The Secrets Of Marriage Contract

The Secrets Of Marriage Contract
Kesalahan



Dimas berjalan mondar mandir dengan gelisah. Pandangannya melirik ke pagar rumah dan jam dinding secara bergantian.


Sesekali ia terlihat menelpon seseorang. Namun jawabannya tetap sama ‘Nomor yang ada tuju, tidak dapat dihubungi’.


Dimas mengeram kesal. Sudah lewat jam 10 malam dan Selena belum juga pulang. Dimas sudah mencari Selena ke apartemennya tapi perempuan itu tak ada disana.


Dimas bahkan sampai menyuruh anak buahnya untuk mencari keberadaan Selena. Namun sampai saat ini, Selena masih belum ditemukan.


“Pulanglah, Sel. Aku ingin menjelaskan semuanya,” pinta Dimas dalam doanya.


Dimas menunduk di kursi tamu sambil menopangkan kepalanya. Tak henti-hentinya ia merutuki kebodohannya yang membiarkan wanita itu salah paham dengannya.


Sudah beberapa hari ini, sikap Selena berubah. Wanita itu jadi lebih pendiam dan tertutup. Pulang ke rumah pun selalu terlambat.


Dan jika sudah sampai rumah, wanita itu langsung menuju kamarnya. Seolah-olah seperti menghindarinya. Dimas sempat protes namun Selena berdalih dengan alasan capek karena pekerjaan yang menumpuk.


Awalnya Dimas percaya-percaya saja. Toh, memang setahu Dimas, wanita itu sedang bergelut dengan projectnya. Namun tadi sore, dia baru tahu alasan yang sebenarnya.


Selena ternyata pernah menanyakan jam kepulangannya kepada Dirga. Awalnya Dimas mengernyit bingung mendengar penuturan Dirga.


Tapi kemudian ia sadar, itu hari dimana Dimas berbohong pada Selena agar bisa bertemu dengan Nayra di salah satu hotel miliknya.


Dimas mengacak-acak rambutnya karena frustasi. Kenapa dia bisa lupa kalau hari itu Selena juga ada keperluan disana?


Dengan perasaan kalut, Dimas segera menghubungi staff hotelnya dan meminta rekaman CCTV mereka.


Tak berapa lama kemudian, Dimas terhenyak menyaksikan rekaman tersebut. Disana terlihat jelas Selena berjalan menghampiri Nayra. Mereka berdua masuk ke dalam lift dan melakukan percakapan singkat sebelum akhirnya Nayra keluar terlebih dulu.


Rekaman selanjutnya malah membuat emosinya meradang. Dia melihat Selena yang limbung dan hampir terjatuh sebelum akhirnya ditolong oleh seorang pria yang kemudian membawanya ke sebuah kamar.


Dimas segera menyuruh staff hotelnya untuk mencari tahu siapa tamu di kamar tersebut. Sambil menunggu informasi, matanya terus memperhatikan rekaman CCTV. Dia menggeram kesal menyadari Selena yang cukup lama berada disana.


Akhirnya Dimas berhasil mengetahui identitas pria tersebut. Dia adalah Alvino. Pria yang kerap disebut Selena sebagai sahabatnya. Dimas menggertakan giginya.


Sahabat? Tck. Apa kamu gak sadar kalau sahabatmu itu menyukaimu?


Suara pagar yang terbuka membuyarkan lamunan Dimas. Secepat kilat, dia berdiri dan menghambur keluar. Pupil hitamnya membulat sempurna melihat Alvino yang datang ke rumahnya sambil memapah Selena.


“Dimana kamar Selena?” tanpa mempedulikan kilatan amarah Dimas, Alvino menyeruak masuk begitu saja.


“Minggir!” Dimas mendelik tajam seraya mengambil Selena dari pelukan Alvino.


Awalnya Alvino sempat menolak, tak bergeming. Namun kalimat Dimas selanjutnya, menghentikan langkahnya. “Dia istriku.”


Alvino terdiam dan hanya bisa menyaksikan Dimas yang berjalan naik ke lantai dua dengan membopong Selena ala bridal style. Ada rasa pedih dan kesal bercampur di hatinya.


