BAD BOY IS MY HUSBAND

BAD BOY IS MY HUSBAND
66. Dipermalukan



"APA?!"


"BENERAN?!"


"LO JALAN SAMA KEELUA? GIMANA BISA?"


"Santai, dong. Tenang, gue jelasin. Sebenarnya, gue udah lama suka sama si Keelua, enggak tau kenapa tapi gue tiba tiba punya perasaan aja gitu sama dia. Pokoknya susah banget dijelasin, yang jelas sekarang gue lagi pengen pedekate sama dia."


Gibran dan Romeo hanya bisa menganga mendengar penjelasan Bumi yang bagai petir menyambar.


Siapa yang mengira bahwa Bumi akan jatuh cinta pada Keelua yang terkenal sebagai gadis pecicilan di sekolah ini? Satu satunya gadis yang berani menentang seorang Anraka Pranata tanpa ragu sedikit pun.


"Gue kira lo sukanya cewek yang feminim, Bum. Kenapa sekarang tiba tiba lo pindah haluan ke Keelua yang gayanya pecicilan gitu?" tanya Gibran.


"Emangnya selama ini lo enggak sadar? Keelua itu cantik banget, Gib. Kemarin waktu gue perhatiin mukanya dari kaca spion, gue jadi sadar kalau tuh cewek enggak kalah cantik dari cewek cewek yang selama ini gue mainin," jawab Bumi sambil terkekeh pelan.


"Jangan berani berani lo mainin Keelua, dia itu cewek baik." Ganta buka suara.


Ganta adalah salah satu anggota EX yang paling mengenal Keelua karena gadis itu selalu bercerita banyak hal saat mereka bertemu. Keelua yang polos adalah gadis yang baik hati dan tidak pernah punya niat jahat pada orang lain. Dia ceria, cerewet dan punya hal baru yang seru untuk dijelajahi.


"Enggak, Ta. Kayaknya gue beneran suka kok sama dia." Bumi tersenyum kecil.


"Muka lo enggak meyakinkan." Gibran menatap curiga pemuda itu.


"Eh, mau ke mana, Ka?" tanya Romeo pada Anraka yang melangkah santai kemudian hendak keluar dari pintu kelas.


"Kenapa dia?" tanya Gibran pada teman temannya, sikap Anraka sangat aneh.


"Dia lagi mau ngerokok kali, udah biasa si Raka kayak gitu," timpal Bumi.


Semua anggota EX yang masih tersisa itu akhirnya kembali membahas soal Bumi yang tiba tiba menyatakan bahwa ia menyukai Keelua yang notabenenya adalah teman mereka semua. Saat asik mengobrol, tiba tiba Gibran bertanya;


"Lo yakin Keelua bukan salah satu cewek yang lo deketin cuma buat lo mainin doang?"


...****************...


ARGH!


BUG!


Pukulan yang melayang ke tembok toilet laki laki itu sudah yang kesekian kali, pelakunya adalah oknum bernama Anraka.


Pemuda itu tiba tiba masuk ke dalam toilet dan mengunci toilet tersebut dari dalam hingga tidak ada siapa pun yang bisa membukanya dari luar.


Anraka ingin meluapkan semua kekesalannya, apa takdir ingin main main dengannya hingga membuatnya harus terjebak di situasi sesulit ini?


Apa maksud dari ini semua? Siapa yang menyangka bahwa Bumi bisa menyukai Keelua begitu saja tanpa pemuda itu ketahui bahwa gadis yang ia sukai tersebut adalah istri dari Anraka?


Jangankan Bumi, Anraka saja masih sulit untuk menerima kenyataan ini. Apa yang harus Anraka lakukan? Apa ia akan membiarkan temannya berusaha menjalin hubungan dengan seorang gadis yang notabenenya adalah istrinya sendiri atau melarang Bumi untuk mendekati Keelua dengan alasan yang masuk akal?


Opsi kedua kedengaran lebih baik. Entah cinta atau tidak, sayang atau tidak, Anraka tetap tidak bisa membiarkan temannya berpacaran dengan istrinya sendiri, secara logika, itu tidak logis. Meskipun Bumi tidak mengetahuinya tapi Keelua mengetahuinya.


Ah, benar! Keelua harus menjauh dari Bumi jika gadis itu tidak ingin ada kesalahpahaman terjadi di antara hubungan pertemanan Bumi dan Anraka.


Anraka merasa bahwa Keelua pasti tau diri dan tidak mungkin membiarkan teman dari suaminya mendekatinya begitu saja. Keelua jelas tau bahwa ia sudah menjadi istri seseorang yang namanya harus ia jaga.


Anraka hanya tak ingin melukai perasaan Oma Arum yang sangat menyukai Keelua dan Angel yang begitu sayang pada gadis tersebut.


Pemuda itu akan melakukan apa pun yang ia bisa walaupun ia tak tau ini akan berhasil atau tidak, yang jelas semua cara akan ia coba.


