang menawarkan kematianmu." balas sofia dengan tak tau malunya.


Semua orang yang ada di ruang itu terkesiap mendengar apa yang di katakan oleh sofia. bahkan zahra yang entah sejak kapan menyaksikan itu dari lantai atas.


"Ya, kau benar. aku sendiri yang datang menawarkan kematianku. tapi ada harga yang harus kau bayar untuk itu." ancam kinan dengan entengnya.


"Sekarang aku datang untuk mengambil semuannya. semua yang menjadi hakku, bahkan yang menjadi milikmu, kau harus memberikannya padaku." kinan menoleh ke arah kai dengan seulas senyum simpul di bibir tuanya. membuat semua orang bertanya-tanya.


Zahra turun dengan sedikit berlari dengan kaki telanjangnya dan hampir terjungkal jika saja tangan kekar kai tak segera menangkapnya.


"Ibu..." lirih zahra dengan lelehan air mata yang tak terbendung.


Tubuhnya membeku dalam pelukan kai saat matanya terkunci oleh wajah yang selama bertahun-tahun ia rindukan.


Kinan tertegun mendengar suara zahra yang memanggilnya ibu. air matanya meleleh mendengar suara putri kecilnya memanggilnya dengan sebutan ibu. bahkan sebutan ibu belum pernah ia dengar dengan sempurna saat ia meninggalkan zahra waktu itu.


Ingatannya melanglang buana pada saat ia pergi meninggalkan zahra untuk urusan pekerjaan.


Namun tak di sangka bahwa tangisan dan rengekan putrinya saat itu adalah ucapan perpisahan dalam waktu yang sangat panjang.


Flashback on.


Zahra kecil semakin mengeratkan pegangan tangannya pada leher kinan saat ia berpamitan pergi keluar kota untuk urusan pekerjaan yang baru ia rintis di kota kecil yang baru ia datangi.


"Sayang, ibu pergi cuma sebentar. kanza sama nenek dulu ya." kinan berusaha melepaskan pegangan zahra yang semakin erat.


Hatinya terasa nyeri mendengar tangisan zahra yang menyayat. seakan itu adalah peringatan yang tak dapat kinan tangkap.


Ia memantapkan hatinya untuk pergi meski ia juga ragu karena pernah mengalami kecelakaan kecil namun berkesan kesengajaan.


Kinan berusaha menepis keraguannya. ia meyakinkan dirinya bahwa tidak akan terjadi selama ia pergi.


Namun rencana kepergiannya untuk urusan pekerjaan ia urungkan karena tiba-tiba ia sangat merindukan putranya.


Rencana yang telah tersusun ia rubah karena keinginannya yang kuat untuk melihat putra yang telah ua tinggalkan.


Bahkan hatinya sudah siap jika ia harus menyaksikan kebersamaan albert dan sofia yang saat itu telah resmi menjadi suami istri.


Dan disaat itulah semua tragedi berawal. kejadian yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya menjadi awal yang pahit bagi kinan dan zahra.


Flashback off.


"Ibu.." tangis zahra pecah seketika dalam pelukan suaminya, melihat kinan yang berdiri mematung tanpa memberikan respon apapun.


"KANZA.." akhirnya suara itu keluar dari mulut orang yang begitu zahra rindukan.


Bersamaan dengan itu, tubuh zahra melemas dan terkulai dalam pelukan kai. gadis itu pingsan.


Semua orang menjadi panik karena zahra yang tak sadarkan diri. Albert seperti di hantam tepat di kepalanya saat mendengar suara panik kai berusaha membangunkan zahra dalam pelukannya.


Sofia yang terlupakan keberadaannya di untungkan dengan zahra yang tiba-tiba pingsan.


Dan kesempatan itu sofia gunakan untuk pergi menghindari masalah yang akan menyulitkannya nanti.


***


Kabooor...