
Happy reading...
Beberapa hari setelah pembicaraannya dengan Albert, akhirnya hari itu tiba.
Hari dimana dua orang akan mengikat janji suci pernikahan. menyatukan jiwa raga dalam satu ikatan sakral. perkawinan dua jiwa dan penyatuan dua raga tak terpisahkan.
Perkawinan bukanlah sebuah ritual atau sebuah akhir. ia adalah awal sebuah perjalanan panjang, elok dan intim. dan tak ada yang lebih penting ketimbang rasa keseimbanganmu serta cara memilih pasanganmu.
Kai dan Zahra, di pertemukan oleh rasa sakit terikat oleh cinta tak bersyarat terpisahkan oleh keegoisan. namun sekarang keduanya di persatukan dengan janji suci di hadapan Tuhan untuk saling menjaga dan melindungi. mencintai dan mengasihi satu sama lain.
Di dalam ruang ganti, zahra dengan begitu cantiknya menggunakan kebaya berwarna putih yang melekat di tubuhnya. dengan detail sederhana namun elegan. perpaduan bahan tule dan brokat menciptakan satu kesatuan menjadikannya kebaya pengantin yang membuat siapapun yang memakainya akan tampak mempesona.
Di sebuh taman yang telah di sulap menjadi sebuah tempat dimana pernikahan akan di langsungkan, seorang pemuda dengan setelan jas slimfit super mahal berwarna senada dengan kebaya pengantin yang di pakai sang pengantin perempuan. sedang gelisah menanti sang ratu pujaan hati untuk segera membawanya kepelaminan.
Kai berulang kali menghembuskan nafas berat untuk menghilangkan kegugupannya. dan semua itu tak lepas dari pandangan sahabat yang sebentar lagi akan menjadi kakak iparnya.
"Kau gugup?" aldi bertanya dengan gaya tengilnya meledek sang calon pengantin.
Kai tak menjawab. hanya hembusan nafasnya telah menjawab semua pertanyaan.
Aldi terkikik. " kau masih punya waktu untuk mundur dari pertarungan ini, dude." kai semakin gusar karena aldi yang selalu mentertawakannya.
"Kau jangan meledekku. karena sebentar lagi aku akan mengalahkanmu. hal yang paling tidak bisa aku lakukan sebentar lagi akan terjadi." kai dengan percaya dirinya membalas perkataan aldi sambil menampilkan smirk smilenya.
"Maksudmu?" aldi memicing penuh pertanyaan.
" Dari dulu aku selalu ingin mengalahkanmu. tapi kau lawan yang cukup handal. tapi sebentar lagi kau akan kalah kakakku tersayang." kai menekankan kata-katanya.
Aldi terbahak meski ia masih bingung dengan apa yang di ucapkan kai. "caranya?"
"Aku akan mengambil satu-satunya yang berharga dalam hidupmu. yaitu Zahra. adik tersayangmu itu akan menjadi milikku seutuhnya. dan tak akan ku kembalikan padamu." kai tertawa penuh kemengangan. Aldi kalah telak tak dapat lagi membalas ucapan kai yang menurutnya menyebalkan.
Semua keluarga dan kolega hadir di sana tanpa terkecuali sofia pun hadir. meski dengan sangat terpaksa dan di bawah ancaman albert. wanita itu tampak tersenyum di buat senatural mungkin. ia tak ingin publik tau bahwa dirinya menolak dengan keras pernikahan ini.
Bagaimanapun kehormatan keluarga almeida tak boleh tercoreng. ia tak mau masalahnya terendus oleh awak media yang meliput acara sakral itu. karena itu sama artinya dengan mendepaknya dari kehidupan glamornya.
"Bersikaplah yang manis seolah kau juga bahagia. jika tidak, kai akan tau saat ini juga kalau kau bukan ibu kandungnya. bukan tidak mungkin dia akan mengabaikanmu sofia." ancam albert dengan suara beratnya.
"Tapi aku bersumpah aku tak akan merestui pernikahan mereka." sinis sofia penuh penekanan.
"Restumu bukanlah hal penting yang harus mereka pusingkan. mereka cukup mempunyai cinta yang akan membawa mereka kedalam kebahagiaan yang coba kau halangi." Albert berkata tenang namun cukup membuat sofia ingin meledak.