Begitu emosinya sedikit mereda, Anraka segera keluar dari toilet dan seolah seolah tidak melakukan apa apa di dalam. Seperti biasa, pemuda tampan itu melangkah dengan santai dan tenang, tidak menghiraukan siapa siapa dan tidak membalas sapaan yang terus saja di lempar ke arahnya.


Beberapa saat berjalan santai, tiba tiba dari arah belakang ada seseorang yang menarik bahu Anraka. Anraka sontak berbalik dan hampir melayangkan bogem ke orang itu namun untungnya dengan cepat ia menyadari bahwa oknum yang baru saja mengganggunya seorang gadis. itu adalah


"Anraka! Aku udah lama banget enggak ketemu sama kamu, kamu kangen juga ya sama aku?" Gadis itu tiba tiba memeluk lengan Anraka dengan erat.


Anraka mencoba melepaskan cekalan gadis itu namun sangat sulit, ia juga tak mungkin menghantam gadis yang sangat mengganggu ini.


"Lepas!"


"Aku tau kamu kangen banget sama aku, aku paham kok tanpa kamu kasih tau. Maaf, ya. Beberapa minggu ini aku tuh ke luar negeri, ke Jepang, liburan gitu sama teman teman aku. Kamu pasti bingung nyariin aku, ya, aku enggak ada niat kok buat bikin kamu cemas. Aku juga sayang kamu!"


Isabella hendak mencium Anraka namun pemuda itu segera menghindar. Memangnya siapa yang merindukan gadis full make up itu? Anraka tidak merindukannya sama sekali, bahkan pemuda itu tidak menyadari bahwa gadis itu menghilang beberapa minggu.


Pantas saja dunia terasa sangat tenang beberapa minggu ini.


"Gue enggak peduli, lepasin gue." Anraka lagi lagi menghentakkan tangannya, ia ingin Isabella melepaskan cekalannya.


Anraka malu. Bukan malu karena tangannya dicekal oleh seorang gadis namun ia malu karena gadis yang mencekal tangannya ini adalah Isabella.


Sudah menjadi rahasia umum bahwa Isabella adalah gadis yang selalu bertukar tukar pasangan, ia punya banyak pemuda yang selalu mengajaknya jalan jalan atau ke mana pun dan gadis itu tak pernah menolak.


Bahkan di beberapa kesempatan saat Anraka sedang berkumpul bersama anggota geng EX inti dan seluruh anak buah geng EX di kantin belakang, ramai yang membicarakan Isabella dan saling bertukar cerita tentang apa saja yang sudah mereka lakukan bersama gadis itu.


"Kok kamu gitu, sih? Oh, iya. Salah satu mata mata aku ada yang ngasih tau ke aku kalau kamu sering datang ke sekolah bareng Keelua, ya? Si cewek kampungan yang miskin itu. Kamu ngapain ngejemput dia?" tanya Isabella dengan tampang cemberutnya, seolah olah ia punya hak untuk bertanya.


"Lo enggak punya hak buat nanyain apa pun tentang hidup gue." Anraka melepaskan cekalan tangan Isabella dengan paksa lalu meninggalkan gadis itu dan melangkah lebih dulu.


Tangan Isabella terkepal kuat, ia bersumpah akan membalas rasa sakit hatinya ini pada Anraka dan juga pada gadis kampungan yang bisa bisanya merebut perhatian Anraka darinya.


"Lo bakal tau siapa gue sebenarnya. Anraka."


...****************...


"Hari ini kita makan di kantin sekolah aja, yuk! Gue lagi malas makan bakso bau asap," ajak Bumi.


Gibran menyenggol lengan pemuda itu, "Malas makan bakso bau asap atau pengen ketemu gebetan?" tanyanya sambil tertawa kecil.


"Dua duanya, sih," jawab Bumi seraya mengusap kepala belakangnya.


"Ya udah, ayo. Gue juga penasaran gimana cara si Bumi ngedeketin cewek. Tapi cewek kali ini beda, cewek yang ini enggak ngejar ngejar si Bumi duluan." Romeo menyetujui dan ikut menggoda Bumi seperti Gibran.


"Bosan banget enggak sih ngelihatin si Bumi yang dikejar mulu, sesekali dia yang harusnya ngejar, dong. Harga diri laki laki di mana, bos?!" Gibran menepuk bahu Bumi yang berjalan di sebelahnya.


Bumi hanya tersenyum miring, "Gue ngejar dia sekarang, tapi pasti kalian bakal ngelihat dia ngejar gue abis ini."


"Ingat kata Ganta, Bum. Lo jangan sampai main mainin si Keelua. Kena hajar lo yang ada." Romeo memperingati.


Bumi terkekeh kecil kemudian menganggukan kepalanya pelan.


