The Secrets Of Marriage Contract

The Secrets Of Marriage Contract
Kepasrahan Selena



Demi menjaga privasi keluarga kecilnya, Dimas sengaja menutupi kehamilan Selena. Dia tidak ingin Selena menjadi stress jika terlalu sering menerima sorotan berlebih dari awak media.


Sekarang saja beberapa reporter terkadang terlihat mengikuti keseharian Selena. Apalagi jika sampai media mengetahui kabar kehamilan Selena.


Tak ingin mengambil resiko, Dimas mengultimatum para dokter dan suster di rumah sakit tempat Selena di rawat agar menutup rapat mulut mereka.


Tapi sayangnya Dimas lupa kalau dirinya baru saja melaporkan gugatan balik terhadap Leon, sosok yang dikenal luas sebagai CEO SpyroGames.


Laporannya tersebut sontak menimbulkan kegaduhan. Meski kuasa hukum Dimas berusaha menutup rapat kasus tersebut, tapi nyatanya media berhasil mengetahuinya.


Entah dari mana mereka bisa mendapatkan informasi mengenai kasus tersebut. Ternyata Dimas menggugat Leon dengan pasal berlapis yaitu pasal pencemaran nama baik, pasal pengancaman, pasal pembohongan publik dan pasal perbuatan tidak menyenangkan. Di dalam laporannya, kuasa hukum Dimas mencantumkan beberapa bukti-bukti perbuatan Leon demi menghancurkan rumah tangga Dimas - Selena.


Sekali lagi, headline berita kembali dipenuhi dengan berita seputar Selena, Dimas, Leon dan juga Nayra.


Publik terhenyak. Meski awalnya tak percaya tapi beredarnya beberapa rekaman suara di dunia maya, semakin memperjelas keaslian berita tersebut. Rekaman suara tersebut berisikan pengancaman Leon terhadap Nayra yang memaksanya untuk merayu Dimas kembali.


Jika sebelumnya publik menghujat Dimas, kini gantian Leon yang merasakannya. Kantor SpyroGames di demo sekelompok orang yang mengaku sebagai fans Nayra. Mereka juga melayangkan gugatan terhadap Leon.


Kegeraman publik juga diserukan oleh beberapa influncer, mereka berbondong-bondong mengajak masyrakat untuk memboikot semua game keluaran perusahaan tersebut. Saham SpyroGames langsung turun drastis. Beberapa investor juga mulai terlihat menarik kembali investasi mereka.


Dengan kemunculan kasus ini, timbul pertanyaan terselip di benak publik. Siapa yang lebih salah dari semua permasalahan ini? Apakah Dimas dan Nayra yang melakukan perselingkuhan? Atau Leon yang melakukan pembohongan publik serta pengancaman demi mendapatkan Selena?


Entahlah, tapi yang jelas saat ini jagat maya dipenuhi dengan dukungan dan simpati untuk Selena. Mereka beramai-ramai menyerukan tagar #yournotalone Selena.


Mereka merasa bahwa Selena hanyalah korban dari keegoisan ketiga orang tersebut. Tagar #yournotalone Selena menjadi trending nomor 1 di laman internet.


.


.


Selena mengawasi kerumunan reporter di depan kantornya. Ini sudah kesekian kalinya, dirinya terlibat masalah yang membuat perusahaanya digeruduk reporter.


Sambil menghela napas gusar, Selena sudah pasrah jika dewan direksi memecatnya dari perusahaan. Paling tidak, Selena sudah memberikan yang terbaik selama berada di perusahaan ini.


Sebuah suara berat terdengar dari balik ruangan. Selena menarik napas dalam-dalam sambil memeriksa lipatan bajunya. Setelah memastikan semuanya rapi, Selena memutar perlahan kenop pintu.


“Selamat pagi, Pak.” Selena tersenyum ramah sembari membungkukkan sedikit badannya kepada seorang pria paruh baya bertubuh tinggi yang duduk di kursi kebesaran.


Plakat accrylic bertuliskan ‘Chief Excecutive Officer’ menarik perhatian Selena begitu duduk di hadapan pria tersebut.


Mr.Lee, pria keturunan Korea-Jawa itu masih terlihat tampan di usianya yang hampir 50 tahun. Selena meremas kedua tangannya cemas. Sebenarnya dia sudah sering bertemu dengan Mr.Lee , hanya saja kali ini situasinya berbeda.


“Selena…” Mr. Lee membuka percakapan. “Kamu pasti tahu kenapa saya memanggilmu kesini.”


“Tahu, Pak.” Selena mengangguk lesu. Memindai raut muka Mr.Lee yang datar, dia sudah bisa melihat garis akhir kariernya. Setelah menarik napas panjang, Selena mulai menuturkan kalimat panjang yang sudah dilatihnya berulang kali.


“Sebelumnya, saya mau minta maaf karena saya selalu menimbulkan keributan di perusahaan dengan masalah pribadi saya. Mungkin ini terdengar seperti alasan, tapi sungguh, saya juga tak menyangka kalau media akan bertindak sejauh ini. Saya benar-benar minta maaf.


Saya sadar kalau masalah pribadi saya sudah mencoreng nama baik perusahaan. Apalagi ini sudah terjadi untuk yang ketiga kalinya. Karena itu saya siap menanggung segala konsekuensi dari perilaku saya, bahkan jika harus meninggalkan perusahaan ini.”


