BAD BOY IS MY HUSBAND

BAD BOY IS MY HUSBAND
60. Elvano



"Gue langsung balik, ya."


"Iya, hati hati, La."


Lula melambaikan tangan dengan semangat kemudian langsung masuk ke dalam mobilnya. Gadis itu awalnya mengajak Keelua untuk pulang bersama namun gadis dengan rambut dikuncir itu menolak, alasannya ia sudah punya janji dengan seseorang padahal itu tentu saja tidak benar.


Begitu mobil Lula keluar dari parkiran, Keelua langsung terduduk lemas, gadis itu benar benar merutuki dirinya sendiri.


Apa yang Lula katakan tadi? Anraka adalah cinta pertamanya? Bagaimana ini, bagaimana kalau Lula tau bahwa cinta pertamanya itu adalah suami sah sahabatnya sendiri?


Keelua tidak bisa membayangkan akan sekecewa apa Lula pada dirinya, hubungan pertemanan mereka sudah pasti akan hancur berantakan dan Lula pasti akan membencinya seumur hidup. Keelua tak mau itu terjadi. Ia menyayangi Lula, Lula adalah teman terbaik yang pernah Keelua miliki.


Dengan kedua tangan yang memeluk lutut, Keelua hanya bisa menundukkan kepala dalam dalam sekarang, ia tak mampu lagi berpikir dan satu satunya cara agar hubungan persahabatannya dengan Lula tetap terjaga adalah hal ini harus selalu tersembunyi dari siapa pun. Tidak ada yang boleh mengetahuinya, siapa pun itu.


Keelua benar benar ketakutan, semoga tidak ada yang akan mengetahui rahasia terbesar dalam hidupnya ini.


"Keel? Lo ngapain di sini? Lagi nunggu orang, ya?"


Seseorang datang dan menegur Keelua yang setia menundukkan kepala, sedangkan Keelua yang sedang frustrasi terpaksa harus tiba tiba mendongak saat mendengar suara yang sangat familiar tersebut.


"Eh, enggak. Gue cuma mau duduk di sini aja," balas Keelua.


"Lo lagi ada masalah, ya? Duduk aja, cerita sama gue, apa pun yang mau lo omongin, gue pasti bakal selalu dengerin sampai lo puas."


Pemuda tinggi dengan tas berwarna hitam itu duduk di sebelah Keelua, di pinggir parkiran yang sudah benar benar sepi.


"Enggak ada, El. Gue cuma mau duduk aja di sini, bentar lagi gue balik kok." Keelua menepis tebakan Elvano tentangnya.


"Mau gue anterin balik, enggak?" tanya Elvano lagi.


"Enggak usah, lo balik duluan aja. Gue udah mesen taksi online kok buat nganterin gue balik," jawab Keelua.


Andai saja Keelua masih tinggal di rumahnya, ia tak mungkin menolak ajakan Elvano untuk mengantarnya pulang, ia bisa menyimpan ongkos pulangnya namun apa boleh buat, sekarang ia sudah tinggal bersama keluarga Pranata.


"Batalin aja, gue yang nganter lo pulang. Biasanya lo enggak pernah nolak, kok sekarang tiba tiba nolak, sih?" tanya Elvano heran.


"Beneran, El. Enggak apa apa, lo balik sana, taksi gue udah mau datang. Enggak enak kalau gue udah pesen tapi malah gue batalin. Lo nganterin gue balik nanti aja, ya?" Keelua tersenyum lebar.


Elvano mendecak, kemudian menatap lurus ke depan.


"Ya udah, gue temenin lo di sini sampai taksi lo datang," kata Elvano.


Keelua menganggukkan kepala, andai ia bisa sesekali bercerita tentang seluruh keresahannya pada seseorang, hidup pasti akan terasa sedikit lebih ringan. Saat ini, Keelua sama sekali tidak punya tempat untuk berbagi, bahkan Ibunya sendiri.


Tidak ada yang mendukungnya, semua orang hanya memaksanya untuk bahagia dan terlihat baik baik saja, padahal hal itu sangat sulit di lakukan karena Keelua memang tidak bisa menerima semua ini dengan mudah.


Ditambah lagi, sahabatnya mencintai pemuda yang sekarang sudah menjadi suaminya.


Apa yang akan Lula dan orang orang katakan nanti? Meskipun tidak mencintai Anraka namun Keelua tidak ingin mengakhiri pernikahannya dengan begitu mudah, ia tetap ingin menjaga hubungan sakral tersebut.


Hubungan pernikahan terlalu suci untuk dipermainkan, walaupun Keelua tidak mencintai orang yang menikahinya tapi ia akan tetap menjaga perasaan orang tua dan orang orang yang bahagia atas ikatan abadi tanpa cinta tersebut.


"Beberapa hari ini gue enggak ngelihat lo di mana mana, lo juga udah enggak pernah ngehubungin gue. Lo kenapa, Keel?" tanya Elvano tiba tiba.


Keelua menoleh bagai orang bingung, "Enggak ke mana mana, gue ada kok."


Keelua menelan salivanya dengan susah payah, gadis itu tidak tau apa yang akan ia katakan pada Elvano, ia tak punya jawaban yang tepat di kepalanya. Mengapa Elvano datang ke rumahnya untuk mencarinya?


