
Empat hari sudah berlalu sejak kedatangan keluarga Dimas dirumahnya. Hubungan Selena dengan Goenawan dan Vivi tiba-tiba saja menjadi akrab. Bahkan beberapa kali Selena makan siang dengan pasangan pengusaha tersebut.
Tapi berbanding terbalik dengan hubungannya dan Dimas. Mereka bahkan tidak pernah bertemu atau sekedar berbincang lewat telpon. Sama sekali tidak ada komunikasi yang terjalin.
Makanya Selena dibuat kaget saat tiba-tiba saja Dimas menelponnya dan mengajak makan siang bersama. Awalnya Selena menolak dengan alasan sedang sibuk bekerja.
Tapi kemudian Dimas mengirimkan sebuah foto. Foto depan gedung kantor Selena dengan menambahkan kalimat ‘sudah disini. Turunlah’.
Sambil mengomel , Selena beranjak keluar dari ruangannya menuju lobi kantor. Begitu sampai di luar , Selena langsung disambut sebuah mobil sport hitam yang cukup menarik perhatian para karyawan yang melintas. Tak ingin menjadi tontonan karyawan , Selena menelpon Dimas dan menyuruhnya pergi ke parkiran.
Maksudnya agar Selena baru naik ke mobilnya nanti saat sudah di parkiran. Karena dia tidak ingin menjadi bahan pergosipan kantor.
Tapi baru beberapa langkah Selena berjalan , Dimas membunyikan klaksonnya beberapa kali sambil mengikuti Selena dari belakang. Secara otomatis Selena yang kaget langsung menoleh. Emosinya makin meluap kala dia melihat Dimas tengah tertawa senang dari balik kemudi. Sambil menutup mukanya , mau tak mau Selena pun buru-buru masuk ke dalam mobil.
“Kakak gila ya? Bikin keributan di kantor orang?!” omel Selena.
“Siapa yang gila? Kakak kan cuman lagi klaksonin orang yang menghalangi jalan mobil” balas Dimas cuek sambil tersenyum jahil.
“Hah terserahlah” ujar Selena sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.
Karena tidak ada lagi perbincangan di antara mereka , suasana mobil menjadi sunyi. Selena yang tidak tahan akhirnya mengeluarkan ponsel dan mulai bermain game. Kelakuannya menarik perhatian Dimas.
“Game apa itu Sel?”.
Mungkin karena terlalu fokus sehingga Selena tidak mendengarnya. Dimas pun kembali mengulangi pertanyaannya. Tapi lagi-lagi Selena tidak mendengar. Barulah setelah Dimas menekan klakson dengan kesal , Selena baru menoleh dengan wajah terkejut.
“Kakak! Kaget tahu. Itu kasian orang-orang yang denger” tunjuk Selena ke arah luar.
“Biarin. Abis kamu dari tadi dipanggil-panggil gak jawab” balas Dimas cemberut.
“Ck..ck..ck..” Selena berdecak geli sekaligus takjub. Baru kali ini dia melihat ekspresi Dimas yang ngambek.
Wah , dia punya sisi yang seperti ini juga. Ku kira dia seorang robot yang hanya bisa marah.
“Maaf kak. Lagi seru. Emang tadi kakak mau ngomong apa?”.
“Gak jadi. Turun yuk. Udah sampai nih”.
“Makanya kalau orang ngomong didenger” balas Dimas sambil keluar dari pintu mobil meninggalkan Selena yang masih terheran-heran.
“Tunggu kak” Selena bergegas keluar pintu mobil namun karena terburu-buru kakinya hampir tergelincir.
Tapi tiba-tiba seseorang menahan tangannya agar tidak terjatuh , “hati-hati donk”.
Selena mendongak dan melihat Dimas yang sudah berdiri di depannya. Tapi begitu mata mereka bertemu , dengan segera Dimas melepaskan tangannya. Dan menyuruh Selena berjalan mengikutinya.
Tempat makan siang pilihan Dimas adalah sebuah restoran bernuansa eropa yang terkenal mewah.
Benar-benar selera orang kaya. Kira-kira orang seperti ini pernah makan di warteg tidak ya?
Sambil menunggu makanan , Selena memutuskan untuk kembali memainkan ponselnya. Tapi diurungkannya karena Dimas langsung menegurnya.
“Kamu mau main game lagi? Kalau iya , mending kita pulang aja” gerutu Dimas.
Lagi-lagi Selena dikejutkan oleh ekspresi Dimas yang ngambek , persis seperti anak kecil. Sehingga tanpa sadar dia tersenyum jahil.
Hari ini kak Dimas sangat sensitif ya? Boleh tidak ya aku foto lalu aku upload ke internet. Pasti heboh deh. Hahaha..
“Apa ada yang lucu?” tanya Dimas saat melihat senyuman Selena.
“Gak. Hanya saja aku baru lihat kakak seperti ini. Eh tapi kakak kenapa tiba-tiba datang ke kantorku?”.
“Ada sesuatu yang mau kakak beritahu. Soal kecelakaan masa kecilmu”.
Begitu mendengar perkataan tersebut , Selena langsung memandang Dimas dengan antusias. Mata cokelatnya yang membulat mengingatkan Dimas dengan Ciko , kucing Persia peliharaan maminya.
Dimas hampir tertawa jika tidak melihat kerutan di alis Selena. Dimas segera merubah sikapnya menjadi sedikit cool. Setelah itu dia mulai mengatakan informasi yang dia tahu.
Ternyata Selena kecil memang pernah mengalami koma. Ini terjadi ketika dia berusia 4 tahun. Menurut informasi , penyebabnya adalah kecelakaan karena terjatuh dari atas bukit yang berada di belakang villa milik keluarga Dimas. Selena kecil ditemukan setelah sempat menghilang selama 1 hari. Catatan medis menunjukkan terdapat luka-luka memar di tubuh dan kepala Selena kecil. Polisi menyimpulkan kalau Selena kecil bermain di bukit dan jatuh terperosok ke bawah lubang.
Dimas menceritakan kembali semua informasi yang dia dapat dari Dirga. Hanya satu hal yang Dimas tidak ungkapkan kepada Selena , yaitu informasi bahwa Dimas kecil juga ada saat peristiwa itu terjadi.
Sebelum aku tahu dengan jelas kebenarannya , lebih baik jangan beritahu Selena soal hubungan masa kecil kami.