
Dan di sini lah Keelua berada, duduk di sebelah Anraka yang sebentar lagi akan mengucapkan ijab kabul dan akad nikah akan segera berlangsung.
Tubuh gadis yang sedang memakai kebaya putih itu seolah gemetar, ia tak tau apa yang harus ia lakukan sekarang. Dalam hitungan menit, ia akan benar benar menjadi istri seorang Anraka Pranata yang merupakan salah satu manusia yang masuk ke dalam daftar orang yang Keelua benci.
Keelua akan menikah dengan laki laki yang selalu membuatnya kesusahan karena sifatnya yang keras kepala sedangkan Anraka akan menikahi seorang gadis yang selalu membuatnya kesal.
Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apa mereka benar benar bisa tinggal bersama?
"Keel, ini hari bahagia kamu, kamu harus senyum terus ya, nak. Mama senang banget akhirnya bisa ngeliat anak perempuan mama satu satunya nikah." Sekar datang dan menghampiri Keelua dengan raut wajah yang sendu.
Dengan berat hati Keelua pun mengangguk, padahal Ibunya ini tau bahwa Keelua sama sekali tidak senang apalagi bahagia dengan keputusan keluarganya hari ini. Anraka dan Keelua sama sama berada dalam keterpaksaan, mereka berdua tak ingin ini terjadi, mereka berdua tidak ingin bersama selamanya.
Terlalu mustahil jika Keelua berpikir mungkinkah akan ada cinta di antara dia dan Anraka suatu hari nanti, Keelua tak bisa membayangkan bagaimana kasarnya Anraka memperlakukan setelah ini.
Keelua sangat sedih dan takut tapi gadis itu berpura pura tegar dan tersenyum, hanya itu saja yang bisa ia lakukan sekarang.
"Kita mulai, ya?" tanya seorang pria tua yang duduk di depan Anraka dan mengulurkan tangannya pada pemuda yang sebenar lagi akan menjadi suami sah Keelua.
"Iya, pak," sahut Anraka datar.
Keelua menarik napasnya dalam dalam, deru napasnya semakin tak beraturan, akhirnya ia benar benar tak bisa melawan kehendak orang tuanya. Mungkin, inilah yang dinamakan takdir.
"Ucapkan dengan satu tarikan napas, ya," pesan pria tua yang akan segera mengucapkan ijab kabul setelah Anraka baru saja menjabat tangannya.
Dengan lesu Anraka menganggukkan kepala, jujur saja bahunya tiba tiba terasa berat, seolah olah ia sadar bahwa sebentar lagi tanggung jawab yang amat besar akan membebani hidupnya. Mungkin sampai selamanya.
Tidak ada yang tau soal acara sakral ini, yang hadir di sana hanya keluarga inti dan keluarga terdekat saja seperti permintaan kedua mempelai. Teman teman terdekat bahwa sahabat Anraka dan Keelua pun tidak hadir, semuanya memang sengaja disembunyikan.
Anraka dan Keelua masih ingin melanjutkan pendidikan mereka, jika keduanya menikah secara terang terangan, otomatis orang orang akan bersikap berbeda pada mereka dan pihak sekolah pun bisa saja mengeluarkan mereka berdua dari sekolah.
Keelua tak mau itu, masa depannya masih sangat panjang.
Calon mempelai perempuan menundukkan kepala, sebentar lagi mempelai laki laki akan mengucapkan ijab kabul, ia harus kuat mendengarnya karena suka tidak suka, hari ini adalah hari yang akan sangat bersejarah untuk kedua manusia itu.
"Senyum, sayang." Sekar membelai punggung Keelua lantas menjauhkan dirinya sedikit dari anak gadisnya yang sebentar lagi akan resmi menjadi istri orang.
Seorang anak laki laki yang duduk di pojokan hanya menatap datar ke arah dua orang pasangan yang mimik wajahnya sangat jauh dari kata bahagia. Ia tau kakaknya merasa sangat sedih dan tidak akan bisa menerima semua ini.
