Daddy'S Love

Daddy'S Love
Part. 70



Happy Reading.


Gemerlap Hati tatkala seseorang tak sendiri . satu bagian darimu telah tumbuh dalam diriku. dan sebagaimana engkau lihat, engkau dan aku selamanya bersama. mungkin berjarak , namun kita tak terpisah.


***


Zahra pov.


Terik matahari menerobos ke balik tira kamar tidurku, tempatku terlelap bersama pangeran ku. entah mengapa semalam dia merengek meminta tidur bersamaku. merindukanku katanya. aku tau dia berbohong. dia selalu mengatakan hal yang sebaliknya. yang aku tau dia gelisah. terlihat dari gestur tubuhnya saat tertidur.


Semburat jingga menyilaukan mata. kulirik jam di atas nakas menunjukkan pukul 9 pagi. Ya Tuhan aku kesiangan.


Dia tak kutemukan di sampingku saat ku buka mata. ku edarkan pandangan menelisik kamar mencari keberadaannya. kosong.


Ku turunkan kaki melangkah mungkin dia di kamar mandi pun kosong. sayup kudengar suara gelak tawa riuh menggelegar dari arah taman, ku tengok dari balkon. orang asing. Siapa?


Bergegas ku bersihkan diri segera menyusul rain ke bawah, rasa penasaranku mendominasi. siapakah dia? kenapa bertamu sepagi ini. bukankah itu sangat tidak sopan.


Terdengar gelak tawa yang tak biasa. apa yang mereka lakukan? kenapa rain begitu bahagia. dan apa ini? daddy? Rain ku memanggil pria asing itu dengan sebutan daddy.


Jantungku berdetak lebih kencang, serasa ingin melompat. hingga ku dengar sendiri detakan nya yang semakin lama semakin cepat. aku tak kuat rasanya. benar-benar akan meledak.


Ku langkah kan kakiku ke arah pintu yang langsung menuju ke taman. Kakiku reflek terhenti. aku tercengang. Rain berada dalam pangkuan seorang laki-laki asing yang tak ku kenal. tapi aku yakin itu bukan kakakku meski aku tau ia akan datang pagi ini.


"Mommy!" rain berteriak saat melihatku berdiri tepat beberapa langkah di belakang mereka.


Lantas ia turun dan berlari ke arahku. aku berjongkok mensejajarkan dengan tubuh kecilnya.


Aku memandang lekat ke wajahnya menatap manik matanya yang berbinar menampakkan betapa bahagianya putraku.


Seketika ketakutan menderaku, lagi-lagi aku merasakan ketakutan karena alasan yang sama yang tak pernah ku ungkapkan pada siapapun.


Satu yang aku tahu, satu hal yang akan membuatnya sebahagia ini adalah kedatangannya.


"Mommy, he is back!" antusiasnya.


"My dad has come!" ucapnya lagi.


"My dad isn't liying." Rain ku bahagia saat mengatakannya. Ya tuhan apa lagi ini. lagi-lagi ku sebut nama tuhan dalam batinku.


"You not lie, thanks mom." dia memelukku erat sangat erat. kalimat terakhirnya menamparku sangat keras. sakit!


Aku sakit saat berbohong dia akan datang suatu saat nanti, dan membawa ribuan ikan yang cantik dan menaruhnya dalam toples yang besar hanya untuk menenangkannya dan membuatnya berhenti merengek menanyakan kapan ayahnya akan datang.


Aku tak mampu berkata-kata. aku terbungkam karena celotehnya menohok hatiku.


Dia beringsut melonggarkan pelukannya. aku kecewa.


"Mau kemana nak?" tanyaku, gelisah menanti jawabnya.


Tak taukah ia bahwa itu kata-kata sakti yang membuatku tak bisa memejamkan mata. seperti mantra yang siap mencabut paksa nyawa dari ragaku.


Samar ku dengar dia berkata "akan membawa kita" karena dia mengatakannya sambil berlari.


Aku masih bergeming. memandang punggungnya. ku beranikan melangkahkan kaki mendekatinya.


"Siapa kau?" suaraku bergetar menahan air mata yang hampir saja tumpah.


"Miss you so bad zahra." dia berbalik. kami saling berhadapan tanpa penghalang hanya beberapa langkah di depanku.


Aku termanggu di tempatku. suara itu yang selama beberapa tahun ku rindu. wajah itu yang sangat ku hindari namun diam-diam kubayangkan.


Anakku dan ayah dari anakku. Mereka seperti kembar beda usia menurutku.


Kakiku seperti tak berotot. tubuhku luruh jika saja sepasang lengan kekar berotot itu tak sigap menangkap ku dan mendekap ku.


Jantungku serasa berhenti berdetak beberapa detik. nafasku tercekat. inilah saatnya. tuhan tidak pernah salah memilih waktu pertemuan kami.


Pandangan kami saling mengunci, inilah wajah yang selama ini ku lukis dalam asa. kulihat manik matanya yang menyiratkan kerinduan dan luka. tak kutemukan kebohongan disana.


Dia merengkuhku, memelukku.aku merasakan tubuhnya bergetar. dia menangis entah karena apa.


Tanpa komando Tanganku terulur membalas memeluknya. kurasakan kepiluan dari tangisnya yang tertahan kurasakan kerinduan dalam hangat peluknya.


"Kai.." serakku, ia mengangguk.


"Aku takut kai." akhirnya kalimat itu terlontar dari mulutku setelah selama 3 tahun menyesakkan dada.


Air mata yang sedari tadi ku tahan dengan susah payah akhirnya meluncur begitu saja tanpa di minta.


"Aku merindukanmu, tapi aku takut untuk meraih mu." tangannya semakin erat memelukku.


"Mommy sofia..." aku terhenti. hampir saja aku melupakan janjiku.


***


Jeng... jeng.. jeng..


Anggap itu musik yang mengiringi drama pertemuan kai dan zahra.


Author tuh, ehhh... maknya zahra tuh nyesek, pengen bangkit dari kubur rasanya, kalo zahra di katain egois keras kepala segala macem. neng zahra kan belom ngasih tau alasan kenapa ngegantung sampe 4 taon.


duuuh,,,, jiwa arogan kinanti meronta-ronta dalam diri author.


Next bab kita bakal denger neng zahra berceloteh kenapa.. oh.. kenapa si eneng kabur melulu, tapi kasih 👍👍👍 banyak-banyak buat nyemangatin author yang lagi down.


Vote... vote... biar mereka cepet-cepet di pajang di pelaminan. 😃😃😃