Oh, My Sugar Daddy!

Oh, My Sugar Daddy!
Bab 74



Pamela menatap Daddy Zein dalam-dalam, seolah ingin memastikan sesuatu.


"Jadi selama ini, selama kita bertemu, Daddy tahu kalau aku anakmu?"


"Ya, aku tahu...karena itu aku terus menemuimu...aku...ingin mengenalmu lebih dekat Pamela..."


Dan Pamela entah mengapa semakin benci mendengarnya. Pamela menghentikan acara makannya, lalu mengambil tas kecilnya dan berjalan dengan cepat meninggalkan acara makan malam itu.


"Pamela mau kemana?"


Pertanyaan Mommy tidak membuatnya menghentikan langkahnya, Pamela malah beranjak semakin cepat. Zein sudah berdiri ingin mengejarnya. Tapi Luna menahannya.


"Biarkan dia...aku yang akan bicara dengannya, lain kali kita bisa bertemu lagi...."


Zein sejenak berfikir lalu mengangguk.


"Baiklah, aku percaya padamu. Kali ini aku benar-benar berharap padamu Luna.."


Luna tersenyum tulus lalu beranjak menyusul Pamela.


Tinggalah Zein seorang diri di ruang private restoran mewah itu. Acara yang dia rancang dengan begitu sempurna berakhir dengan berantakan. Pelayan datang mengantarkan semua menu yang sudah dipesannya hingga memenuhi seluruh meja. Hidangan itu terlihat lezat, tapi hatinya terasa hampa. Zein merasa kosong dan hidupnya tidak berguna. Seorang pria tampan dan mampan berusia empat puluh tahunan. Harta dan kekuasaan telah berada dalam genggamannya hingga dia bisa membeli dan mendapatkan apapun yang dia inginkan. Tapi dia tidak punya keluarga. Ibunya sudah meninggal lama. Da beberapa waktu lalu Ayahnya juga telah menyusul. Kedua orang tuanya telah tiada. Zein adalah anak tunggal yang mewarisi seluruh harta keluarga. Namun Zein tidak dekat dengan keluarga dari kedua orang tuanya yang menurutnya hanya mendekatinya karena uang. Dan sekarang dirinya baru saja di tolak oleh anak kandung yang susah payah ditemukannya. Jadi, untuk apa harta yang ia punya kalau tak ada orang tercinta disisinya?


Zein meraih ponselnya dan menelfon satu-satunya orang yang dia percaya dan tulus kepadanya.


"Ada apa telepon malem-melem begini? Gue udah beresin semuanya...jangan ganggu hidup gue, sekarang gue lagi sibuk jadi babu bantuin bini!"


"Heh, jangan suka suudzon jadi orang, lo sama keluarga dirumah aja kan? Gue kasih undangan spesial dinner sekeluarga di sky resto, lantai 20 gedung kencana! Bisa kan?"


"Eh, tumben ada acara beginian, kapan?"


"Sekarang juga lo kesini sebelum makanannya diberesin!"


"Loh, kok mendadak banget sih?"


"Buruan siap-siap, mau nggak? Kalau nggak mau gue cancel nih?"


Sungguh kesempatan yang tak pantas disia-siakan.


"Ok bos, gue suruh keluarga gue siap-siap, terus cuss kesana..."


"Ok, ini hadiah khusus buat lo dan keluarga, have fun ya..."


"Thanks bro..."


Sambungan telepon ditutup. Zein memesan beberapa menu lagi, lalu membayar semua tagihan beserta tipnya. Akhirnya Zein bisa melangkah pulang ke apartemennya dengan perasaan yang lebih baik. Dalam hati Zein berjanji akan lebih sering memberikan kejutan semacam ini untuk asisten kesayangannya itu. Ternyata mebahagiakan orang lain bisa membuat hatinya merasa hangat.


Sementara di tempat lain, Luna yang tadi gagal mengejar Pamela bisa bernafas lega saat menemukan Pamela yang sedang mengunci diri di dalam kamarnya. Semula Luna berfikir Pamela akan pergi ke tempat lain dan tidak pulang ke rumah. Luna mengerti Pamela butuh waktu untuk menerima kenyataan yang baru diketahuinya itu.


"Pamela...makan dulu sayang..."


Seru Luna sambil mengetuk pintu kamar Pamela.


"Nanti saja Mom, aku belum lapar..."


"Makanlah sedikit saja, tadi kamu belum makan kan? Mommy akan bawakan makanan ke kamarmu..."


Luna pergi ke dapur, mengambil sedikit nasi dan lauk pauk lalu mengantarkannya ke kamar Pamela.


"Buka sayang, Mommy bawakan makanan untukmu..."


Pamela membuka pintu dan mengambil nampan dari tangan Mommy. Belum pernah Mommy begitu perhatian sampai mengantarkan makanan ke kamarnya.


"Terimakasih banyak Mom..."


"Makanlah lalu istirahatlah, kita bicarakan masalah ini lain kali..."


"Ya Mommy, Mommy juga istirahatlah, pasti Mommy juga lelah..."


Setelah Momny pergi Pamela hanya makan beberapa suap dan langsung tertidur.