Begitu turun kembali, Dimas yang sejak tadi sudah menahan emosinya, segera menghampiri Alvino dan langsung mencengkram kerah kemejanya. Memaksa pria itu untuk bangkit berdiri.


“Kamu apakan istriku?” Dimas bertanya dengan penuh emosi. Deru napasnya memburu sementara tangannya terkepal erat di kerah Alvino.


Alvino mendengus kesal. Senyuman mengejek terukir di wajahnya. “Istri? Setelah semua yang Anda lakukan terhadapnya? Jujur saja, jika saya tidak berjanji pada Selena. Saya pasti akan menghajar Anda sekarang!”


“Kenapa Anda menikahi Selena jika sudah ada Nayra!!” Alvino berteriak kesal sambil menerjang Dimas , bermaksud untuk memukulnya kembali.


“Apa?” Dimas yang sudah bersiap berkelit mendadak tertegun sehingga membuatnya terkena pukulan Alvino dan kembali tersungkur ke lantai.


Manik hitamnya membulat pucat, menelaah perkataan Alvino. “Nayra? Bagaimana kamu bisa tahu?”


Alvino berdecak. Napasnya memburu kesal melihat kebodohan Dimas. “Selena sudah menceritakan semuanya!” geramnya kesal.


“Dasar brengs*k! Bagaimana bisa Anda tetap menikahi Selena jika tidak mencintainya? Kalau pun Selena yang mengusulkan, seharusnya Anda bisa menolaknya! Benar-benar menjijikkan! Bahkan saya saja malu dengan kelakuan Anda! Cih! Anda tidak pantas disebut sebagai suaminya!” umpat Alvino.


DEG


Kalimat Alvino menusuk tepat relung hati Dimas. Pria itu tertunduk membenarkan perkataan Alvino.


Sejak awal, seharusnya ia lebih berusaha mendekatkan Nayra dengan keluarganya, bukannya malah mengiyakan pernikahan ini. Dan malah membuat luka di hati kedua wanita itu.


“Aku memang brengs*k,” lirihnya.


Alvino memandangi Dimas dengan tatapan mencemooh. Emosi masih menjalari hatinya. Namun melihat Dimas yang tertunduk menyesal seperti itu membuatnya melunak. Sebagai sesama pria, Alvino merasa kalau sebenarnya Dimas mulai menyukai Selena.


Alvino menimbang-nimbang apakah ia harus menceritakan soal Selena kepadanya. Sebenarnya Selena sudah memintanya berjanji untuk tak membocorkan rahasianya kepada siapa pun terutama ke Dimas.


Tapi menurut Alvino, pria itu lebih berhak tahu tentang Selena ketimbang dirinya. Toh, yang akan ia ceritakan juga menyangkut mereka berdua.


Setelah berpikir sejenak, akhirnya Alvino mengambil sebuah keputusan. “Ada yang harus Anda ketahui tentang Selena.”


****


Selena membuka matanya dan yang pertama kali dilihatnya adalah Dimas dengan senyuman lega di wajahnya.


“Kamu sudah bangun? Mau aku ambilkan sesuatu?” tawar Dimas.


Selena menggeleng membalikkan tubuhnya, membelakangi Dimas. “Pergilah. Aku masih mengantuk.”


“Sel, tolong dengarkan aku. Sekali ini saja. Lalu setelah itu aku berjanji tak akan menganggumu lagi.”


Dimas tahu kalau Selena tak ingin melihatnya. Tapi dia tetap harus meluruskan kesalahpahaman ini. Kalau pun nanti Selena tetap membencinya, itu akan jadi hukuman untuknya.


Dimas pun mulai menceritakan soal pertemuannya dengan Nayra. Termasuk alasan kenapa ia harus berbohong.


Walau Selena tak merespon, Dimas yakin kalau wanita itu mendengarnya. Setelah menceritakan semuanya, Dimas pamit keluar dari kamar Selena.


Hallo...Maaf banget updatenya kelamaan 😣 Maklum, terlalu sibuk di dunia nyata demi semangkok bakso dan sebotol skincare 😂 candaa...


Pokoknya terimakasih buat author-author yang sudah bersedia mampir ke karya abal-abal ini dengan jempol dan komennya 😁😍.


Ayo monggo kita saling sungkem ☺