Hati Selena mencelos sakit mendengar ucapannya sendiri. Siapkah dia jika harus kehilangan karier yang dibangunnya dengan susah payah?


Tidak, sejujurnya dia belum siap. Masih banyak potensi yang ingin dia kembangkan. Masih ada pula beberapa projectnya yang belum sempat terlaksana.


Tapi Selena tak bisa menarik lagi ucapannya. Terlebih saat ini Mr.Lee menatapnya dalam diam. Selena menundukkan pandangannya sambil meremas tangannya.


“Selena…” suara berat Mr.Lee membuatnya mendongak. Seulas senyuman geli terbesit di wajah Mr.Lee.


"Jangan salah paham, tujuan saya memanggilmu kemari bukan untuk memecatmu. Dimas bisa memarahiku kalau tahu istrinya dipecat,” kekehnya geli.


Selena tersenyum canggung. Dia memang tahu kalau suaminya dan Mr.Lee berteman sejak lama. Tapi mendengar Dimas bisa memarahi pria yang setara dengan usia Goenawan tentu membuat Selena kesal. Sepertinya Selena harus mengajari tata krama kepada suaminya sesampainya di rumah.


“Saya bermaksud memberikan libur padamu selama 1 minggu,” Mr. Lee mengangkat tangannya ketika Selena mau membuka mulutnya. Selena langsung terdiam, mendengarkan kembali penuturan Mr.Lee.


“Tolong diingat, ini bukan pemecatan. Saya memberikan libur sebagai bentuk apresiasi saya karena selama ini kamu sudah bekerja keras. Saya harap, dalam seminggu ini semua permasalahanmu sudah selesai, jadi kamu bisa kembali ke kantor seperti biasanya.”


Selena mengerjap. Bibirnya terasa kelu dan matanya mulai berkabut. Dia menundukkan pandangannya. Ada keheningan sesaat sebelum akhirnya Selena berucap, “terimakasih banyak, Pak.”


Selena bangkit dari duduknya, begitu pun dengan Mr.Lee.


Selena terkesiap saat Mr.Lee menghampirinya lalu menepuk pundaknya lembut. “Saya mendoakan yang terbaik untuk kamu dan Dimas. Saya yakin, Tuhan akan selalu menyertai kalian berdua.”


********


“Selena!!” Gina berteriak nyaring begitu memasuki ruang tamu Selena. “Gue dateng nih!”


Tanpa menunggu si empunya rumah menyambut masuk, Gina sudah mendudukkan tubuhnya di kursi tamu. Matanya mengedar mengagumi interior ruang tamu yang didominasi warna putih.


Saat sedang mengamati foto-foto pernikahan Selena di meja sudut, sayup-sayup terdengar derap langkah seseorang menuruni anak tangga. Tak berselang lama, Selena muncul dengan senyuman girang.


“Ginaaaa!!” Selena menghambur ke arah Gina yang sudah berdiri merentangkan kedua tangannya. Kedua sahabat itu saling berpelukan, melepas rindu setelah lama tak berjumpa.


“Sori, baru sempet mampir.” Gina mengurai pelukannya. Menatap lirih Selena, “lo baik-baik aja?”


Semenjak Gina menjabat sebagai Direktur DPS Entertainment, intensitas pertemuan mereka sangat jarang. Kesibukan Gina adalah salah satunya alasannya. Tapi biar begitu, mereka masih tetap sesekali berkabar melalui sambungan telepon atau pesan singkat.


“Kebangetan ya kalian semua! Bikin rencana tanpa gue!” Gina membuka obrolan seraya melempar bantal kecil ke muka Selena. Beruntung Selena bisa dengan cepat menangkapnya.


“Sori deh. Lo juga kan sibuk, Gin. Lagian, ini permintaan Martin juga. Dia nggak mau lo kepikiran,” timpal Selena.


Gina menghembuskan napas gusar. “Tapi kan gue sahabat lo, Sel. Minimal cerita lah. Masa gue tahu belakangan sih? Udah gitu, yang ngabarin gue malah Nayra,” tukasnya cemberut. Gina menyandarkan tubuhnya, melipat kedua tangannya di dada. Mukanya tertekuk sebal.


“Ceritain sama gue selengkap-lengkapnya gimana bisa elo, Dimas, Nayra sama Martin balas dendam ke Leon. Gue mau denger paket komplitnya,” titahnya. “Ingat, yang lengkap!”


Selena terkikik geli namun langsung menutup mulutnya begitu Gina melotot tajam padanya. “Oke..oke.. jadi gini ceritanya…”


❤❤❤❤


Noted : Untuk beberapa chapter ke depan alurnya akan mundur. Berfokus bagaimana Dimas Selena dan Nayra menyiapkan rencana mereka untuk menjebak Leon.


Hallo Kakak-kakak Author, gimana kabarnya? Semoga sehat-sehat terus ya ...


Terimakasih buat author yang sudah mau mampir dengan jempol dan komennya 😍


Maaf kalau updetnyaa terlalu laamaa 😣


Yah, meski jarang updet tapi saya masih suka 'gentayangan' di karya author2 kok 😁😁


Wess pokoke author2 sekalian kudu harus bin wajib patuhi prokes selalu ya. Inget 3M yoo.


Pless selalu jaga kesehatan 😍😍 demi diri sendiri dan orang lain di sekitar kita 🤗