Oh, My Sugar Daddy!

Oh, My Sugar Daddy!
Bab 84



Pamela sudah mulai masuk kuliah sekarang. Dan seperti yang dijanjikan, Daddy Zein akan meluangkan waktunya untuk mengantar dan menjemput Pamela ke kampus.


"Daddy, ini terasa lucu, aku sudah sebesar ini tapi masih diantar jemput begini...."


"Yah, ternyata menyenangkan juga, harusnya dari dulu aku melakukannya sejak kau kecil, tapi sekarang juga belum terlambat, bagiku kamu tetap gadis kecilku..."


"Tapi Dad, kau tidak perlu memaksakan diri jika sedanh sibuk, aku mengeri kalau pekerjaanmu banyak....aku seperti anak manja yang merengek terus meminta perhatianmu..."


"Nanti kalau pekerjaanku menumpuk kau yang harus tanggung jawab! Dasar anak nakal, bagaimana ini? Aku jadi ingin terus bersamamu dan mengabaikan pekerjaanku yang penting..."


"Ya sudah sana pergi, salah Daddy sendiri suka sekali membuntutiku!"


"Tapi, kau tidak malu kan jalan dengan Daddy kerenmu ini?"


"Sepertinya teman-teman mulai memperhatikan dan menggunjingkan kita, tapi biar saja, aku tidak perduli!"


"Haha, baguslah kalau begitu, pasti teman-temanmu iri, atau jangan-jangan malah ada yang naksir sama Daddy-mu ini!"


"Jangan macam-macam Daddy! Aku tidak suka kalau kau mendekati perempuan seusiaku!"


"Wah-wah peraturan macam ini? Putri kesayanganku sudah mulai posessif rupanya..."


Zein masih ingin menggoda putrinya yang terlihat semakin manis dan menggemaskan kalau ngambek, tapi mereka sudah sampai di depan kampus Pamela.


"Pergilah Dad, aku tidak suka kalau para mahasiswi-mahasiswi itu memandangmu dengan genit!"


"Haha, baiklah tuan putri...kau tenang saja, Daddy mu ini punya standard yang tinggi, jadi tidak akan mudah tergoda!"


Pamela meraih tangan Daddy Zein untuk bersalaman, lalu segera keluar dari mobil. Kalau tidak, perdebatan mereka takkan ada akhirnya.


Pamela menikmati hari pertamanya di kampus yang diisi dengan berbagai pengenalan dan perkenalan. Untunglah semua berlangsung damai tanpa ada drama kekerasan atau pembulyan seperti gosip-gosip yang kerap didengarnya. Pamela berkenalan dengan beberapa teman, dan diantara mereka ada yang mengenalinya sebagai anak Luna Husein. Maka langsung hebohlah teman-temannya yang lain dan seketika dirinya jadi terkenal bak selebriti. Padahal Pamela merasa biasa-biasa saja. Itulah yang kurang di sukai dari menjadi anak Mommy yang terkenal. Pamela berusaha membaur dan mencoba bersikap normal. Dan tentu, seperti biasa Pamela memilih menghindari anak yang cari muka padanya dan lebih memilih mendekat pada anak yang terkesan cuek padanya. Sampai kemudian Pamela bertemu satu sosok yang dikenalnya. Siska alias Fransisca priscilia, teman SMA nya meski dulu mereka beda kelas.


"Hey Sis, lo disini juga?"


Dan mereka segera akrab seperti bertemu teman lama, meski saat di SMA sebenarnya mereka tidak terlalu akrab.


Pamela menghabiskan waktu yang cukup menyenangkan di tempat baru itu sampai kemudian Daddy Zein datang menjemputnya.


"Sorry ni Mel, bukannya itu sugar daddy lo ya?"


Tanya Siska penasaran. Sepintas Siska pernah tahu bahwa Pamela juga punya sugar daddy seperti dirinya dulu.


"Bukan, itu daddy gue beneran! Kapan-kapan deh gue ceritain, gue duluan ya...dah!"


Pamela berlalu meninggalkan Siska yang masih bengong.


"Siapa? Udah punya teman baru ya?"


"Teman SMA ku dad, ketemu lagi disini..."


"Kok ngliatin Daddy begitu, dia nggak naksir sama Daddy kan?"


"Haha, jangan ge er deh Daddy, dia kira Daddy itu sugar daddyku, emang iya sih sebenarnya, Daddy kan manis sekali..."


"Wah...wah...sudah pintar merayu ya, jangan-jangan ada maunya lagi?"


"Hehe, Dad, boleh nggak aku nginep di apartemen Daddy? Skalian misi selanjutnya, Daddy harus temenin aku nonton sampai ketiduran terus pindahin aku ke kamar, gimana?"


"Boleh dong sayang, tapi izin sama Mommy dan nenek dulu ya...nanti kita atur waktunya..."


"Beres Dad, thank you so much!"


Saking senangnya Pamela mendaratkan sebuah ciuman di pipi Daddy Zein.