The Secrets Of Marriage Contract

The Secrets Of Marriage Contract
Pengakuan Alvino



8 bulan kemudian…..


Sky duduk anteng seraya memainkan boneka minionnya di lantai. Sesekali dia berteriak berceloteh sambil menepuk-nepuk boneka tersebut. Di sampingnya ada Bik Ninik yang sejak tadi menemaninya bermain.


Begitu melihat kehadiran Selena, Sky langsung melempar bonekanya, lalu merangkak cepat mendekatinya.


“Mama!! Mama!!!” panggil Sky dengan suara melengking senang.


Selena langsung berjongkok, dan menggendong Sky. Tapi putra kecilnya meronta.


“Jalan..jalan…” pintanya sambil menggerak-gerakkan kakinya.


“Mau jalan? Oke…” Selena lalu membantu Sky berdiri. Kedua tangan Selena mengenggam tangan mungil Sky yang terangkat ke atas. Sky mulai berjalan selangkah demi selangkah.


Dia semakin bersemangat saat mendengar suara Dimas dari kejauhan.


“Pa..pa…” teriaknya antusias. Kaki kecilnya mulai melangkah cepat, membuat Selena sedikit kewalahan.


“Dorr!!!” seruan Dimas dari balik dinding mengejutkan Selena dan Sky. Bukannya menangis, Sky malah tertawa kegirangan.


Gemas melihat tingkah putranya, Dimas langsung menggendong Sky lalu mengangkatnya tinggi-tinggi. Sky tertawa senang sambil menggerak-gerakkan kaki dan tangannya.


Selena hanya menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar pekikan kegembiraan putra kecilnya.


“Bi, jangan lupa jam 8 kita harus disana,” ucap Selena.


“Siap, Sugar.” Dimas lalu berjalan mendekati Selena dengan Sky di gendongannya. Mengecup pipi Selena tiba-tiba, “love you, Sugar.”


“Love you too, Bi.” Selena berbisik di telinga Dimas lalu mengecup balik pipi suaminya, “main sama Papa dulu ya sayang.” Ucap Selena sambil mencium pipi gembul Sky.


“Dadah Mama….” Dimas melambai-lambaikan tangannya. Sky melihatnya dan ikut melambaikan tangannya. Putra kecilnya itu bahkan melemparkan ciuman jauh untuk Selena.


**************************************


Malam harinya.


Sebuah bisokop premium yang berada di salah satu mall termewah di Jakarta, terasa berbeda.


Beberapa selebritis ternama dan influencer terkenal terlihat berkumpul disana. Mereka tampak asyik mengobrol sambil sesekali mengambil foto bersama.


Selain itu ada sekumpulan anak-anak muda berusia 20an berkerumun sembari memegang spanduk atau banner kecil bertuliskan kalimat-kalimat penyemangat seperti ‘Fighting!’ ‘Kami mendukungmu!’ dll.


Begitu pintu theater terbuka, mereka masuk satu persatu ke dalamnya. Dimas dan Selena termasuk salah satu diantaranya. Mereka semua adalah orang-orang yang mendapat undangan khusus untuk melihat penayangan perdana film debut Nayra sebagai aktris.


Dimas dan Selena duduk di barisan tengah ketiga, bersebelahan dengan Gina dan Martin. Di sisi kiri Dimas ada Alvino. Di barisan paling depan, ada puluhan reporter yang sudah bersiap dengan kameranya masing-masing.


Beberapa menit kemudian, satu persatu para pemain film muncul menyambut penonton. Suara tepukan semakin menggema kencang ketika Nayra dan Damian yang merupakan aktris dan aktor utama film terlihat di barisan.


Sorotan kilat lampu flash tak henti menyorot barisan pemain film ‘UNBREAKING’ tersebut.


Begitu waktu memotret selesai, tiba saatnya para pemain menyampaikan sedikit kalimat pembuka. Ketiba tiba giliran Nayra, salah satu perwakilan fansitenya maju ke depan sambil membawakan sebuket bunga mawar cantik.


Diam-diam Selena melirik Alvino , lalu berbisik ke Gina yang duduk di samping kanannya.


“Gue masih nggak percaya,” bisik Selena. Sesekali matanya menyorot ke depan, sedikit cemas karena ada rombongan reporter tak jauh di depannya.


