BAD BOY IS MY HUSBAND

BAD BOY IS MY HUSBAND
71. Fans Fanatik



"Buat apa?"


Anraka menoleh, "Apanya?"


"Kenapa lo nolongin gue? Gue enggak butuh ditolongin," kata Keelua lagi.


Anraka memilih diam, dalam hati ia mengumpat. Padahal ia sudah berniat baik untuk menolong, mengapa gadis menyebalkan ini mempertanyakan hal itu lagi?


"Pakai ini." Dengan cepat Anraka membuka jas sekolah yang ia pakai lalu memberikannya pada Keelua agar gadis itu memakainya.


"Apa apaan sih lo? Kenapa tiba tiba lo baik banget sama gue?" tanya Keelua dengan raut wajah kesal.


Tak menjawab pertanyaan Keelua, Anraka langsung mengaitkan jas sekolahnya ke kedua bahu gadis yang tampak lembab itu.


Anraka naik ke motornya lalu menyuruh Keelua untuk naik juga. Awalnya Keelua menolak namun Anraka terus memaksa hingga gadis itu akhirnya mau.


Tanpa berpikir dua kali, Anraka langsung membawa motornya keluar dari area sekolah, membiarkan orang orang berkumpul dan melihat kedekatannya dengan Keelua. Pemuda itu tak peduli dengan tanggapan mereka.


Di dalam perjalanan menuju rumah, Keelua hanya diam, tak seperti biasanya. Sesekali Anraka melirik wajah sang gadis dari kaca spion namun gadis itu tak memberikan ekspresi sama sekali, ia hanya menatap kosong ke depan.


Hal itu membuat Anraka sedikit was was, pasalnya ia sering melihat Angel menatap kosong namun tak pernah mendapatkan tatapan itu di mata Keelua.


Keelua adalah gadis yang ceria dan seperti tak punya beban, kali ini, dia seperti kehilangan jiwanya sendiri.


"Jangan kayak gitu," ucap Anraka di dalam perjalanan.


Keelua tak menjawab, ia hanya melirik wajah Anraka dari kaca spion. Tampaknya gadis itu benar benar kehilangan minat untuk berbicara atau sekedar mempertanyakan lagi.


Keduanya akhirnya sampai di kediaman Pranata, mereka masuk ke dalam rumah yang sepertinya kosong karena Bibi Maryam mengatakan bahwa semua orang sedang tidak ada di rumah.


Dengan pakaian yang hampir kering di badannya, Keelua masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ke kamar Anraka, si pemilik kamar juga mengikutinya dari belakang dan sama sama naik ke lantai dua.


"Tunggu di luar," kata Keelua pada Anraka.


"Enggak, gue mau masuk. Lo ganti baju di kamar mandi aja." Dengan sigap Anraka menahan pintu yang hampir saja di tutup oleh Keelua.


Keelua menatap Anraka dengan malas lantas membiarkan pemuda itu masuk karena ia sedang tidak berselera mengomeli pemuda itu.


Tubuh Keelua seraya sangat lelah, ia hanya bisa berjalan gontai ke kamar mandi setelah melepas tas lembabnya ke lantai begitu saja.


Anraka duduk di atas ranjang, memperhatikan Keelua yang akhirnya pergi mengganti seluruh pakaiannya yang basah.


"Jagain dia kenapa seribet ini, sih," gumam Anraka lalu membanting tubuhnya ke belakang.


Keelua mungkin heran dengan sikap Anraka saat ini, sangat berbeda dengan awal mereka dipaksa tinggal satu rumah. Namun, Anraka belum bisa mengatakan apa alasannya pada gadis itu, ia terlalu gengsi.


"AAAAAAAA"


Anraka terlonjak kaget, ia baru saja mendengar suara teriakan yang terdengar bagai petir yang menyambar dari kamar mandi.


Mengapa Keelua teriak teriak di pagi hari seperti ini?


Anraka bangkit, ia ingin melihat apa yang terjadi di dalam sana namun ia ragu. Pemuda itu takut jika saja terjadi suatu hal yang akan ia sesali di masa depan.


"Kenapa, woy?" tanya Anraka dari luar.


