
"Apa apaan nih, lo sama Keelua pulang bareng? Kemarin datang bareng katanya cuma terpaksa, sekarang terpaksa lagi, ya?"
Sekiranya terdengar seperti itu pertanyaan yang diajukan oleh Gibran, pemuda dengan baju seragam yang berantakan itu sengaja memasukkan kepalanya ke dalam jendela mobil Anraka.
Tatapan jahil Gibran membuat Anraka sangat kesal namun pemuda tersebut menahan untuk tidak memukul wajah Gibran saat itu juga.
"Lo enggak ada kerjaan lain ya selain ngurusin hidup orang?" tanya Keelua.
Gibran mengusap usap dagunya, seolah berpikir keras.
"Enggak ada. Kalau gue ada kerjaan, pasti gue enggak akan sekolah lagi. Ngapain coba? Kan sekolah buat nyari kerja," balas Gibran dengan santai.
Keelua memutar bola matanya malas, memang buang buang waktu jika ingin berdebat dengan seorang Gibran Sanjaya.
"Gue mau pulang, minggir." Anraka tidak banyak bicara, ia hanya ingin kembali ke rumah.
"Bentar dulu," tahan Gibran.
"Kalian harus konfirmasi ke gue kalau kalian itu udah jadian. Iya, 'kan?" tebaknya.
"Apa pentingnya sih buat lo?"
Keelua sebenarnya malas meladeni si pemuda abal abal ini tapi jika tidak ditanggapi, Gibran pasti tidak akan berhenti.
"Mau gue jadiin info di instagram gosip gue, berita tentang Anraka dan geng EX itu yang paling ramai jadi gue enggak boleh ketinggalan info apa pun. Ngerti?"
Gibran menatap Keelua dan Anraka bergantian, wajahnya seperti tanpa dosa padahal kedua manusia yang sudah duduk di dalam mobil itu sangat geram dengan kehadirannya.
"Lo bener bener enggak waras," maki Keelua dan Anraka bersamaan.
"Tuhkan! Ngomong aja bisa barengan, kalian pasti lagi PDKT atau lagi friend zonean. Iya, 'kan?"
Mulut Gibran tak berhenti bicara, membuat Anraka benar benar ingin menyumpalnya.
"Yang kayak gini aja udah bisa jadi info tau, enggak? Gue enggak kebayang gimana ramainya kalau gue masukin ke instagram gosip pribadi gue alias instagram geng EX, pasti ramai banget dan gue bakal dapat banyak endorsean. Untung banget enggak, sih?"
Sudah cukup. Kewarasan Gibran benar benar harus dipertanyakan.
"Jadi selama ini lo bikin instagram
geng EX cuma buat jadi akun gosip doang?"
Langkah kaki seseorang terdengar, ternyata itu beberapa pemuda yang terdiri dari Romeo, Bumi dan Genta.
"Aduh!"
Kepala Gibran terbentuk di sisi kaca mobil Anraka karena ia terkejut mendengar tuduhan yang langsung ditembakkan padanya. Keelua cekikikan setelahnya.
"Enggak juga, kok. Buat geng EX tapi diselipin gosip dikit biar rame," kilah Gibran.
"Lo ngapain di sini? Kita mau pulang bareng, 'kan? Mobil lo mana?" tanya Bumi.
Sembari menunjuk ke arah depan, Gibran menjawab, "Itu di sana. Tadi gue mampir dulu buat minta klarifikasi dari dua pasangan yang kayaknya lagi PDKT, soalnya pulangnya berdua mulu," jelasnya.
Bumi dan Romeo akhirnya melihat ke dalam mobil untuk menemukan siapa pasangan yang Gibran maksud. Alis Bumi kemudian terangkat saat melihat sosok Keelua di dalam sana, duduk tepat di sebelah Anraka.
"Raka sama Keelua?" tanya Bumi.
Gibran mengangguk, "Iya, gila, 'kan? Makanya gue mau nyari info supaya bisa bikin feed terbaru yang bakal diserbu sama anak anak SMA Bintang yang super julid ini."
"Wih, keren juga, nih," imbuh Romeo.
Bumi tidak mengatakan apa apa lagi, pemuda itu beralih menatap Keelua yang pura pura tak merasakan apa apa padahal gadis itu tau bahwa Bumi sedang memperhatikannya.
Tanpa basa basi, Anraka langsung memundurkan mobilnya lalu segera pergi bersama Keelua yang duduk di sebelahnya. Sedangkan Bumi, pemuda itu terus memandangi kepergian Keelua dengan dada yang sesak hingga mobil berwarna hitam itu lenyap dari pandangannya.
"Kenapa lo? Ayo, balik," tegur Romeo seraya menepuk pelan bahu Bumi.
Lagi lagi Bumi menoleh ke arah perginya Anraka dan Keelua, "Ayo," balasnya.
