Oh, My Sugar Daddy!

Oh, My Sugar Daddy!
Bab 110



Zein memeluk Luna dan menghujaninya dengan ciuman.


"Terimakasih sayang..."


Bisik Zein di telinga Luna. Luna semakin dalam menenggelamkan kepalanya di pelukan suaminya, Luna sungguh terharu dan tidak percaya, akan mendapatkan hadiah dari Tuhan secepat ini. Sesaat Zein membiarkan Luna menangis sambil membelai lembut punggung istrinya.


"Kenapa kau malah menagis sayang? Bukankah ini kabar gembira?"


"Aku sangat bahagia dan terharu, apakah ini nyata? Aku bisa hamil di usiaku yang tidak muda lagi?"


"Tentu saja, jika Allah berkehendak tidak ada yang tidak mungkin. Baiklah, menangislah sepuasnya, tapi setelah ini kau harus banyak tersenyum...kita harus memberitahukan kabar bahagia ini pada Pamela, juga Ayah dan Ibu..."


"Apa tidak terlalu cepat?"


"Hmm iya juga ya? Tapi tadi sebenarnya Ibu yang menyarankan aku untuk membeli testpack saat aku cerita kalau kamu sakit semalam, dan aku sudah janji akan mengabari hasilnya!"


"Kapan kau bertemu Ibu?"


"Tadi pagi aku mampir sebentar, aku khawatir padamu, jadi aku menceritakan kondisimu pada Ibu..."


"Kalau begitu kita harus mengabari Ibu..."


"Ya, memang harus begitu, tidak apa kan kita hanya memberi tahu keluarga saja, tidak mengumumkannya ke publik, lagi pula jika mereka tahu pasti akan ikut mendoakan, yang penting kamu fokus saja jaga kesehatan dan kehamilanmu, kalau perlu sesuatu jangan ragu bilang padaku..."


"Baiklah, sekarang aku ingin istirahat dulu...kenapa rasanya jadi mudah lelah ya?"


"Tidak apa, istirahatlah dan nikmatilah waktumu, aku bisa mengurus diriku sendiri..."


Zein meninggalkan Luna untuk mandi dan membersihkan diri. Setelah itu Zein turun untuk mencari Pamela dan menginstruksikan pada ART untuk menyiapkan makan malam di meja makan.


"Pamela, malam ini kita makan malam bersama ya? Ada hal yang ingin Mommy dan Daddy bicarakan denganmu!"


Mereka tidak selalu makan bersama saat malam, karena kesibukan masing-masing, tapi malam ini Zein ingin memastikan keluarganya makan malam bersama.


"Ada apa Daddy, kenapa tidak bicara sekarang saja?"


"Tidak bisa, kita harus tunggu Mommy-mu. Mommy-mu sedang tidur sebentar, jadi nantinkita bicarakan saat makan malam ya?"


"Baiklah Daddy, aku akan membereskan tugasku dulu, nanti aku pasti aku bergabung di meja makan..."


Zein kemudian kembali naik ke kamarnya. Disana Zein memeluk Luna dari belakang dan menemaninya tidur sebentar. Nyaman sekali rasanya tidur disamping orang yang kita cintai. Zein sampai terlelap sampai kemudian pintu kamar mereka diketuk dari luar.


Zein langsung terbangun saat mendengar teriakan putri kesayangannya, lalu baru membangunkan Luna dengan lembut.


"Sayang bangun dulu, kita harus makan malam, Pamela sudah menunggu kita, nanti kamu boleh tidur lagi..."


"Mommy, Daddy!!!"


Di luar Pamela berteriak tak sabar.


"Ya sayang, tunggu sebentar..."


Luna membuka matanya dan merasa lebih segar.


"Maaf, apa aku tidur terlalu lama?"


"Tidak, tapi kita harus makan malam, ayo cuci muka dulu, nanti kita turun sama-sama..."


"Kamu duluan saja, kasihan Pamela sudah menunggu, nanti aku akan menyusulmu..."


"Baiklah..."


Saat Luna turun, Zein dan Pamela sudah menunggu dengan piring berisi aneka nasi dan lauk pauk terhidang di depannya.


"Ayo kita makan dulu, aku sudah ambilkan untukmu juga.. "


"Terimakasih..."


"Jadi, ada hal penting apa yang ingin Mommy dan Daddy bicarakan?"


"Hmmm, Pamela...Mommy-mu hamil, jadi sebentar lagi kamu akan punya adik..,"


"Benarkah?"


Pamela terkejut, tapi senang sekali mendengar berita itu dan langsung memeluk Mommy.


"Sabarlah, Mommy bahkan belum memeriksakannya ke dokter, jangan terlalu senang dulu..."


"Tidak apa-apa sesegera mungkin kita akan pergi ke dokter, yang penting sekarang kita berdoa saja supaya adik bayi sehat-sehat..."