
Suasana di dalam ruangan itu sangat hening, hanya ada deru napas tipis yang saling menyahut. Perasaan yang tak karuan membuat kedua insan yang ada di dalam sana sibuk dengan pikiran masing masing, menunggu salah satu dari mereka buka suara.
"Ini hal tergila yang pernah lo lakuin, Rak. Ini pertama kalinya gue bener bener pengen mukulin lo. Mau lo itu apa sih sebenernya?"
Keelua berdiri di hadapan Anraka yang sedang duduk di atas kasur, gadis itu ingin membicarakan semua hal memalukan yang terjadi hari ini dengan suaminya.
"Tolong kasih tau gue, lo maunya gimana sebenarnya? Untuk ke sekian kalinya gue mau ingetin lo kalau kita ini enggak saling suka, lo enggak suka sama gue dan kita emang udah punya niat buat pisah secara baik baik. Lo bakal bantuin gue dan kita udah bikin kesepakatan."
Keelua menatap mata Anraka dengan lekat, ia mendekat kemudian memegang kedua bahu pemuda itu agar Anraka bisa lebih fokus ke arahnya.
Sungguh, Keelua sudah tidak tahan terus bergelut dengan situasi membingungkan seperti ini, ia tidak tau harus berbuat apa lagi jika Anraka pun membuatnya bingung setengah mati.
"Lo enggak dengar kata gue? Lo itu-AAAAAA!"
Anraka menarik kedua tangan Keelua yang masih berada di bahunya lalu melempar gadis itu ke atas ranjang hingga ia memekik kaget.
"Diam, Keelua. Lo udah terlalu banyak ngomong."
Anraka berada di atas Keelua, menatap sang istri dengan tatapan tajam khasnya. Untuk beberapa detik, Keelua merasa ketakutan namun di menit selanjutnya ia sadar bahwa Anraka tidak akan berbuat macam macam padanya.
"Gue juga udah bilang sama lo, gue mau kita batalin perjanjian itu dan kita enggak akan pisah. Lo tetap tinggal di rumah gue dan enggak bisa ke mana mana, lo udah jadi istri gue sekarang," ucap Anraka dengan penuh penekanan.
Napas Keelua tiba tiba sesak, ia sungguh berharap Anraka sedang becanda dan tidak serius dengan apa yang baru saja ia ucapkan. Tentu saja itu gila!
"Lo enggak bisa kayak gitu, ini udah perjanjian!" pekik Keelua kesal.
Anraka tidak mengatakan apa pun, pemuda itu kemudian bangkit dan melangkah mundur, ia membiarkan Keelua bernapas lebih lega.
"Ini kemauan gue. Lo enggak punya hak buat ngelarang gue ngelakuin apa yang gue mau dan lo harus nurut sama gue, apa pun yang terjadi."
Perkataan Anraka seolah seolah menjadi kilat yang menyambar untuk Keelua, gadis itu tidak mengerti, untuk apa Anraka melakukan ini?
"Buat apa, Rak?" tanya Keelua.
Anraka menaikan sebelah alisnya lalu melirik Keelua yang berbaring sambil menatap langit langit kamar.
"Buat apa lo nahan gue di sini, padahal kita sama sama tau kalau kita ini enggak saling cinta. Kita cuma lagi terjebak dalam keterpaksaan, gue cuma mau bebas, lo juga bakal bebas. Kita sama sama bebas, Rak."
Tanpa aba aba, air mata tiba tiba jatuh dari sisi kelopak mata Keelua. Gadis itu menangis lagi, entah sudah sehancur apa hatinya sekarang.
"Cuma lo satu satunya cara supaya keluarga gue bisa hangat, itu alasan gue enggak mau hubungan kita kandas sampai di sini. Gue emang enggak cinta sama lo tapi gue butuh kasih sayang orang tua gue."
Setelah mengatakan itu, Anraka keluar dari kamarnya dan meninggalkan Keelua yang membeku di tempatnya.
...****************...
Tok tok tok!
"Angel boleh masuk, enggak?"