Keelua tidak menjawab, Anraka berubah was was.


"Lo kenapa, keel?" tanуа Anraka


"Keel?"


Ini ketiga kalinya Anraka bertanya namun tak ada jawaban.


Pemuda itu berubah panik, apa yang Keelua lakukan di dalam? Tak ada pilihan lain, Anraka harus masuk ke dalam untuk memastikan Keelua baik baik saja dan tidak melakukan hal yang aneh.


"Keelua!" panggil Anraka seraya hendak membuka pintu kamar mandi yang mungkin terkunci dari dalam.


Baru saja Anraka hendak menyentuh gagang pintu kamar mandi itu, Keelua tiba tiba saja keluar dari dalam sana dengan keadaan sehat tanpa kekurangan sedikit pun.


"Lo lagi ngapain di situ? Lo mau ngintipin gue, ya?" tanya Keelua, gadis itu langsung menuduh Anraka yang bertingkah mencurigakan.


Anraka menggeleng, "Enggak, gue tadi dengar lo teriak dari dalam jadi gue cuma mau mastiin aja. Lagian gue panggil enggak lo jawab, sih," jawabnya.


Keelua memincingkan mata, "Alasan," tekannya.


"Gue enggak bohong! Ngapain gue ngintipin lo segala? Enggak penting banget," elak Anraka dengan wajah yang tiba tiba memerah.


"Muka lo merah," ujar Keelua. "Dasar cabul," lanjutnya.


Mata Anraka melebar, tubuh pemuda itu seperti membeku saat Keelua menuduhnya dengan kata yang membuatnya malu setengah mati. Padahal niat pemuda itu baik namun Keelua sangat mudah salah paham.


"Gue laporin ke Oma, gue bilang cucu kesayangannya ini cabul banget," ancam Keelua seraya berjalan menuju closet dan berganti pakaian.


Alis Anraka menekuk, "Kita 'kan udah nikah," balasnya.


Mendengar itu, Keelua tiba tiba terdiam. Astaga, ia lupa.


"Enggak usah ingetin gue fakta nyebelin itu, lo diam aja." Keelua masuk ke dalam closet dan meninggalkan Anraka sendirian.


Anraka hanya bisa geleng geleng kepala, mengapa ia diharuskan tinggal bersama gadis aneh seperti Keelua ini? Entah apa yang ada di dalam pikiran orang tuanya saat memilih gadis yang sangat bodoh ini untuk menjadi istrinya.


Namun, Anraka pikir pikir, Keelua memang pantas ada di rumah ini dan menyandang status sebagai menantu.


Tak lama berselang, Keelua keluar dari closet dengan baju rumahan yang santai. Anraka kembali berbaring di atas ranjang dan tidak melakukan apa apa.


"Lo ngapain masih ada di sini? Balik ke sekolah sana," titah Keelua seraya mengeringkan rambutnya menggunakan handuk.


"Ini kamar dan rumah gue, gue bebas ngapain aja," balas pemuda itu.


Keelua mendecak, berbicara dengan Anraka memang tidak akan bisa memiliki titik terang.


"Jadi karena kamar dan rumah ini adalah punya lo akhirnya lo enggak mau balik ke sekolah gitu? Kenapa? Lo mau bolos?" tanya Keelua dengan kesal. Berbicara dengan Anraka memang selalu harus pakai emosi.


Anraka melirik Keelua sebentar, "Lo kenapa enggak pakai baju sekolah lagi? Lo mau bolos?" tanyanya balik.


Keelua mengambil sisir di atas meja lalu melemparnya ke arah Anraka dengan kesal hingga mengenai lengan pemuda itu.


Terdengar Anraka mengaduh namun ia tetap tinggal di posisinya dan tidak mau mengindahkan perkataan Keelua.


"Lo harus balik ke sekolah, Anraka!" seru Keelua semakin kesal.


"Lo ribet banget, gue juga terpaksa balik ke rumah gara gara ngurusin lo yang selalu ngerepotin gue." Anraka memejamkan mata, sama sekali tak mau mengikuti perintah Keelua.


"Ini semua terjadi gara gara lo juga, gara gara pacar dan fans fanatik lo yang udah enggak waras!"