...****************...
Keelua tampak gelisah di dalam mobil, dahinya basah karena keringat, tingkah gadis itu tak seperti biasanya.
"Stop ngeganggu kayak gitu atau lo gue turunin di sini," ancam Anraka dengan sarkas.
Keelua menoleh dan menatap nyalang Anraka yang tengah fokus mengemudi, gadis itu mendecih pelan.
"Kenapa sih kita harus selalu pulang berdua? Gue bisa pulang sendiri, gue enggak akan kabur. Pulang sama lo bikin gue cemas terus," omel Keelua.
"Cemas karena takut si Bumi ngejauhin lo, 'kan?" tebak Anraka.
Tepat sasaran.
"Enggak," elak Keelua dengan cepat. "Gue malas aja kalau Gibran cerewet kayak tadi, dia bilang bakal masukin berita enggak jelas kayak gini ke instagramnya geng EX. Siapa yang enggak risih coba?" jelasnya.
"Lo bisa turun sekarang kalau lo mau, gue juga malas kalau harus selalu pulang sama lo. Ini Oma Arum yang mau, tapi kalau lo enggak suka, lo enggak harus ikutin," tegas Anraka.
"Enggak usah drama," balas Keelua sambil terus mengecek layar ponselnya yang belum ada notifikasi sama sekali.
"Turun sekarang, gue malas lihat lo di mobil gue." Anraka menghentikan mobilnya, tepat di sisi jalan.
Mata Keelua melebar, "Lo enggak ingat terakhir kali lo nurunin gue di pinggir jalan? Gue kehujanan terus sakit, enggak bertanggung jawab banget sih lo!" serunya.
"Langit cerah, matahari panas, enggak akan hujan. Sekarang turun."
Tidak becanda, Anraka benar benar menyuruh Keelua turun dari mobilnya.
Dengan mata yang hampir memanas, Keelua langsung turun dari mobil Anraka tanpa basa basi lagi. Ia kesal dan tidak suka dengan sikap Anraka yang selalu seenaknya, seolah seolah pemuda itu bisa melakukan apa saja padanya padahal Keelua juga punya harga diri meskipun status mereka adalah sepasang suami istri.
Saat Keelua sudah benar benar turun dari mobilnya, Anraka pun langsung menancap gas dan meninggalkan gadis itu.
Keelua menarik napas dalam dalam, ia kesal sampai ingin menangis namun ini tempat umum, ia malu. Tak ada pilihan lain, gadis itu mendaratkan bokongnya ke sisi trotoar, tidak mempedulikan orang orang yang memperhatikannya, ia cuma harus meredakan emosinya sejenak sebelum memikirkan bagaimana caranya pulang.
"Lo enggak apa apa?"
Seseorang datang dan menegur Keelua, gadis itu awalnya tetap diam dan saat orang itu menepuk bahunya, gadis itu pun tersentak kaget.
"Siapa, sih!" kesal gadis itu sebelum menoleh.
"Hai!" sapa orang itu dengan semangat.
"Eh, Bumi. Ngapain lo di sini?" tanyanya, menghapus semua jejak jejak kekesalan di wajahnya. Namun, ia tak yakin itu akan berhasil.
"Lagi makan di cafe, lo ngapain di sini?" tanya Bumi balik.
"Enggak apa apa, lagi duduk duduk aja." Keelua tersenyum dengan giginya yang putih, senyum yang dipaksakan.
"Tadi lo pulang sama Raka, 'kan? Mana dia? Kok mobilnya enggak keliatan?" tanya Bumi lagi sembari mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempatnya berdiri.
"Dia udah pulang duluan," gumam Keelua.
"Pulang duluan? Lo ditinggalin?"
"Enggak," kilah gadis itu. "Gue yang minta diturunin di sini, lagi mau nyari udara segar aja."
Bumi tersenyum kecil, Keelua benar benar tak pandai berbohong. Sudah jelas Anraka meninggalkan gadis manis ini di pinggir jalan, Bumi, Gibran, Romeo dan Genta melihat aksi pemuda itu dari dalam mobil tadi. Itulah sebabnya mengapa sekarang Bumi ada di sini.
"Lo sendirian di sini? Yang lain pada ke mana?" tanya Keelua dengan ramah.
"Itu." Bumi menunjuk ke arah sekumpulan pemuda yang dapat terlihat dari jendela cafe, para pemuda itu pun tampak sedang memperhatikan Bumi dan Keelua dari dalam sana.
Keelua menutup wajahnya karena malu, ia pasti akan menjadi sasaran empuk bulian Gibran.
"Astaga, kenapa si batu kali ada di sini juga sih," gumam Keelua seraya menutup wajahnya dengan kedua tangannya karena ia tau bahwa Gibran sedang merekamnya.
