
Seorang wanita muda bertubuh langsing , berkulit putih dan berambut pirang panjang kecoklatan tengah fokus memperhatikan tabletnya. Setelah membaca dengan teliti , dia langsung menuju ke sebuah kulkas tinggi 2 pintu yang berada di dapur.
Ekpresi kesal langsung terpancar begitu melihat isi kulkas tersebut. Hanya ada botol-botol air mineral , berkaleng-kaleng soda , beberapa buah-buahan dan makanan beku lainnya.
Begitupun saat dia melihat isi rak dapur yang berada diatas kompor. Tumpukan mie instan berbagai macam varian semakin membuatnya kesal.
Sambil membanting pintu rak , dia membuka celemek biru yang sedang dipakainya. Menggantinya dengan masker dan topi hitam , dia segera keluar dari sebuah pintu apartemen. Sambil membetulkan tudung hodie ungunya dan memastikan semuanya tertutup rapat , dia mulai bergegas ke lift untuk menuju basement.
Sekitar 30 menit kemudian , dia kembali ke apartemennya dengan membawa sekantong penuh bahan makanan. Setelah membereskan belanjaannya , dia mengikat tinggi rambutnya dan memakai kembali celemeknya bersiap untuk memasak.
Saking fokusnya memasak , dia tidak menyadari bahwa ada seseorang dibelakangnya. Perlahan-lahan orang tersebut mendekatinya dan langsung memeluknya. Sontak saja dia terkejut dan hampir menjatuhkan spatula yang sedang dia pegang. Dia hampir menjerit namun urung saat mengetahui siapa orang yang memeluknya.
"I miss you so bad," bisik orang itu di telinganya.
Wanita muda itu tersenyum dan berbalik. Tampak seorang pria tinggi berkemeja putih tengah tersenyum lembut menatapnya.
Pria itu bernama Dimas , yang telah mengisi hatinya selama 2 tahun dengan cinta dan kasih sayang yang tulus. Dimas juga yang telah memberikannya kehidupan terbaik dan menjadikan Nayra sebagai wanita paling beruntung di dunia.
Nayra memeluk Dimas dan dibalas dengan pelukan yang lebih erat.
"I miss you too," balas Nayra. "Ngomong-ngomong aku lagi masak ini baby."
Nayra mengeliat-liat berusaha melepaskan pelukan Dimas yang semakin erat.
Klik.
Dengan tangan kirinya , Dimas langsung mematikan kompor. Membuat Nayra terkejut.
"Gak usah masak. Kita pesan online aja.Kamu juga kan baru datang."
"Tanggung!" ujar Nayra sambil mendorong Dimas pelan sehingga membuat pelukan mereka terlepas , "sebentar lagi matang. Aduh..kamu Yang".
"Memang apa sih yang kamu masak?" intip Dimas dari balik punggung Nayra.
"Kesukaanmu. Oseng cumi , udang balado sama cah kangkung," jawab Nayra tanpa menoleh.
"Banyak banget. Ada yang bisa aku bantu?" tanya Dimas saat melihat kedua tangan Nayra yang sibuk berpindah dari satu wajan ke wajan yang lain.
"Hmm..Tolong siapkan saja mejanya yang."
"Oke."
Dengan sigap Dimas mulai menata meja kecil , menyusun piring-piring , sendok dan garpu. Kemudian dia berjalan ke arah kulkas , mengambil sebotol jus jeruk literan untuk dibagi menjadi 2 gelas. Karena tugasnya telah selesai , Dimas memilih duduk sambil memperhatikan punggung Nayra.
Sekitar 10 menit kemudian , Nayra mematikan kompor dan mulai menuang isi wajan ke mangkuk-mangkuk besar.
"Biar aku yang bawa. Kamu duduk aja..Aw..Aw!!" Dimas melonjak kaget saat tangannya menyentuh pinggir mangkuk.
"Hati-hati Yang. Ini kan masih panas."
Dimas meringis sambil mengangguk. Setelah memastikan tangannya terlindungi , dia kembali membawa mangkuk-mangkuk ke atas meja.
Begitu dia duduk , tanpa diminta Nayra langsung mengambil piring, mengisinya dengan nasi dan lauk. Lalu menaruhnya di hadapan Dimas. Dia juga melakukan hal yang sama di piringnya.
"Kamu kenapa gak kabarin aku kalau mau pulang? Kan bisa aku jemput?" tanya Dimas di sela-sela makannya.
"Aku mau kasih kejutan. Soalnya aku punya kabar bagus. Aku mau kamu jadi orang pertama yang tahu," jawab Nayra.
"Kejutan? Kejutan apa?"
"Aku mau bikin kontrak sama agensi DPS Entertaiment! Artikelnya baru keluar besok. Jadi .... kita gak usah LDR-an lagi! Karna aku bakal tinggal di Jakarta!"