The Secrets Of Marriage Contract

The Secrets Of Marriage Contract
Pengakuan



“Maaf kalau aku egois atau mungkin terkesan nggak tahu diri. Tapi Aku udah nggak bisa lagi menahan perasaanku. Aku jatuh cinta sama kamu, Sel. Dan aku mau memulai lagi pernikahan kita dari awal.”


Selena melongo. Mengerjap dua kali sebelum mengalihkan pandangannya. Dia terdiam dan hanya bergerak-gerak gelisah. Seperti salah tingkah atau mungkin marah. Entahlah, Dimas tak bisa mengartikannya karena wanita itu menghindari tatapannya.


“Selama ini aku menjauh karena ku pikir, itu akan lebih baik untuk kita berdua. Tapi ternyata aku malah semakin memikirkanmu dan…,”


“Kamu waras, Dim?”


Pertanyaan tajam Selena langsung membungkam Dimas. Pria itu memandangi Selena berdetik-detik sebelum bersuara. “Maksudmu?”


“Memintaku membatalkan pertunangan, menyuruhku menandatangani kontrak perceraian, berpacaran dengan wanita lain dan tiba-tiba sekarang mencintaiku? Kamu gila ya?” maki Selena dengan nada tinggi.


Ketenangan yang sedari tadi ditunjukkan seketika runtuh. Berganti dengan luapan emosi yang selama ini dipendamnya. Selena tak bisa mengerti jalan pikiran pria di hadapannya ini.


Setelah semua rasa sakit yang ditelan Selena, Dimas dengan gampangnya meminta maaf dan menyatakan perasaannya. Seolah-olah tak merasa salah.


“Kamu pernah bilang kalau kamu mencintai Nayra dan sekarang bilang cinta sama aku. Besok siapa lagi yang kamu cintai?” sindir Selena.


Dimas berjengit. Kalimat tajam Selena berhasil menusuk jantungnya. Dia tak menyangka kalau Selena akan bereaksi seperti ini. Dalam bayangannya, Selena akan terharu dan mengangguk mengiyakan. Setelah itu mereka berdua akan berpelukan, bergandengan tangan dan pulang ke rumah dengan perasaan bahagia.


Tapi nyatanya, wanita itu malah menyilangkan tangannya di dada sambil memandangnya tajam.


“Oke. Aku memang pernah bilang kalau aku menyukainya. Tapi aku nggak yakin kalau itu cinta. Karena awalnya aku hanya berterima kasih padanya.” Dimas mendesah pelan mengingat pertemuan pertamanya dengan Nayra dua tahun silam di sebuah club malam.


Selena mendengus kesal. Pria di hadapannya ini sungguh tak tahu malu. Kalimat umpatan berputar di kepala Selena tapi di tahannya sekuat mungkin.


“Selama 2 tahun kalau bukan cinta lalu apa? Bisnis?” Selena berusaha meredam kekesalannya dengan menyesap secangkir kopi hitam pahit yang masih kalah pahit ketimbang perasaannya saat ini.


“Sugar!” Dimas terkejut mendengar kalimat sindiran yang terucap dari bibir Selena. “Apa di matamu, aku dan Nayra seburuk itu?”


“Dim, please. Jangan panggil aku sugar. Itu terdengar menggelikan,” Bibir Selena mengernyit geli sambil bergidik.


Dimas memajukan badannya, menopangkan dagu di kedua tangannya. “Mau aku ganti apa? Sweety? Honey?”


“Maaf, Sugar. Terlalu banyak yang memanggilmu Selena. Aku mau yang spesial, hanya untukku.” Dimas nyengir.


“Jangan membuatku kesal, Dim!” Selena frustasi karena obrolan mereka melenceng dari topik semula. “Jawab pertanyaanku, atau aku pulang sekarang!”


Melihat Selena yang berdiri sambil mencangklong tas di bahunya membuat Dimas menghentikan aksi jahilnya. Dia buru-buru meraih tangan Selena, menenangkan wanita itu untuk kembali duduk.


“Oke..oke..aku serius sekarang.” Dimas bernafas lega melihat Selena yang menaruh kembali tasnya di kursi. “Kalau aku ceritakan alasannya, apa kamu akan percaya?”


“Tergantung sebagus apa ceritamu.”


“Baiklah.” Dimas menghela napas sejenak. “Dulu, aku nggak pernah tertarik menjalin hubungan dengan wanita mana pun karena ku pikir semua wanita hanya mengincar uangku saja. Sampai aku bertemu dengan Nayra. Dia nolongin aku dari seorang wanita gila yang berusaha menjebakku di club malam.” Rahang Dimas mengeras, mengingat kembali kejadian yang hampir membuatnya terlibat skandal.


“Kami jadi mulai berteman dan entah gimana berlanjut ke tahap pacaran. Mungkin karena saat itu kami berdua merasa nyaman satu sama lain. Dan aku berpikir kalau itu perasaan cinta.


Tapi setelah itu, perasaanku tetap sama, nggak berubah. Aku tetap Dimas yang dulu. Yang nggak marah walau tahu ia pergi bersama laki-laki lain atau berpose vulgar di pemotretannya. Aku bahkan nggak terlalu peduli dengan apa yang ia lakukan di luar sana.


Lalu aku mengenalmu. Dan semua terasa aneh. Aku selalu memikirkanmu nyaris sepanjang waktu dan itu belum pernah aku rasain ke Nayra sebelumnya.


Kamu ingat waktu kita bertemu Leon di bandara? Aku kesal setengah mati ngeliat dia akrab dengan kamu. Apalagi ternyata penerbangan kita sama dengannya. Aku sampai harus nyuruh Dirga buat ganti tujuan kita.”


Selena mendengus sebal. Berarti saat dulu mereka berdebat soal destinasi tujuan mereka, Selena benar. Tujuan awal mereka adalah ke Singapore dan bukannya Bali.


“Pertama kalinya di hidupku, aku ngerasa kacau, marah dan rindu secara bersamaan dan…..,” Dimas berhenti sejenak, menatap Selena lekat dengan suara lirih. “Pertama kalinya aku merasakan takut kehilangan seseorang. Itu semua udah cukup jadi alasan buatku untuk yakin kalau aku udah jatuh cinta sama kamu.”


Hallo, author-author yang tercinta dan terkasih 😘 Sehat-sehat terus kan?


Saiia mau ngucapin terima kasih / thank you/gamsahamnida/ arigato / shukran / merci buat author-author yang sudah mampir dengan jempol dan komennya ke karya remeh temeh ini 😂


Moga-moga author semua selalu sehat di musim pandemi begini. Pokoke tetap jaga kesehatannya! Dan jangan lupa tetap 3M (bukan 3 milyar ya 😂):: Masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan 😁


Yuk ah mulai sayangi diri sendiri dan orang lain 😘