BAD BOY IS MY HUSBAND

BAD BOY IS MY HUSBAND
75. Lapangan indoor



Bumi sebenarnya bingung, ia juga tak tau bagaimana caranya ia mengungkapkan perasaannya pada Keelua yang dengan begitu pandai mencuri hatinya dengan tanpa sengaja. Semua ini berjalan begitu saja, tanpa terencana, tanpa dibuat buat, Bumi saja bingung dibuatnya.


Ada banyak hal yang tidak bisa dijelaskan di dunia ini, termasuk perasaan suka yang muncul secara tiba tiba. Pemuda itu tak tau kapan awalnya namun ia sudah melihat sesuatu yang berbeda dari Keelua sejak dulu. Keelua adalah gadis yang tanggung, dia tak takut pada siapa pun namun selalu membalas segala kebaikan yang orang orang berikan padanya.


Tidak ada yang salah dari cinta, hanya mengungkapkannya saja yang selalu punya banyak kendala.


Bumi tau Keelua itu gadis seperti apa, dia tak seperti kebanyakan gadis lainnya. Gadis gadis biasanya suka bunga, coklat, dan hal hal yang yang romantis tapi berbeda dengan Keelua yang lebih suka buku, novel dan perpustakaan. Hal itu yang membuat Keelua tampak lebih menarik, terlebih lagi; Keelua mungkin adalah satu satunya gadis di sekolah yang tidak menyukai apalagi sampai mengejar salah satu dari geng EX.


Hari ini Bumi berniat untuk mengungkapkan perasaannya pada Keelua. Ia tak tau pasti akan seperti apa reaksi gadis itu namun Bumi yakin bahwa Keelua juga pasti menyukainya. Bumi berani berpikiran seperti itu karena dari pengalamannya tidak ada gadis yang bisa menolaknya, mereka semua akan tersenyum saat melihat Bumi dan mengatakan iya untuk apa saja yang Bumi minta.


Dan Keelua pasti akan melakukan hal yang sama.


Bumi mengambil ponselnya dan saku seragamnya lantas menghubungi seseorang yang akan ia temui hari ini, siapa lagi jika bukan Keelua?


Panggilan itu terhubung.


"Halo, Keel? Lo di mana?" tanya Bumi dengan nada suara ceria.


"Halo, gue di lapangan futsal indoor, lo di mana?" Keelua balik bertanya.


"Gue masih di kelas, tunggu bentar, gue udah jalan ke sana."


Bumi melangkah dengan terburu buru agar ia bisa dengan segera bertemu dengan Keelua, gadis pujaannya.


"Ya udah, gue tunggu di sini, ya," jawab Keelua seraya mematikan telepon.


Keelua diam beberapa saat, ia melongo. Gadis itu menebak nebak kira kira apa yang ingin Bumi katakan padanya hingga pemuda itu mengajaknya untuk bertemu di lapangan futsal indoor. Jarang jarang seorang Bumi bertingkah misterius seperti ini. Bumi bukanlah Anraka yang selalu menyembunyikan perasaannya, itu sebabnya Keelua heran dan begitu penasaran.


Beberapa saat setelahnya, muncullah sosok pemuda tampan yang memasuki kawasan lapangan indoor. Keelua menoleh namun dahi gadis itu berkerut karena yang ia temukan bukanlah Bumi melainkan Anraka.


Anraka melangkah mendekat ke arah Keelua dengan santai namun terkesan cepat. Keelua pun tak mengatakan apa pun sampai pemuda tersebut tiba di hadapannya.


"Pergi ke kelas."


Dahi Keelua semakin mengerut, "Apa apaan lo?" tanyanya.


"Enggak akan gue ulang, lo juga enggak tuli." Anraka berdiri tegak di hadapan Keelua yang duduk di tribun lapangan.


"Gue enggak mau, gue lagi nunggu orang," tolak Keelua dengan wajah juteknya.


"Nunggu siapa? Bumi?" tanya Anraka dengan tatapan datar mengintimidasi Keelua.


"Bukan urusan lo." Keelua memalingkan wajah, ia tak ingin menatap Anraka yang tiba tiba bersikap aneh.


