BAD BOY IS MY HUSBAND

BAD BOY IS MY HUSBAND
52. Kenapa harus dia?



Tidak mungkin, ini tidak mungkin. Tidak mungkin Anraka adalah calon suami yang selama ini orang tuanya sebut, tidak mungkin Anraka adalah calon suaminya. Mengingat bagaimana seringnya Anraka membuat masalah di sekolah dan betapa kepayahannya Keelua tiap kali memarahi Anraka saat pemuda itu memukuli orang orang yang tak bersalah di sekolah.


Menjadi mata mata Oma Arum saja sudah cukup membuatnya kewalahan apalagi jika harus menjadi istri dari pemuda itu. Tidak, ini pasti hanya mimpi buruk.


"Senang sekali akhirnya kita bisa ketemu lagi, kali ini bersama anak anak kita yang sebentar lagi akan resmi menjadi sepasang suami istri," kata Oma Arum saat membuka topik pembicaraan.


Kemudian sorot mata wanita paruh baya itu mengarah ke arah Anraka dan Keelua yang duduk bersebelahan namun memberi banyak jarak, keduanya tidak ingin duduk terlalu dekat.


"Dan untuk kedua cucuku Anraka dan Keelua, mungkin ini cukup membuat kalian terkejut karena pada akhirnya kalian tau bahwa kalian berdua tidak dijodohkan dengan orang asing, melainkan dengan orang yang tiap hari kalian temui. Oma Arum senang karena malam ini kalian bisa bertemu dan semuanya menjadi jelas, Oma ikut bahagia untuk kalian berdua." Oma Arum tersenyum simpul, ia benar benar senang karena akhirnya Anraka dan Keelua saling tau satu sama lain bahwa mereka telah dijodohkan oleh kedua pihak keluarga mereka.


Dalam hati Keelua mengumpat, ikut bahagia katanya? Bahagia apa yang wanita tua itu maksud? Keelua sama sekali tak merasa bahagia, ia ingin marah dan memaki, mengapa tidak ada yang memberitahunya sejak awal bahwa pemuda yang akan dijodohkan dengannya adalah Anraka?


Jika Keelua tau, gadis itu akan menolaknya mentah mentah tanpa berpikir panjang. Mungkin gadis itu juga tidak akan melawan semua rasa gugupnya hanya untuk bertemu dengan keluarga Anraka karena sekali lagi jika ia tau, gadis itu pasti sudah melarikan diri sejauh mungkin tanpa mempedulikan orang orang.


Berbeda dengan Anraka dan Keelua yang hanya bisa tertunduk lemas setelah tau siapa orang yang akan dijodohkan dengan mereka, Ravi dan Angel punya respon yang berbeda.


Ravi yang tadinya terdiam saking terkejutnya kini benar benar marah pada semua orang, ia tau bagaimana nakalnya Anraka dari semua cerita yang pernah ia dengar dari Keelua dan anak laki laki itu memang tidak begitu suka dengan sikap Anraka. Entahlah, pemuda itu terlalu dingin.


Apa orang tua mereka benar benar akan menjodohkan Keelua dengan Anraka yang nakalnya sudah tidak ketulungan lagi? Keelua benar benar akan menikah dengan ketua geng dari SMA Bintang yang pergaulan bebasnya tidak perlu dipertanyakan lagi. Orang tua mereka benar benar tega, mereka tidak memikirkan perasaan Keelua sama sekali.


Sementara Angel, ada perasaan berbeda yang gadis kecil itu rasakan, ia juga terkejut saat tau bahwa gadis yang akan dijodohkan dengan kakaknya ternyata adalah Keelua. Namun tidak seperti Ravi yang marah, Angel seolah senang dan menerima jika Keelua yang akan menjadi kakak iparnya.


Angel dan Keelua sudah sangat dekat, Angel juga tau sebaik apa Keelua padanya. Tidak ada yang perlu gadis kecil itu khawatirkan lagi tentang kakak ipar yang akan bersikap buruk padanya. Jika Keelua yang menjadi kakak ipar Angel, gadis kecil itu akan sangat senang dan bahagia. Ia akan memiliki teman yang akan selalu menerimanya di rumah.


Tapi, ia juga memikirkan perasaan Keelua yang entah rela menerima perjodohan ini atau tidak karena setau Angel, kakaknya dan Keelua tidak begitu akur, mereka selalu berdebat di mana saja mereka bertemu.


"Jadi bagaimana? Kita bisa bicarakan tanggal pernikahannya sekarang?" tanya Oma Arum. "Kita tidak perlu mengadakan acara pertunangan atau lamaran, langsung akad nikah saja dan resepsi," lanjutnya.


