Oh, My Sugar Daddy!

Oh, My Sugar Daddy!
Bab 42



Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu datang juga. Rayhan sudah menyiapkan semua peralatan yang diperlukan, juga tidak lupa menyiapkan mentalnya. Biar bagaimanapun dirinya yang hanya orang awam akan berhadapan dengan seorang artis dan biduan ternama. Rasa gugup fan grogi tentu tak urung menyergapnya.


Mereka akan melakukan sebuah sesi wawancara di sebuah restoran berkonsep outdoor. Luna sudah memesan tempat khusus di salah sudut yang lumayan tersembunyi, supaya tidak terlalu menarik perhatian. Kali ini Luna yang akan membayar tagihannya.


"Tak apa, sebenarnya kamilah yang berhutang budi pada keluargamu..."


Begitu jawaban Luna saat Rayhan merasa sungkan dan menolak kebaikannya. Bagi Luna tidak masalah memberikan sedikit bantuan pada orang lain. Ini hanya hal kecil yang dengan mudah bisa dilakukannya. Jadi kenapa tidak? Lagi pula dia tidak akan menjadi seperti sekarang ini kalau bukan berkat bantuan orang lain. Terutama keluarga dan rekan-rekan kerja di awal karirnya dulu. Hanya saja, terkadang orang-orang suka berburuk sangka padanya, merasa segan dan menilainya sombong sebelum mengenal lebih jauh.


"Ayo langsung mulai ya, santai saja, sudah latihan kan? Tidak perlu grogi! Berlatihlah lebih sering supaya kamu terbiasa..."


"Ya tante, ayo..."


Setelah selesai memasang kamera dan peralatan penungjang lainnya, Rayhan memberanikan diri duduk di hadapan Luna. Meski masih grogi, tapi Rayhan berhasil menguasai diri. Beberapa pertanyaan di dalam script sudah dihafalkannya.


"Kalau ada yang lupa, improve saja, jangan terlalu kaku..."


Luna bahkan berhasil menebak kekhawatiran yang ada di benak Rayhan. Rayhan pun tersenyum, merasa lebih rileks sekarang. Wawancara santai itupun segera dimulai.


Rayhan mulai mengajukan pertanyaan pertama.


"Bagaimana awalnya seorang Luna Husein bisa terjun menjadi biduan? Apa itu memang cita-cita anda?"


"Tante Luna, terimakasih banyak. Obrolan yang sangat menyenangkan dan aku jadi terinspirasi..."


"Kamu masih muda, jalanmu masih panjang, hubunganmu dengan Pamela bukanlah sebuah alasan. Tapi aku akan senang kalau kamu yang menjaganya. Aku juga berhutang budi pada keluargamu, kalau kalian berjodoh aku akan senang bisa menjaga hubungan silaturahmi dengan keluargamu..."


Mendengar itu Rayhan tersenyum.


"Aku harap juga begitu Tante..."


"Dengar, bantuan yang aku berikan hanya sedikit lecutan, kau harus melanjutkan perjuanganmu sendiri. Tanpa dibantu pun kalau kamu konsisten dan mau berusaha pasti akan bisa, sudah dibantu pun kalau kau bermalas-malasan bisa mubadzir, aku harap kamu bisa berhasil dan tidak mudah menyerah..."


"Baiklah Tante, terimakasih banyak sekali lagi.. "


"Sepertinya aku mendengar terlalu banyak ucapan terimakasih..."


"Hahaha"


Merekapun tertawa bersama seperti teman.


Rayham sudah tidak sabar untuk melakukan proses editing dan mengupload video wawancara santai itu ke chanelnya. Setelah selesai dia langsungbmemberi tahu Luna. Dan Luna pun menepati janjinya untuk membantu promosi di akun sosial medianya. Ternyata pengaruh seorang Luna Husein benar-benar luar biasa. Hanya sebentar saja viewernya bertambah dengan pesat. Rayhanpun jadi semakin bersemangat untuk melanjutkan perjuangannya meraih impiannya.