"Lo enggak ngasih gue pilihan lain," gumam Anraka kemudian dengan gerakan cepat mengangkat tubuh Keelua dan membawa gadis itu ke pelukannya.


"Apa apaan sih lo? Lepasin gue!"


"Turunin gue atau gue gampar lo sekarang juga. Jangan bikin gue malu seumur hidup, Anraka," tekan Keelua seperti sedang berbisik.


"Teriak teriak lagi atau gue cium lo di depan semua orang."


Mata Keelua melebar, jantungnya seolah berhenti berdetak ketika mendengar Anraka mengancamnya dengan kalimat tak pantas barusan.


Mau tak mau, Keelua diam. Ia membiarkan Anraka tetap membawanya meskipun orang orang sudah menatap mereka dengan tatapan yang benar benar tajam. Tak sedikit Keelua mendengar banyak murid yang berbisik dan membicarakan mereka namun pemuda tinggi yang sedang berjalan di tengah tengah mereka tampak tidak ambil pusing dan terus berjalan.


"Bumi dimana nih? Gue 'kan udah janjian, kalau dia ke sana dan gue enggak ada, pasti dia mikir gue bohongin dia," gumam Keelua dalam hati.


"Udah, di sini aja! Gue bisa masuk sendiri, Raka!" teriak Keelua saat Anraka tiba tiba mendorong pintu kelasnya menggunakan kaki dan masih membawa tubuh Keelua di dalam dekapannya.


Semua orang yang berada di dalam kelas terkejut bukan main, mereka tidak bisa berkata kata saat melihat ketua geng EX itu menggendong Keelua dan membawa gadis itu hingga ke tempat duduknya.


"Jangan ke mana mana, lo harus tetap di sini sampai jam pulang. Tunggu gue di sini, lo pulang naik mobil gue," pesan Anraka.


"Enggak! Gue enggak mau pulang sama cowok gila kayak lo!" pekik Keelua kesal.


"Lo pulang sama gue," ulang Anraka lagi dengan menekan setiap kata dalam kalimatnya.


Tatapan mata Anraka mematikan, pemuda itu seolah membius Keelua hingga sang gadis tak dapat mengatakan apa apa selain diam dan mengikuti perintah pemuda itu.


Setelah mengatakan itu, Anraka berbalik dengan gaya cool-nya kemudian melangkah menuju pintu kelas. Di menit selanjutnya, pemuda itu berhenti lalu menoleh ke belakang lagi.


"Kalian semua yang ada di dalam kelas ini harus pastiin dia enggak ke mana mana dan tetap ada di dalam kelas sampai jam pulang sekolah. Kalau dia sampai keluar, kalian semua bakal jadi musuh gue," ujar Anraka dengan suara beratnya yang mampu menghipnotis siapa saja.


Usai mengancam seluruh penghuni kelas, pemuda itu benar benar pergi dan keluar dari kelas itu tanpa mengatakan apa apa lagi.


Di detik yang sama saat kaki Anraka keluar dari kelas, sorot mata semua orang yang ada di sana langsung tertuju pada Keelua dan menatap gadis itu tak percaya.


"Kita harus benar benar jagain Keelua nih."


"Lo pacaran sama Anraka, Keel?" tanya seseorang dari bangku belakang.


"Sejak kapan lo pacaran sama dia?" tanya suara lain lagi.


"Anraka ngegendong lo dari lapangan indoor sampai ke sini? Gila, keren banget!" puji seorang gadis yang duduk di depan Keelua.


"Gue yakin kalian pasti ada apa apa. Ternyata lo sama aja kayak cewek cewek yang lain, ya, ngejarnya tetap Anraka juga padahal udah ada Bumi yang ngedeketin." Seseorang tak ayal berkomentar negatif.


Keelua menarik napas panjang, tentu saja. Tentu saja semua orang akan berpikiran yang tidak tidak setelah apa yang mereka lihat barusan. Anraka memang kurang ajar, dia tidak pernah bisa memahami situasi dan memikirkan apa yang terjadi pada orang lain jika ia melakukan hal hal bodoh seperti tadi. Dan Keelua ini adalah korbannya, gadis itu harus menanggung semua rasa malu karena Anraka.


"Anraka sialan."