
Happy Reading...
Aldi pov.
Entah kenapa sejak aku melihatmu, aku merasa bahwa kita sangat dekat. seperti ada kekuatan yang menarikku untuk masuk ke dalam kehidupanmu.
Aku tidak mampu mendeskripsikan yang aku rasakan. aku merasa kita sangat dekat. aku seperti pernah melihatmu tapi aku tidak tau dimana. setiap aku melihatmu tersenyum aku senang tapi aku juga merasa sedih di waktu bersamaan. dan wajah sendumu itu seperti ingin mengatakan suatu hal.
Aldi menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah panasnya kota.dan saat ini mereka sudah sampai di Cafe milik Aldi
***
Apa yang di lakukan oleh Aldi tidak luput dari pengawasan seseorang.
"Bagaimana, apa yang kau dapat?" tanya seorang wanita kepada seseorang yang berpakaian serba hitam.
"Saya melihatnya bersama seorang gadis di dalam toko perhiasan bos." jawab si pria berpakaian serba hitam.
"Gadis? Siapa? apa kau pernah melihatnya sebelumnya?" tanya seorang wanita lagi.
"Belum bos. tapi sepertinya mereka sangat dekat? jawab si pria lagi.
"Seperti sepasang kekasih maksudmu?
"Saya kurang tau bos." sambung si pria.
"Baik, selidiki juga siapa gadis itu dan apa hubungannya dengan Aldi dan ingat jangan sampai ada yang terlewat." titah si wanita.
"Baik bos, saya permisi." pria itu pamit dengan membungkukkan badan.
***
Di bagian negara lain, saat ini Kai sedang merasa tidak enak badan. ia merasa pusing dan sangat mual.
Hal itu ia alami setiap pagi dan malam menjelang tidur dan merasa nyaman di saat tengah malam.
Kai merasa bingung dengan kondisinya selama seminggu ini. bahkan ia sempat menduga bahwa ia sedang mengidap penyakit yang serius karena tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya.
Kai juga sangat sensitif dengan bau wangi yang sangat tajam. dan pagi itu Kai berangkat ke kantor dengan sedikit lesu karena terlalu banyak muntah.
Kini Kai telah sampai di kantornya. ya, sekarang Kai adalah seorang CEO di anak perusahaan yang ia dirikan di negara tersebut.
Di usianya yang di bilang muda, ia sudah mengemban tugas dengan mengelola anak perusahaam peninggalan ayahnya.
Kai masuk ke dalam lift dan dia segera kembali keluar karena ia mencium bau yang sangat menyengat dari parfum seorang wanita.ia tak tau apa yang terjadi pada dirinya dan daripada ia tersiksa senfiri lebih baik ia menunggu lift yang lain.
Kai masuk ke dalam ruang pribadinya dam dengan cepat ia menghubungi sekretarisnya.
"Hallo, selamat pagi pak!" sapa gadis itu saat di hubungi lewat ponsel pribadinya.
"Tolong kau buatkan janji dengan dokter hari ini" titah Kai dan langsung mematikan panggilan telponnya tanpa mendengarkan
ucapan sekretarisnya.
Hari masih terlalu pagi dan ia sudah berada di kantor karena ia tidak ingin meninggalkan pekerjaan yang rumit yang harus ia kerjakan pagi ini.
waktu sudah menunjukkan jam 11 siang dan Kai tengah bersiap untuk pergi kerumah sakit sesuai janji yang telah di jadwalkan oleh sekretarisnya.
***
Jika di negara lain hari sudah pagi maka disini di negara ini waktu sudah menunjukkan jam tengah malam.
Zahra tiba-tiba terbangun karena mual, akan tetapi ia tidak memuntahkan apa-apa kecuali caira bening.
Tiba-tiba ia teringat dengan jaket yang pernah ia kenakan untuk pulang malam itu.
ia mencarinya dan mendapatkannya di dalam lemari.lalu menciumnya dengan kuat.
Hey, ada apa dengan Zahra??? Jreng...jreng...jreng...
Hari ini udah dua bab ya, mohon dukungannya dong!!!