"Lo datang ke rumah gue, El? Kenapa?" tanya Keelua.


"Gue cuma mau datang aja, mau mastiin lo enggak apa apa. Lo bener bener enggak apa apa, 'kan?"


Keelua diam sebentar, Elvano sangat perhatian padanya. Ia tidak tau mengapa pemuda ini masih bersikap baik padanya meskipun hubungan mereka sudah sangat renggang.


Dulu, Keelua dan Elvano pernah menjadi teman yang sangat dekat mungkin hubungan mereka berdua mengalahkan kedekatan Keelua dan Lula saat itu. Keduanya selalu bersama dan tidak pernah terpisahkan, dalam arti kata lain, Keelua dan Elvano pernah dekat namun tidak sempat menjalin hubungan seperti berpacaran.


Semuanya berjalan baik sampai Oma Arum meminta Keelua untuk mengawasi Anraka. Mungkin Elvano tidak nyaman dengan itu jadi ia sedikit menjauh dari Keelua dan Anraka yang bertemu setiap harinya. Seiring berjalannya waktu, mereka semakin jauh dan tidak menjadi cara untuk menjadi dekat lagi.


Awalnya Keelua sedih, ia seperti benar benar kehilangan sosok Elvano yang selalu ada untuknya dan menemaninya ke mana mana.


Tapi lama kelamaan, Keelua menjadi terbiasa dan mulai berjalan tanpa Elvano lagi di sebelahnya.


"Gue enggak apa apa, gue lagi sakit waktu itu. Mungkin karena gue lagi periksa ke dokter makanya waktu lo datang ke rumah gue, gue enggak ada, sorry ya." Keelua tersenyum kikuk, ada perasaan aneh di hatinya karena ia harus membohong Elvano yang benar benar peduli padanya.


"Kalau ada apa apa, kabarin gue aja, ya. Gue enggak mau lo kenapa kenapa, jangan sembunyiin apa pun dari gue. Oke?"


Keelua tersenyum lebar, senang karena masih ada orang yang benar benar peduli padanya dan mau tau apa yang sedang ia alami sekarang. Ini sudah lebih cukup untuk membuat Keelua merasa jauh lebih baik.


"Makasih, ya, karena lo udah mau peduli sama gue."


"Sini."


Elvano menarik Keelua ke dalam pelukannya, ia tau bahwa Keelua benar benar sedang merasa buruk. Setelah lama mengenal Keelua, satu hal yang Elvano tau dengan baik, bahwa Keelua adalah gadis yang tidak mampu menyembunyikan perasaannya. Gadis itu sangat tertebak karena sikapnya yang ceria dan selalu apa adanya di depan orang orang.


"Sekali lagi makasih, ya. Gue senang bisa punya teman kayak lo," kata Keelua seraya membalas pelukan Elvano yang kini sudah mendekapnya begitu erat.


"Sama sama. Lo enggak tau aja sepeduli apa gue sama lo. Cuma karena gue laki laki makanya gue enggak pengen terlalu nampakin itu ke orang orang. Makasih juga karena udah kuat ngelewatin semua masalah lo, Keel."


Kata kata yang Keluar dari mulut Elvano itu membuat Keelua merasa kehilangan akal, ia ingin menangis sejadi jadinya di dalam pelukan Elvano jika ia bisa namun keadaan memaksanya untuk tetap terlihat baik baik saja di depan siapa pun yang melihatnya.


Keelua memejamkan mata, menahan semua perasaan yang berkecamuk di dadanya, menahan semua air mata yang sudah berkumpul di pelupuk mata. Ia harus tenang agar terlihat kuat.


"Terima kasih banyak, El. Terima kasih banyak, ini udah lebih dari cukup buat gue, emang cuma lo yang ngerti perasaan gue." Keelua mendekat Elvano lebih erat lagi.


Satu hal yang sangat Keelua suka dari Elvano. Pemuda itu bisa mengetahui perasaannya tanpa perlu ia mengatakan apa yang ia rasakan. Sangat jarang ia bertemu dengan pemuda seperti Elvano ini, sosok yang tidak Keelua temukan pada siapa pun.


"Udah, jangan sedih lagi. Gue enggak mau lo sedih sedih kayak gini. Lo boleh sedih tapi lo harus ingat, di setiap kesedihan pasti ada kekuatan buat bangkit lagi. Lo bisa selesaiin masalah lo pelan pelan abis itu cari cara buat bahagia lagi," kata Elvano menasehati.


Keelua melepas pelukannya lalu menatap Elvano dengan senyum kecilnya. Sangat lucu saat Elvano tiba tiba berubah menjadi bijak seperti ini.


"Kayak yang selalu lo bilang ke gue kan, El? Bahagia itu dibentuk bukan dicari."


"Nah, pinter!" Elvano menaikkan tangannya dan mengelus pucuk kepala Keelua dengan begitu sayang.


Hati Keelua menghangat, ia selalu berterima kasih pada semesta karena dikirimkan orang orang seperti Elvano ini. Keelua merasa menjadi orang paling beruntung di bumi.


Elvano adalah wujud asli dari sebuah kepedulian.


"Sampai kapan pun, entah di mana pun itu, gue bakal selalu ada dan sayang sama lo, Keel."