Anraka hanya memperhatikan Bumi yang berjalan satu meter di depannya, meskipun tidak mengatakan apa apa namun Anraka tidak akan membiarkan Bumi melancarkan aksinya untuk mendekati Keelua dan mengambil hati gadis itu.


Akan lebih mudah jika Keelua juga tidak ingin didekati oleh pemuda biaya seperti Bumi.


Geng EX akhirnya kembali melangkah bersama, mungkin seisi kantin akan kaget saat melihat kehadiran geng yang paling dipuja di sekolah ini tiba tiba muncul di kantin sekolah alih alih di kantin belakang tempat para berandalan sekolah berkumpul.


"Ada apaan tuh ribut ribut di kantin?" tanya Romeo.


"Gue kira cuma di kantin belakang aja setiap hari ada yang rusuh, ternyata di kantin sekolah juga, ya. Seru nih." Gibran melangkah cepat menuju pintu kantin, meninggalkan teman temannya yang masih tetap melangkah santai dan keren.


Yang lain pun bergegas menyusul. Saat geng EX memasuki area kantin sekolah, dengan cepat orang orang membukakan jalan untuk mereka dan membiarkan pada pentolan sekolah tersenyum melihat apa yang sebenarnya terjadi.


"Keelua?"


"Isabel?"


Baru saja Bumi hendak menghentikan aksi Isabella yang bisa bisanya merundung Keelua di depan banyak orang seperti ini, tiba tiba saja Anraka sudah ada di sana dan menjauhkan Isabella dari Keelua yang hanya menunduk dan memperhatikan seluruh seragamnya yang basah.


"APA APAAN SIH, RAKA? LO JANGAN HALANGIN GUE BUAT BIKIN MALU SI CEWEK MURAHAN YANG MISKIN INI!"


Isabella berteriak sekuat tenaga, dengan emosi yang meluap luap ia terus menunjuk Keelua tanpa mempedulikan orang orang yang sudah berkumpul untuk menonton aksi tidak terpujinya itu.


"Stop. Lo pikir lo siapa?" Anraka menatap Isabella yang sudah mirip seperti orang gila dengan tenang. Seperti biasa, Anraka selalu pandai mengontrol emosinya.


"GUE INI PACAR LO, KA! LO ENGGAK PERNAH NGELIHAT GUE DAN DENGAN SEENAK HATI LO BISA BISANYA JALAN BERDUA SAMA SI CEWEK ENGGAK TAU MALU INI!"


Tak habis habis hinaan yang Isabella lontarkan untuk Keelua, suasana di dalam kantin itu pun semakin panas, di sana hening hingga suara Isabella terdengar jelas ke seluruh penjuru kantin.


"Kita enggak pernah pacaran dan gue enggak mau punya pacar kayak lo. Malu maluin."


"Skakmat!" Gibran berseru.


Beberapa orang juga ikut bersorak saat Anraka dengan begitu entengnya membuat Isabella yang tadinya mengamuk langsung diam seribu bahasa. Niat hati ingin mempermalukan Keelua, kini malah dirinya lah yang dibuat malu oleh Anraka yang malangnya juga menjadi alasan gadis itu memaki Keelua sejak tadi.


"Lo benar benar enggak punya hati, Rak! Lo lebih milih cewek murahan ini dari pada-"


"Stop pakai kata murahan, gue yakin lo enggak mau nyindir diri lo sendiri di depan banyak orang, 'kan?" kata Anraka lagi.


Ini benar benar sudah menjadi puncak emosi Isabella, gadis itu sudah tak mampu mengatakan apa pun lagi. Ia benar benar marah dan malu di saat yang bersamaan sedangkan teman temannya juga tak membelanya sama sekali.


Di tengah keheningan itu, Keelua bangkit dan melangkah mendekati Isabella yang sedang berhadapan dengan Anraka. Sejak tadi Anraka berdiri membelakangi Keelua dan Lula, Lula tampak begitu terpanah saat Anraka datang dan membela mereka.


PLAK!


Tanpa mengatakan apa pun, Keelua langsung melayangkan tamparan keras di pipi kiri Isabella.


Hal itu membuat seluruh kantin kaget, bahkan Lula sampai menganga. Geng EX yang melihat aksi gadis itu lantas tersenyum miring, mereka tau betul seperti apa Keelua yang sebenarnya. Keelua tidak akan segan segan membalas perbuatan orang yang bertindak jahat padanya.


Gibran dan Romeo bahkan sampai bertepuk tangan untuk Keelua yang tampak sangat keren di mana mereka.


Keelua mendongak, menatap Anraka yang juga menatapnya. Pemuda yang ditatap itu sedikit kaget saat melihat mata dan pipi Keelua yang memerah. Anraka tau, Keelua pasti sangat malu dan marah karena hal ini.


"Tolong, ya. Jaga pacar lo baik baik."


Setelah mengatakan hal tersebut pada Anraka, Keelua langsung meninggalkan keramaian itu dan menerobos kerumunan lantas keluar dari kantin.