
Selena sedang rapat bersama teamnya ketika ponselnya berdering. Walau dia heran ketika melihat nama ‘Tante Vivi’ terpampang di layar ponselnya , dia tetap mengangkatnya.
Beberapa detik kemudian , Selena dengan tergesa-gesa langsung keluar dari ruangan setelah sebelumnya pamit kepada teamnya terlebih dulu.
Di dalam mobil , Selena yang sedang menyetir , mengambil earphone dan mulai menelpon seseorang yang dikenalnya.
Begitu terdengar jawaban , Selena langsung berbicara dengan sedikit panik. Tak berapa lama , sambungan telepon terputus dan Selena kembali fokus menyetir seraya menginjak pedal gas.
**********
Suasana RS Pondok Jakarta mendadak sibuk. Beberapa dokter terlihat sudah menunggu di area UGD. Alvino yang kebetulan sedang berada disana sampai dibuat bingung ketika melihat om Surya juga berada disana.
“Ada masalah apa Nin?” Alvino berbisik bertanya kepada Nina , salah satu suster yang sedang berjaga.
“Kita mau kedatangan pasien VIP , Dok.”
“Oooo.... pantes. Yasudah, kalau butuh sesuatu , saya ada di ruangan ya,” pamit Alvino sambil tersenyum kecil kepada Nina sebelum melenggang pergi.
“Baik Dok.”
“Haahh...gila. Ganteng banget ya dokter Alvino,” ujar Siti sambil bertopang dagu dan memandangi punggung Alvino yang kian menghilang.
“Iya. Ganteng , baik , pintar... bener-bener calon suami idaman gak sih?” timpal Nina bersemangat.
“Hush..hush...hush!! Kalian malah ghibah disini!” tiba-tiba saja Maya yang menjabat sebagai suster Kepala , sudah berdiri di belakang Siti dan Nina.
“Eh ibu....,” Siti dan Nina tersenyum-senyum malu saling berpandangan.
“Ayo , kembali kerja. Dua menit lagi pasien VIP kita datang.” Ujar Maya tegas.
“Bu...,” Nina bertanya dengan sedikit takut , “kalau boleh tahu memang siapa pasien VIP-nya?”
“Pak Goenawan Soetedjo. Tahu?” balas Maya yang langsung dijawab anggukan oleh Nina dan Siti. “Bagus kalau kalian tahu. Jadi tolong persiapkan segala hal dengan baik ya!”
**********
Vivi yang masih terisak langsung memeluk Selena. Tubuhnya bergetar menahan air mata, “Tante takut Sel,” rintihnya.
“Sabar ya Tan. Sekarang ada Selena disini. Dimas juga lagi di jalan. Sebentar lagi pasti sampai,” hibur Selena sambil mengelus punggung Vivi.
“Selena?” Surya terpekik kaget dan dibuat bingung melihat keberadaan Selena disana.
“Om Surya?” Selena juga terkejut dan baru sadar kalau di dalam kamar rawat Goenawan ada beberapa dokter yang sedang berdiri.
“Kamu kenal sama keluarga Pak Goenawan?”
Selena mengangguk dengan senyuman canggung. Dalam hatinya dia baru menyadari kalau rumah sakit yang dia tuju adalah milik Surya , om nya Alvino.
“Emm Om....keadaannya Om Goenawan gimana?” tanya Selena pelan.
Baru saja Surya mau menjelaskan , tiba-tiba pintu kamar terbuka dengan kasar. Semua orang di ruangan tersebut langsung menoleh. Dan mendapati Dimas yang muncul dengan rambut yang acak-acakan dan nafas tersengal-sengal. Jelas sekali terlihat kalau dia datang dengan terburu-buru.
Begitu sampai , Dimas langsung menuju tempat tidur Goenawan. Disana dia melihat papinya sedang terbaring memejamkan mata dengan infus yang menancap di lengan kiri dan selang ventilator. Dia kemudian menatap Surya dan bertanya dengan suara lirih mengenai kondisi papinya.
Raut kesedihan tercetak jelas di wajah Dimas dan Selena begitu mendengar penjelasan Surya. Begitupun dengan Vivi yang masih duduk terisak di samping tempat tidur Goenawan. Dia mengenggam erat tangan Goenawan sambil beberapa kali mencium punggung tangan suaminya tersebut.
Namun di akhir penjelasan , Surya dan dua dokter lainnya yang berada disana , memberikan janji untuk memberikan perawatan yang terbaik bagi kesembuhan Goenawan. Mendengar hal itu , Dimas menjadi sedikit lega dan berterimakasih kepada Surya yang telah membantu papinya.
Sebenarnya Surya enggan meninggalkan kamar rawat Goenawan. Dia dibuat penasaran tentang hubungan Selena dengan keluarga Goenawan. Tapi mengingat kondisi saat ini yang tidak pantas untuk bertanya , Surya dan dua dokter lainnya memilih untuk pamit.
Namun sebelum pintu menutup dia sempat sekilas melihat Dimas sedang memeluk Selena.
Karena rasa keingintahuannya yang semakin besar , Surya pun segera bergegas berjalan menuju salah satu ruangan dokter untuk menemui keponakannya , Alvino.
Alvin pasti tahu sesuatu nih. Aku harus tanyakan soal hubungan Selena dan keluarga Goenawan!