"Oma.." Keelua akhirnya buka suara.


Semua atensi yang tadinya mengarah ke Oma Arum, kini beralih ke arah gadis cantik dengan rambut yang tergerai indah.


"Kenapa, sayang?" tanya Oma Arum pada Keelua dengan lembut.


"Keelua memang sedikit terkejut-enggak, mungkin sangat terkejut setelah tau kalau orang yang dijodohin sama Keelua itu Anraka. Enggak ada yang pernah ngasih tau Keelua soal ini, mungkin Anraka juga sama, dia enggak tau apa apa. Tapi mau gimana pun, Keelua tau kalau rencana perjodohan ini udah enggak bisa diundur apalagi dibatalin. Keelua akan berusaha nerima ini semua tapi sebelumnya boleh enggak Keelua minta satu hal?" tanya Keelua dengan nada suara pelan, ia mencoba untuk tidak terbata bata saat berbicara apalagi sampai menangis.


Saat melihat anaknya yang mencoba untuk tegar, Sekar tak kuasa menahan air matanya. Dari cara gadis itu berbicara saja sudah menunjukkan bahwa ia sangat terpukul dengan semua rencana rencana yang disusunkan untuknya ini, meskipun ia terluka, ia tetap menerimanya.


Bambang juga sama, ia tak tega melihat anaknya seperti ini tapi tidak ada pilihan lagi. Setelah merenggut kebahagiaan anaknya, Bambang berjanji setelah ini ia tak akan pernah membiarkan anaknya itu menangis karena apa pun dan siapa pun termasuk suaminya sekali pun.


Sedangkan Arya dan Regina dengan perasaan campuk aduk hanya bisa diam seraya memandangi Anraka yang duduk di depan mereka. Untuk pertama kalinya mereka melihat satu satunya anak laki laki mereka itu tertunduk lemas dengan mulut yang terkunci rapat. Anraka memang tidak menangis tapi hatinya tercabik cabik.


"Kamu mau apa, sayang? Kasih tau ke Oma, Oma pasti akan kasih apa pun buat kamu," balas Oma Arum.


Keelua menangis napas panjang, ia benar benar harus mengatakan ini demi dirinya sendiri dan mungkin juga demi Anraka. Bisa dibilang, keputusan yang akan Keelua ambil ini adalah untuk dirinya dan juga calon suaminya.


"Kalau nanti Keelua beneran nikah sama Anraka, Keelua mau enggak perlu ada resepsi dan jangan undang teman teman Keelua," ucap gadis itu.


Dahi semua orang yang ada di sana mengerut, apa yang baru saja Keelua katakan? Apa gadis itu ingin menikah diam diam?


"Apa maksud kamu, sayang? Kamu mau nikah diam diam? Oma enggak setuju kalau kayak gitu, kalian harus nikah dan diakui sama negera," tolak Oma Arum.


"Keelua belum selesai," timpal Keelua lagi. "Keelua masih mau sekolah, kalau semua orang tau Keelua sama Anraka udah nikah, pihak sekolah enggak mungkin biarin kami berdua lanjut sekolah," sambungnya.


"Kamu tenang aja, itu semua bisa diurus kok, Keel," sela Arya.


"Bukan soal itu aja, Om. Kayak yang Om tau, Anraka punya banyak teman di sekolah dan enggak sedikit cewek cewek yang ngejar Anraka bahkan sahabat Keelua sendiri. Keelua cuma enggak mau hal hal yang tidak menyenangkan terjadi sama Keelua, mereka bisa aja buli Keelua karena ini. Keelua enggak mau itu," terang Keelua lagi, ia memang cemas soal ini.


Oma Arum dan semua orang yang ada di sana berpikir sedikit tapi memang ada benarnya juga. Tidak etis jika sepasang suami istri bersekolah di tempat yang sama dan semua orang mengetahui itu. Itu melanggar peraturan dan tidak lazim untuk kebanyakan orang.


"Keelua ada benarnya, kita enggak mau sesuatu yang buruk terjadi sama mereka berdua, 'kan? Apa lagi sampai terjadi pembulian, pihak sekolah enggak mungkin ngawasin murid muridnya setiap saat," kata Regina, ia mendukung pernyataan Keelua.


Oma Arum akhirnya menghela napas pelan, itu masuk akal.


"Kalau kayak gitu, kamu mau gimana? Nikah dihadiri sama keluarga besar aja? Atau nikah di gebung yang aman privasi? Bisa aja," tawar Oma Arum.