Keelua menoleh, terdengar suara ketukan pintu dari luar.
"Masuk aja, Ngel. Enggak dikunci kok."
Muncul lah sosok seorang gadis kecil dari balik pintu, tampak mengintip ke dalam kamar dan mengamati kondisi di dalamnya.
"Enggak tau ke mana, kayaknya lagi pergi sama teman temannya." Keelua menjawab tanpa menoleh ke belakang.
Angel melangkah mendekat ke arah Keelua yang sepertinya sedang fokus pada layar laptopnya.
"Kak Keelua lagi apa, sih?" tanya Angel sambil mengintip layar laptop kakak iparnya.
"Lagi nonton drama Korea, Angel mau nonton juga?" tawar Keelua.
Dahi Angel mengerut, "Emangnya nonton drakor itu seru, ya? Teman teman Angel enggak pernah ngomongin ini," ujar gadis kecil itu.
"Masa teman teman kamu enggak ada yang nonton drakor, sih. Biasanya anak anak cewek untuk pada nonton ini, jangan jangan teman teman kamu masih nonton kartun, ya?" tebak Keelua sambil terkekeh mengejek.
Angel menggeleng, "Enggak, teman teman Angel udah enggak nonton kartun lagi. Biasanya mereka bahas game, pertandingan bola atau mau bolos ke mana," jelasnya.
Keelua sedikit terkejut, "Bar bar banget, teman teman cewek kamu semuanya bahas itu? Enggak ada yang lain?" tanyanya.
"Bukan teman cewek, Angel enggak punya temen cewek, kak. Semuanya cowok," balas Angel sambil memperlihatkan gigi putihnya yang berderet rapi.
Keelua mendecak, "Pantesan enggak ada yang bahas drakor."
"Seru, ya? Lebih seru dari game? Kalau iya, Angel mau dong coba nonton drama itu. Boleh, kak?" Angel ikut menatap layar laptop Keelua dengan penuh rasa semangat.
"Seru, dong!" Sini, kita nonton bareng."
Karena Angel sudah mulai tertarik, Keelua akhirnya menarik sebuah kursi yang ada di sebelahnya untuk ditempati gadis kecil itu.
"Duduk di sini, Ngel," titah Keelua sambil menepuk kursi di sebelahnya.
Angel mengangguk lalu dengan buru buru langsung duduk di atas kursi yang sudah Keelua ambilkan untuknya.
"Meja ini enggak pernah dipakai, paling cuma buat ditaruh tumpukan buku Bang Raka yang enggak pernah dipakai."
Keelua memperhatikan meja yang sedang ia gunakan ini, sebelum ia memakai meja ini untuk menonton drama, meja ini memang sangat berantakan.
"Ini meja belajar, 'kan?" tanya Keelua. "Sebelum kak Keelua pakai, meja ini emang berantakan banget," sambungnya.
"Iya, meja belajar tapi orangnya enggak pernah belajar jadi namanya bukan meja belajar lagi." Angel mendongak dan menatap Keelua.
Tentu saja, Keelua tidak akan kaget lagi. Kalau pun Angel mengatakan bahwa Anraka sering belajar, ia tidak akan percaya begitu saja.
"Terus sekarang namanya meja apa?" tanya Keelua, entah mengapa pertanyaan bodoh itu tiba tiba saja terlintas di kepalanya.
"Meja biasa, bukan meja belajar." Angel menjawab dengan polosnya.
Keelua tertawa kecil, diikuti Angel yang juga terkekeh.
Setelah itu, kedua perempuan tersebut akhirnya menikmati drama yang sama. Mereka menonton satu drama sampai episode terakhir, Angel bahkan tampak menikmatinya.
Tak sampai di situ, setelah menghabiskan satu drama full, Angel mengajak Keelua untuk menonton satu drama lagi. Tampaknya gadis kecil itu ketagihan.
Keelua senang menemani Angel nonton bersama seperti ini, akhirnya ia menemukan sosok pengganti Ravi yang dulu selalu menemaninya menonton drama. Keelua tiba tiba merindukan adiknya.