Oh, My Sugar Daddy!

Oh, My Sugar Daddy!
Bab 16



"Kak Rayhan?"


"Hey Pamela.."


"Sudah lama disini, kok nggak bilang-bilang sih?"


"Tadi habis ngerjain tugas ditempat temen, terus kepikiran buat mampir kesini, aku hubungin kamu tapi hp kamu nggak aktif kayaknya..."


"Oh.."


Pamela lalu mencari ponsel di dalam tasnya yang ternyata memang mati karena lowbat.


"Eh iya, baterai habis Kak, maaf ya.."


Kak Rayhan tersenyum sambil mengangsurkan sebuah bungkusan.


"Apa ini?"


"Martabak buat kamu Mel, cuma martabak biasa di pinggir jalan, rasa coklat, bukan yang toping premium, semoga kamu masih suka..."


"Oh ya, suka donk, Kakak ingat saja..."


Martabak adalah makanan favorit Pamela sejak kecil.


"Kak, aku boleh mandi dulu? Tapi kakak tungguin ya jangan pulang dulu!"


Seharian bermain di taman hiburan membuat tubuh Pamela terasa lengket dan berkeringat, tapi Pamela juga masih ingin mengobrol banyak dengan Kak Rayhan.


"Ok, kamu mandi yang bersih, tenang aja aku punya banyak waktu buat nungguin kamu..."


Aish. kenapa jadi geer lagi? Pamela pun masuk ke dalam rumah untuk mandi, lalu berdandan secantik mungkin.


"Cie Pamela, mau kemana cantik-cantik begitu?"


Ledek Tante chika yang kebetulan sedang menonton televisi.


"Nggak kemana-mana tante, dirumah aja, tapi lagi ada tamu!"


Pamela pun segera ke depan untuk menemui Kak Rayhan.


"Maaf Kak lama.."


"Nggak papa nunggu lama buat cewek secantik kamu..."


"Ih Kakak sekarang sudah pintar gombal ya?"


"Haha, gemes aja lihatin muka kamu merah begitu?"


"Emang kelihatan kak?"


Pamela jadi malu dan salah tingkah.


"Habis kemana tadi Mel?"


"Jalan-jalan ke taman hiburan sama temen Kak!"


"Temen?"


"Iya Kak, cuma teman! Aku nggak punya pacar kok!"


Ah, apa jadinya kalau Kak Rayhan tahu aku punya sugar Daddy?


"Siapa yang nanya?"


"Sekilas info, biar Kakak lebih semangat!"


Kak Rayhan coba menggoda Pamela.


"Jangan pura-pura nggak tahu Kak!"


"Hehe, "


Sejenak suasana hening beberapa saat.


"Diminum dulu Kak teh nya..."


"Ah iya, terimakasih.."


Kak Rayhan lalu meminum sedikit tehnya.


"Pamela, sekarang kehidupan kamu sudah banyak berubah ya?"


"Berubah apanya, dari dulu aku merasanya seperti ini saja kok..."


"Mommy kamu sekarang udah jadi artist terkenal..."


Mommy saat tinggal di kampung Duren sudah jadi artist, tapi masih merintis dan belum terlalu terkenal. Makanya banyak orang yang bicara negatif tentang Mommy. Kalau sekarang? Sama saja! Malah semakin banyak yang bicara negatif tentang Mommy, hanya saja mereka beraninya bicara di belakang punggung Mommy atau di sosmed. Terbukti kolom komentar sosmed Mommy banyak di penuhi hujatan. Kalau di depan Mommy semua manis-manis, karena mungkin sekarang Mommy kaya, jadi semua orang hormat di depannya. Dasar bermuka dua! Tapi Mommy tak pernah ambil pusing dengan semua itu. Mommy ramah dan baik dengan semua orang. Selebihnya Mommy tak mau ikut campur urusan orang. Surga nerakanya orang kan ditanggung sendiri-sendiri! Begitu kata Mommy.


"Itu kan Mommy bukan aku..."


"Tapi kamu kan anaknya, kehidupan kamu sudah berbeda, bukan anak kampung Duren lagi, beda sama aku yang masih cuma anak kampung begini..."


"Maksud kakak apa sih?"


"Sekarang kita beda, bagai bumi dan langit, apa nggak keberatan berteman sama aku?"


"Apa kakak datang kesini cuma buat ngomongin hal semacam ini?"


"Sebelum kita terlalu jauh, kamu harus sadar siapa aku..."


"Apa selama ini aku pernah mempermasalahkan hal kayak gini kak?"


Kak Raihan menggeleng.


"Maaf, aku cuma terlalu insecure sama diri aku sendiri..."


Pamela tak habis pikir dengan isi pikiran Kak Raihan.


"Ya sudah, aku pamit dulu ya, lain kali masih boleh main lagi kan?"


"Aku tungguin Kakak dari kemarin, tapi kakak nggak hubungin aku..."


Tiba-tiba Pamela mendekat dan memeluk Kak Rayhan sambil terisak. Rasanya Pamela sangat takut kalau Kak Rayhan menghilang dari hidupnya lagi.


"Kan kamu yang waktu itu batalin buat ketemu..."


"Tapi aku tunggu kakak hubungin aku buat ketemu lagi..."


"Kenapa nggak telfon duluan?"


"Gengsi Kak"


"Hahaha"


"Yaudah, aku pulang dulu, sudah malam, lain kali ketemu lagi ya..."


"Ok kak..."


Kak Rayhan akhirnya pulang. Dan Pamela pun merasa tenang karena telah mengungkapkan isi hatinya.