“Jangankan elo, sampai sekarang gue juga masih nggak percaya. Duh, nggak kebayang deh kalau media tahu,” timpal Gina ikut berbisik.


“Tetap aja. Pasti bakalan heboh juga. Siap-siap deh kantor gue di geruduk massa lagi,” ujar Gina setengah kesal mengingat dampak yang nanti mungkin akan diterima perusahaannya. “Emang kurang ajar tuh anak berdua. Mana tenang-tenang aja lagi mereka.”


Selena hanya bisa menahan tawanya mendengar gerutuan Gina. Beruntung saat itu film belum mulai ditayangkan dan para pemain masih bergiliran menyampaikan pidatonya, sehingga tak ada yang mencuri dengar obrolan Gina dan Selena.


.


.


Dua hari sebelum pemutaran film Nayra, Alvino tiba-tiba saja mengajak Selena dan Gina makan siang bersama. Selena dan Gina sempat menolak.


Kebetulan mereka berdua memang sedang sibuk. Gina sibuk dengan kerjaannya sementara Selena sibuk dengan kegiatan per-drakorannya. Tapi Alvino memaksa, dia berdalih ada hal yang ingin ia sampaikan secara langsung.


“Gue mau ngumumin sesuatu,” ucap Alvino di sela-sela makan siang mereka.


“Lo hamilin anak orang?” sahut Gina cepat yang langsung dibalas lemparan tisu oleh Alvino.


“Jangan ngasal kalo ngomong!” timpal Alvino.


“Hahahaha…” Gina tertawa, tak mempedulikan raut muka Alvino yang sudah memerah menahan kesal.


“Udah.. udah.. malu berantem disini.” Lerai Selena. Dia menepuk pergelangan tangan Gina, “mending lo diem dulu deh.”


Alvino langsung manggut-manggut setuju mendengar penuturan Selena, “dengerin tuh kata Selena.”


Gina mendelik, tangannya sudah bersiap melempar serbet tapi diurungkannya ketika melihat tatapan tajam Selena. Jadinya Gina hanya bisa berengut kesal dan ganti melempar lirikan tajam ke arah Alvino.


Selena hanya bisa menghela napas panjang melihat tingkah kedua sahabatnya, “tadi lo mau ngomongin soal apa Vin?” tanyanya.


Mendadak, sikap Alvino menjadi gelisah. “Gimana ya jelasinnya,” Alvino bergumam sendiri seraya mengusap tengkuknya. Matanya bergantian menatap Gina dan Selena dengan pandangan ragu-ragu.


“Jadi.. gini…emm..gue … udah punya pacar.” Kata Alvino malu-malu.


Hening.


Ya terus kalo lo punya pacar, gue kudu ngapain? Bikin tumpengan gitu? Ya kalee, uda gede masih laporan mau pacaran.. Batin Gina kesal.


Lo ngotot ngajak ketemuan cuman mau ngomongin soal ini? Apa nggak bisa lewat chat aja ya? Kirain ada hal besar apaan.. Ah Vino rese’….. Padahal hari ini episode terakhir drakor favorit gue… Selena ikut bermonolog kesal.


Menyadari raut muka kedua sahabatnya yang tertekuk, Alvino langsung menyahut, “nggak ada yang penasaran siapa pacar gue sekarang?”


“Palingan nggak jauh-jauh dari orang rumah sakit. Dokter? Suster? Atau jangan-jangan pasien lo lagi?” tebak Gina yang diangguki Selena.


“Emm… bener sih kalau dibilang pasien. Tapi bukan pasien gue.” Pandangan Alvino tiba-tiba menjurus ke Gina, “gue mau jujur, tapi janji lo jangan marah."


Gina langsung meluruskan duduknya, melempar pandangan bingung. Tatapan Alvino sedikit membuatnya cemas, “soal apa dulu nih?”


Alvino tersenyum samar seraya mengulurkan kelingkingnya, “janji dulu.”


Meski sambil protes karena menganggap janji kelingking sudah terlampau kekanak-kanakkan, toh Gina tetap melakukannya juga. Dia menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Alvino, “janji.”


“Oke.” Sambil tersenyum puas, Alvino menarik napas panjang lalu menatap Gina dan Selena bergantian.


“Gue pacaran sama Nayra.”