Selain Keelua, Ravi adalah orang yang paling terpukul setelah mengetahui kenyataan bahwa keluarga yang melamar Keelua begitu cepat adalah keluarga Anraka. Bagaimana mungkin? Awalnya semua ini tak masuk akal namun setelah melihat semua ini dan akhirnya Keelua dan Anraka akan melangsungkan akad nikah, Ravi baru menyadari bahwa kakaknya benar benar akan menikah dengan pemuda yang kakaknya itu benci.
Ravi ingin menyelamatkan kakaknya dari penjara ini, tapi ia juga tak mampu, tak ada yang bisa ia lakukan selain menyaksikan kebahagiaan dan masa depan kakaknya hilang begitu saja. Jika pernikahan ini tak berhasil, nasib kakaknya akan jadi seperti apa? Keelua akan menjadi istri pemuda yang nakal dan tidak tau aturan, mungkinkah gadis itu akan mendapatkan perlakukan baik dari suaminya?
"Ravi.."
Suara lembut seseorang menyapa indra pendengaran Ravi, kemudian anak laki laki itu menoleh dan mendapati seorang gadis kecil cantik dengan rambut panjangnya yang terurai indah sedang menatapnya dengan mata bulatnya.
Ravi tak menjawab panggilan itu, ia hanya menoleh ke arah Angel lalu kembali menatap Keelua yang duduk berdua bersama calon kakak iparnya, meskipun Ravi sangat benci kenyataan itu.
"Kamu enggak apa apa? Bentar lagi akadnya bakal di mulai, kamu jangan duduk sendirian di sini. Ayo kita ke sana," ajak Angel dengan suara yang sedikit berbisik agar orang orang tak mendengarnya.
Ravi menggeleng pelan, "Gue mau di sini, lo duluan aja."
"Tapi orang orang duduk di sana buat nyaksiin akad nikah Bang Raka sama Kak Keelua, masa kamu doang yang duduk di sini. Kamu enggak mau lihat kakak kakak kita nikah?" tanya Angel.
"Gue enggak mau. Kalau dikasih pilihan, gue enggak bakal mau, Ngel. Kasian kakak gue, dia enggak mau ini, dia enggak bahagia. Orang orang pada jahat banget sama kakak gue, padahal udah jelas jelas kakak gue enggak mau tapi tetap aja dipaksa," sahut Ravi, mata anak laki laki itu memanas namun ia berusaha sekuat mungkin untuk tidak meneteskan air mata.
Angel menghela napas pelan, "Bang Raka juga enggak mau ini terjadi, Rav. Bang Raka juga terpaksa tapi setidaknya kita berdua sebagai adik mereka harus ada di sana buat ngedukung mereka dan yakinin mereka kalau mereka bakal baik baik aja. Kak Keelua pasti butuh kamu di sampingnya supaya dia bisa kuat dan percaya kalau keluarganya selalu ada buat dia dalam keadaan apa pun," jelas gadis itu panjang lebar.
Ravi mendongak lantas menatap mata Angel yang berdiri di sebelahnya dan berkata, "Semua ini terjadi karena keluarga lo yang ngelamar kakak gue buat kakak lo yang brengsek itu. Gue bakal bikin perhitungan sama kakak lo kalau sampai akhirnya dia nyakitin kakak gue karena dari awal, keluarga kalian yang datang buat ngambil kakak gue dari keluarga gue." Kemudian ia berdiri dan melangkah menuju Sekar yang duduk tak jauh dari Keelua.
Benar kata Ravi, keluarganya lah yang telah melamar Keelua untuk Anraka. Angel juga tak habis pikir, bahkan semua orang tau bahwa Anraka dan Keelua bukanlah satu kesatuan yang bisa disatukan. Mereka berbeda dan selalu bertentangan, bagaimana mungkin mereka bisa menghabiskan waktu mereka sebagai pasangan suami istri?
Setelah diam beberapa saat, Angel pun melangkah cepat menuju tempatnya tadi sebelum ia pergi mendatangi Ravi yang duduk sendirian di pojok ruangan.
Akad nikah akan segera di mulai.
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Anraka Pranata bin Arya Pranata dengan saudari Keelua Ameera bin Bambang Kusuma dengan mas kawin berupa emas satu set, uang tunai seratus juta rupiah, satu buah rumah beserta isinya, dibayar tunai."
Keelua memejamkan mata, ia tak sanggup mendengar ijab kabul pernikahannya sendiri padahal hari ini adalah hari bahagianya.