...****************...
"Keelua mana, Raka?"
"Enggak tau."
"Anraka! Mana istri kamu?!"
Mendengar suara teriakan dari Oma Arum itu, Anraka yang tadinya sedang melangkah naik menggunakan tangga langsung berhenti lantas menoleh ke belakang.
"Raka tinggalin di pinggir jalan," ucap pemuda itu dengan santai.
"Kamu tinggalin di pinggir jalan? Apa apaan kamu ini?!" marah Oma Arum, beliau benar benar tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh cucunya.
"Bang Raka ninggalin Kak Keelua di pinggir jalan? Di mana, Bang? Kak Keelua baik baik aja, 'kan? Kenapa ditinggalin?" Angel datang dengan hebohnya, gadis kecil itu tampak baru saja keluar dari kamarnya.
"Dia berisik," jawab Anraka acuh lalu naik ke lantai atas tanpa menghiraukan Oma Arum lagi.
Beberapa kali Oma Arum memanggilnya namun pemuda itu tetap saja melangkah lalu masuk ke kamarnya. Pemuda itu terlihat tidak begitu pada nasib Keelua sama sekali, ia membiarkan istrinya begitu saja, sendirian di pinggir jalan dan entah pulang bersama siapa.
Mengapa Anraka bisa benar benar tega?"
Angel buru buru masuk ke kamarnya lalu mengambil ponselnya yang baru saja dia letakkan ke atas ranjang. Ia mencari nama Keelua di kontaknya kemudian langsung menghubungi kakak iparnya itu.
Beberapa saat panggilan itu berdering, Angel sudah hampir cemas hingga untung saja akhirnya Keelua mengangkat teleponnya.
"Halo, Kak Keel. Kakak di mana? Bang Raka ninggalin kakak di mana? Mau Angel jemput, enggak?"
Angel hanya terdiam mendengar jawaban Keelua dari ujung sana, gadis kecil itu sedikit cemas pada kakak iparnya karena kelakuan Anraka yang memang kadang kadang tidak berperasaan.
"Oh, gitu, ya? Beneran enggak apa apa? Kalau ada apa apa langsung kabarin Angel aja, ya. Angel siap jemput kak Keelua di mana aja, karena Angel bareng sopir," kata Angel sembari terkekeh karena Keelua juga terkekeh di ujung sana.
"Iya, kak. Hati hati, ya!"
...****************...
"Diturunin lagi?"
Gibran tertawa cekikikan sembari menatap wajah kesal Keelua yang menatapnya datar. Pemuda itu tak berhenti tertawa dari awal Keelua masuk ke dalam cafe hingga Keelua duduk di sebelah Bumi.
"Apa apaan sih lo, Gib? Keelua itu enggak ditinggalin." Giliran Romeo yang buka suara.
"Tapi?"
"Ditinggalin."
Kemudian kedua pemuda itu tertawa bersama, tidak menghiraukan siapa pun bahkan pengunjung cafe yang lain, sontak saja para pemuda itu menjadi pusat perhatian di sana.
"Diam atau gue siram es jeruk?" ancam Keelua. Ia benar benar serius.
"Santai aja kali, Keel. Lagian siapa suruh punya hobi ditinggalin mulu, ini baru ditinggalin di jalanan, gimana kalau ditinggalin pas lagi sayang sayangnya?" ledek Gibran lagi.
Romeo kembali tertawa sambil memegangi perutnya, kedua pemuda itu benar benar tidak memiliki rasa iba sedikit pun pada teman mereka. Saat Gibran dan Romeo sibuk tertawa, Ganta hanya geleng geleng kepala dan Bumi terus memperhatikan wajah Keelua yang lucu saat marah.
"Kalian jangan gitu, kasian Keelua. Si Raka juga tega banget ninggalin anak orang di pinggir jalan," ujar Bumi.
Sambil menikmati makanannya, Gibran manggut manggut, "Lain kali enggak usah nebeng sama si Raka lagi deh, Keel. Ini udah kedua kalinya dia ninggalin lo di jalanan, untung ada kita berempat yang bisa nganterin lo pulang, kalau enggak?" tanya pemuda itu.
"Naik ojek online lah, emangnya lo pikir gue bego apa?" balas Keelua dengan sedikit ngegas.
Kini giliran Bumi yang tertawa, Keelua benar benar pandai membalaskan dendam, sekarang Gibran terdiam tapi Romeo ikut menertawainya.
Benar benar tidak setia kawan.
Entah mengapa Bumi merasa kesal dengan sikap Anraka yang seenaknya kepada seorang gadis apalagi gadis ini adalah Keelua. Sebagai seorang laki laki, tugas mereka adalah menjaga perempuan dan memastikan mereka tetap aman bukan sebaliknya.
"Abis ini lo pulang sama gue aja, Keel."