"Sapalah teman-teman sosialitamu itu. dan nikmati pestanya." albert melangkah meninggalkan sofia dengan kemarahan yang tertahan dan menghampiri kedua putranya.
"Sepertinya kau sudah tak sabar." ucap albert yang melihat kai tampak gelisah.
"Entah apa yang membuatnya tak sabar." timpal aldi dengan senyum mengejeknya. dan kai hanya melotot tak suka.
"sabarlah, sebentar lagi pengantinmu akan datang. biar daddy yang menjemputnya." albert berlalu dan meninggalkan dua pria untuk melanjutkan obrolannya.
Di dalam kamar rias itu, zahra sudah siap dengan balutan kebaya indahnya. senyumnya merekah tak pernah luntur menghias wajah cantiknya.
"Kau cantik sekali mbak." timpal cindy yang begitu terkagum-kagum melihat kecantikan zahra.
Di kamar itu juga ada Kania dan Renita yang selalu mendampingi zahra. kedua wanita itu begitu menyayangi Zahra. sehingga zahra tak merasakan kekurangan kasih sayang seorang ibu.
Terdengar suara ketukan pintu, lalu kania beranjak membuka pintu kamar tersebut dan ternyata albert yang hendak menjemput zahra karena acara akan segera di mulai.
"Tentu saja karena ia anak kinanti" kania menjawab tanpa dosa. kejengkelannya pada albert masih tersisa di hatinya. namun albert tak mempermasalahkan setiap ucapan pedas yang di lontarkan kania terhadapnya.
"Kau sudah siap?" zahra mengangguk dan segera menggamit tangn albert menuju tempat pernikahan.
Di sana, saat zahra menginjakkan kakinya di tempat ia akan melangsungkan pernikahan, ia di sambut oleh pandangan mata penuh kekaguman dari semua yang hadir di acara tersebut.
Tampak sepasang anak kecil berlari menyambut kedatangan zahra denga membawa sebuket bunga di tangannya. sepasang anak kecil itu yang tak lain adalah Rain dan Starla.
Starla merupakan putri dari kayla anak sulung sofia. gadis kecil itu lantas memberikan buket bunga pengantin itu kepada zahra sambil berucap "semoga bahagia" dan zahra menerimanya dengan seulas senyum dan ucapan terima kasih.
Albert menggandeng tangan zahra menuju tempat dimana akad akan di gelar. dan setelah sampai, Albert menyerahkan tangan zahra kepada kai untuk segera melaksanakan ritual pernikahan.
Setelah acara pernikahan yang di laksanakan pada siang hari, di lanjutkan dengan pesta yang mengambil tema pesta kebun.
Pesta di laksanakan dengan sangat meriah. senyum merekah tak henti-hentinya tersemat di wajah kedua mempelai.
Akhirnya dua orang yang bertahan dalam ombak kehidupan dapat melabuhkan cinta mereka dalam ikatan suci pernikahan.
***
cuplikan part selanjutnya.
Dua orang pria dan wanita menatap bingung pada banyaknya lalu lalang kendaraan yang masuk kedalam rumah yang biasanya sepi tanpa ada tamu yang datang.
Rumah yang biasanya tampak tak berpenghunipun seketika ramai dengan adanya mobil-mobil mewah yang membawa tamu-tamu dengan berpenampilah serba wah!!!
"Ada apa di rumah itu, kenapa ramai sekali?" seorang wanita bertanya kepada teman prianya.
"Kau tanya padaku, lalu aku bertanya pada siapa? sudahlah jangan di pikirkan. lanjutkan pekerjaanmu." timpal sang pria kesal.
"Aku kan hanya bertanya, kenapa kamu marah?" sang wanita tak terima karena si pria tak menjawab sesuai keinginannya.
"Karena aku juga tidak tau. itu juga bukan urusan kita." sang pria makin gusar.
"ya sudahlah!" sang wanita menggerutu sebal.
***
Pertanyaannya adalah siapakah mereka???
Hari ini udah double up ya, besok author mau libur aja, sedih sih jempol kalian irit banget.
part selanjutnya episode pengantin baru. mau di skip aja atau di bikin hot nih.
kabooor...
*
*
*
Balik ah! belum cipika cipiki ini 😘😘 👍👍👍 di banyakin biar author tau kalu cerita ini menarik. tembus 500 like author bakal double up lagi.
lots of luv chanda 💕💕💕