Mau tak mau, Keelua harus melakukan ini, mungkin apa yang terjadi hari ini adalah hal yang baik untuknya, Keelua akan berusaha ikhlas dan menerima.
"Saya terima, nikah dan kawinnya Keelua Ameera bin Bambang Kusuma dengan mahar yang telah disebutkan, dibayar tunai."
Anraka melantunkan ijab kabul dengan satu tarikan napas, sedangkan jantung Keelua rasanya semakin berdebar.
"Sah?"
"Sah!"
Satu helaan napas dari mulut Keelua seolah berhembus bersama segala cemas yang Keelua tanggung selama ini, tidak ada lagi yang bisa Keelua lakukan untuk memperjuangkan masa depannya. Hari ini, Keelua sudah sah menjadi istri Anraka, mau tak mau, suka tak suka, ia sudah resmi menjadi istri orang.
Selamat, Keelua gagal mempertahankan egonya sendiri.
Gadis itu terpaksa mengorbankan dirinya untuk segala rencana orang tuanya, apa boleh ia mengatakan bahwa orang tuanya tidak adil? Keelua ingin memberi protes atas ketidakadilan yang harus ia terima namun kepada siapa ia harus mengadu? Tidak ada siapa pun yang bisa mendengar tangisannya karena semua itu terus ia pendam di dalam hati.
Anraka menoleh ke arah gadis yang duduk di sebelahnya dan sudah resmi menjadi istrinya, menatapnya dengan datar dan menyadari bahwa semua ini memang sudah terjadi.
Tak ada lagi yang bisa Anraka lakukan, dari arah kirinya, ia melihat keluarganya menatapnya dengan tatapan haru dan bahagia. Sedangkan Anraka merasakan sakit hati yang begitu dalam di hati dan pikirannya, ini sangat menyedihkan.
Keelua menundukkan kepala, Anraka tau bahwa Keelua merasakan hal yang sama dengan apa yang ia rasakan, mereka berdua sama sama terpaksa. Ini semua karena keluarganya.
"Kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri," ucap pria yang menuntun jalannya ijab kabul Anraka tadi.
Tidak ada senyuman, tidak ada tawa bahkan tangis bahagia. Semuanya terasa hambar untuk Anraka dan Keelua.
"Silahkan istri cium tangan suami dan suami kecup dahi istri," titah seseorang yang Anraka tidak tau itu siapa.
Bukannya melakukan apa yang diperintahkan, Anraka malah diam saja dan tidak melakukan apa apa. Pemuda itu memang tak ingin menyentuh Keelua sama sekali, mungkin bagi semua orang mereka sudah sah menjadi suami istri tapi tetap saja rasanya aneh.
Anraka dan Keelua menikah secara terpaksa, itu adalah satu hal yang semua orang harus tau agar tidak ada yang menuntut kebahagiaan dari hubungan mereka berdua.
"Anraka, ayo, sayang. Cium istri kamu, kalian sudah jadi pasangan sehidup semati sekarang," tegur Oma Arum dari tempatnya.
Tidak ada pergerakan sama sekali dari Anraka dan itu juga yang Keelua harapkan, ia tak mau laki laki yang sialnya sudah resmi menjadi suaminya ini menyentuhnya apalagi sampai menciumnya.
"Iya, kamu juga, Keel. Cium tangan suami kamu, nak," timpal Sekar.
Keelua sama sekali tidak mengatakan apa pun, gadis itu terus menundukkan kepala padahal ia tau semua orang sedang menatapnya dan menunggu Anraka menciumnya.
Gadis itu tidak mau, ia tak mau menjadi istri Anraka, dia tak mau menjadi istri seseorang yang tidak ia cintai. Nasib Keelua sangat menyedihkan, ia tak pernah berpacaran selama hidupnya dan pada akhirnya ia harus langsung menikah dengan musuhnya.
"Keelua? Kamu dengar Mama, enggak?" tegur Sekar.
Keelua menggelengkan kepala lalu berlari ke dalam rumah dan masih menggunakan baju pernikahannya, aksi gadis itu lantas membuat semua orang cemas dan panik.
"Udah? Kalian udah puas?"