"Terserah aja, yang penting berita tentang pernikahan ini enggak kesebar keluar dan orang orang tau soal ini." Keelua mengangkat wajahnya, setidaknya ia bisa sedikit lebih tenang.


Semua orang tua, Anraka sangat sulit menerima ini semua.


"Satu satunya hal yang pengen Raka minta adalah batalin perjodohan ini."


...****************...


"ARGH, SIAL!"


BUGH! BUGH!


Sudah kesekian kalinya Anraka meninju samsak yang menggantung di depannya, pemuda itu benar benar marah dan kesal pada keadaan.


Kesalahan apa yang telah ia lakukan sampai pada akhirnya ia harus menjadi orang bodoh seperti ini? Perjodohan sialan yang telah menjeratnya membuat pemuda itu hampir gila.


Dan setelah mengetahui sosok gadis yang akan menjadi istrinya, pemuda itu semakin ingin kehilangan akal. Keelua bukan lah satu satunya gadis di bumi, kenapa ia harus sampai dijodohkan dengan gadis yang begitu ia benci?


Masih banyak sekali gadis gadis di luar sana yang sudah pasti mau menjadi istrinya tanpa perlu dipaksa. Apa yang orang tuanya lihat dari Keelua? Dia hanyalah anak penjual susu yang selalu mengurusi kehidupannya.


"Stop Anraka, stop!"


Oma Arum masuk ke dalam ruangan olahraga Anraka yang sudah sangat berantakan karena pemuda itu melempar apa saja yang ada di dalam sana hingga berhamburan ke lantai.


"Apa?!" teriak Anraka kesal.


"Apa yang kamu lakuin? Kamu enggak bisa kayak gini cuma gara gara kamu mau lampiasin semua emosi kamu. Kamu harus tenang, Anraka. Kamu harus tenang," kata Oma Arum.


"Tenang? Gimana Raka bisa tenang kalau semua orang yang ada di dalam rumah ini enggak pernah ngertiin perasaan Raka?" pekik pemuda itu lagi.


Oma Arum terdiam, Anraka benar benar sedang marah.


"Selama ini Raka enggak pernah minta apa apa ke Oma atau ke Mama Papa. Raka akan nurutin semua yang Oma minta ke Raka tapi kenapa harus Keelua? Kenapa harus dia? Apa enggak ada perempuan lain selain dia? Oma tau sendiri kalau Raka enggak suka sama dia, Raka enggak mau jadiin dia istri Raka!" seru Anraka dengan nada suara lantang.


"Kamu akan tau alasan kenapa Oma mau Keelua jadi istri kamu. Dia itu perempuan terbaik yang harus kamu jadiin istri, Raka."


"Tapi Raka enggak suka!" tolak Anraka untuk kalinya. yang kesekian


"Dari dulu, cuma Oma yang paling tau apa yang terbaik buat kamu lebih dari siapa pun termasuk diri kamu sendiri."


...****************...


"Enggak, Ma! Cukup!"


"Dengerin Mama dulu, sayang. Mama ngelakuin ini buat kamu."


"Buat aku atau buat ego Mama sama Papa?!"


"Keelua!"


"Apa, Pa? Apa lagi? Keelua udah cukup sama semua ini."


Keelua menutup kedua telinganya lalu berlari menuju kamarnya, setelah berdebatannya dengan kedua orang tuanya, Keelua sadar betapa tidak berharga perasaannya untuk orang tuanya. Yang orang tuanya pikirkan hanya bisnis dan semua hal seperti itu.


"Keelua, Mama dan Papa sayang sama kamu, Keel!" seru Sekar dari tempatnya berdiri.


"Omong kosong!" teriak Keelua seraya membanting pintunya dengan keras.


"AAAAAAAAAAAA!" Dengan sekuat tenaga Keelua berteriak nyaring.


"Kenapa harus Anraka?! Kenapa harus si bajingan itu?!" tanya Keelua pada dirinya sendiri, ia benar benar akan gila jika terus seperti ini.


Menerima perjodohan yang orang tuanya paksakan padanya saja sudah berat, ditambah lagi saat tau bahwa pemuda yang akan menikahinya adalah Anraka Pranata. Pemuda yang tidak pernah ada di dalam benak Keelua sama sekali, pemuda yang tidak mungkin ia jadikan pendamping hidup.


Tapi kenyataannya, ketidakmungkinan itulah yang terjadi sekarang. Hidup menyedihkan inilah yang harus Keelua terima, setelah pernikahan terpaksa ini, Keelua bisa menjamin bahwa tidak akan ada lagi kebahagiaan di dalam hidupnya.


"Gue bisa nerima siapa pun, tapi jangan Anraka!"