
"Makan."
Keelua mendongak, ia mendapati Anraka sudah ada di depannya dengan plastik putih berisi makanan serta minuman cepat saji yang tentu saja tidak di jual di kantin sekolah atau pun di kantin belakang.
"Ini apaan?" tanya Keelua.
"Makanan."
"Buat apa?" tanya gadis itu lagi.
"Buat dibuang."
Keelua mendecak, "Maksud gue kenapa lo tiba tiba bawain gue makanan?" ulang gadis itu lagi, Anraka ini tidak mengerti bahasa Indonesia atau apa.
"Lo mau makan, kan? Lo haus, kan? Apa lagi?" Anraka menyodorkan plastik itu ke depan wajah Keelua.
Sang gadis gugup, ia menyapu kelas dengan sorot matanya dan menyadari bahwa semua penghuni kelas sedang memandanginya dengan tatapan yang berbeda beda, entah apa yang mereka pikirkan sekarang, sikap Anraka terlalu berlebihan.
"Ya udah, makasih. Sekarang lo balik ke kelas lo aja, gue mau makan," usir Keelua, ia tak ingin teman teman kelasnya curiga dan gosip gosip baru tentangnya dan Anraka bermunculan lagi.
"Gue mau di sini, jagain lo."
Suasana kelas berubah riuh, beberapa orang bersorak ketika mendengar ucapan Anraka yang sangat menggetarkan hati itu. Mengingat bahwa Anraka adalah incaran semua gadis di sekolah ini, kecuali Keelua tentu saja.
"Duh, gue enggak kuat deh!" sorak seseorang dari bangku belakang.
"Ini kenapa jadi uwu uwu di sini, deh?" kata seseorang yang lain lagi.
Tak sedikit pula Keelua mendengar bisikan kata kata yang tidak mengenakkan hati dari teman temannya itu namun gadis itu memilih untuk tidak peduli.
"Enggak usah, lo balik ke kelas aja. Ngapain sih di sini? Banyak orang tau, kita diliatin!" ujar Keelua, ia mendorong tubuh Anraka pelan ke belakang.
Sikap Keelua itu membuat beberapa gadis geram, mereka tidak terima pujaan hati mereka diperlakukan seperti itu. Terlebih lagi ini adalah pertama kalinya mereka melihat Anraka bertingkah manis pada seorang gadis selama mereka bersekolah di SMA Bintang.
Anraka tidak pernah bersikap lebih baik dari ini sebelumnya, pemuda itu di kenal dingin dan tak tersentuh, ini momen yang sangat langkah namun Keelua menyia-nyiakannya begitu saja. Apa gadis itu tidak tau, bahwa semua gadis yang ada di kelas ini ingin berada di posisinya sekarang?
"Gue bakal pergi kalau lo janji enggak akan keluar dari kelas sebelum jam pulang, gue bakal datang ke sini buat jemput lo," kata Anraka.
Keelua menghela napas panjang, "Iya, Raka," jawabnya.
Anraka pun berbalik lalu keluar dari kelas dan meninggalkan semua orang yang ada di sana dalam keadaan Kebingungan. Sebenarnya apa yang terjadi pada pemuda itu? Sikapnya tiba tiba saja berubah dan dia bukan lah Anraka yang dulu.
Di menit setelah Anraka menghilang dari balik pintu kelas, semua gadis yang sedang berada di dalam kelas Keelua langsung mengerumuni gadis itu dan membuat sang gadis terkejut.
"Keelua, kasih tau gue, ada hubungan apa lo sama Raka? Kalian pacaran, ya? Kalau kalian pacaran, gue bakal mundur dan ngehapus semua harapan gue buat bisa menggapai cowok impian gue itu," kata seorang gadis yang datang langsung ke hadapan Keelua.
"Cuma Keelua yang bisa bikin si Raka berhenti mukulin orang, jadi enggak nutup kemungkinan kalau si Raka jatuh cinta sama Keelua, 'kan?" Seseorang menimpali.
Keelua tidak dapat mengatakan apa apa, telinganya penuh dengan suara suara para gadis ini. Keelua menutup telinganya dengan kedua tangannya namun tetap saja suara orang orang ini masih bisa terdengar di kepalanya.
"Kalau di tanya jawab, dong. Kita butuh kepastian, masa hal kayak gini aja lo enggak mau kasih tau ke kita?"
"Lo jangan sok jual mahal deh sama si Raka, lo enggak tau kalau dia itu incaran cewek satu sekolah? Bisa bisanya lo bersikap seolah lo enggak mau sama dia, padahal gue yakin di dalam hati; lo pasti senang banget karena diperhatiin sama Anraka. Jujur aja deh!"
"Lo juga enggak begitu pantas sih buat si Raka, lo bukan dari keluarga kaya, lo biasa aja, enggak pernah dandan. Aneh banget si Raka bisa suka sama cewek modelan kayak lo."
"Kayaknya seru ngelihat lo di tumpahin air kayak kemarin deh, lo lebih pantas basah kuyup kayak gitu terus pulang sendiri daripada di anter sama Anraka."
Suara suara itu kian mengganggu, Keelua tak mampu lagi membendung rasa marahnya dan akhirnya ia bangkit dan menggebrak meja hingga membuat semua orang yang ada di dalam kelas terlonjak kaget.
BRAK!
"Udah, deh. Kalian ngapain sih ngurusin hidup orang?! Kalau kalian mau tau kenapa si Raka kayak tadi, tanya aja sama dia langsung, kenapa nanya ke gue?!" Keelua jengah, ia berteriak kencang pada gadis gadis yang terus saja memojokinya karena perlakuan istimewa Anraka kepadanya. Itu membuat Keelua kesal.
"Enggak usah kecakepan deh lo, lo kayak gini karena mikirnya sekarang Anraka udah ada di pihak lo, 'kan? Anraka itu enggak akan mungkin suka sama cewek kayak lo," maki seorang gadis yang kalau Keelua tidak salah namanya adalah Intan.
"Terus dia sukanya sama cewek kayak lo?" tanya Keelua.
"Dibandingin sama lo, jelas gue lebih baik," jawab Intan dengan percaya diri.
"Terus kenapa dia lebih milih deketin gue dari pada deketin lo? Kenal sama lo aja enggak, jangan berharap lebih kalau udah tau ujungnya bakal sia sia."
Pernyataan Keelua itu sontak menjadi boomerang untuk Intan, gadis berkulit sawo matang itu lantas terdiam dan tak mampu berkata kata lagi. Ia berbalik lalu meninggalkan kelas dengan perasaan malu.
"Kenapa kalian masih di sini? Apa perlu gue telpon Anraka buat bubarin kalian?" tanya Keelua, masih dengan wajah yang kesal.
Mau tak mau, semua gadis itu membubarkan diri meskipun tak sedikit dari mereka punya dendam pribadi pada Keelua karena telah membuat mereka kehilangan harapan untuk menggapai ketua geng EX idaman mereka.
Keelua menghembuskan napas lega, akhirnya ia bisa bernapas tanpa menghirup aroma parfum yang tercampur seperti tadi, dadanya terasa sesak.
Anraka benar benar membuat Keelua berada di dalam kesulitan setiap harinya, sebenarnya untuk apa pemuda itu bersikap baik padanya seperti tadi? Apa ia sengaja membuat Keelua harus menanggung semua beban yang penggemar pemuda itu beri padanya?
Anraka tentu tau, dengan menghadapi para penggemarnya, Keelua akan tersiksa.
Tak lama setalah kondisi di kelas itu sudah kondusif, Keelua memilih untuk duduk dan mulai memakan makanan yang Anraka bawakan untuknya. Beberapa saat setelahnya, ponsel Keelua berdering, begitu si gadis melihat siapa yang menghubunginya, matanya melebar.
"Astaga, Bumi!"