Oh, My Sugar Daddy!

Oh, My Sugar Daddy!
Bab 10



"Jadi gimana ceritanya kemaren? Udah ada deal apa aja sama si Om?"


Tanya Vanessa.


"Biasalah, pokoknya gue harus jadi milik dia, nggak boleh macem-macem, dan gue boleh minta apa aja yang gue mau..."


"Wah posesif juga ya sugar daddy lo, gue jadi iri pengen di posesifin sama cowok ganteng!"


"Ganteng-ganteng, tetep aja gue cuma simpenan!"


"Emangnya yakin dia udah merid?"


"Maybe? Nggak tahu juga sih, gue males tanya-tanya! Lo sendiri gimana?"


"Gue sih parah, udah lumayan berumur tuh si om-om, gue sama sekali nggak selera sebenernya, tapi ya mau gimana lagi deh!"


"Terus dapat syarat apa lo dari si Om paruh baya?"


"Nggak ada! Gue bebas ngapain aja di luar jam kerja. Asalkan gue selalu ada disaat dia butuh dan mau ketemu!"


"Enak dong! Setidaknya lo masih bisa bebas kalau mau jalan sama cowok lain!"


"Ya gitu deh, lagian siapa juga yang mau deketin gue?"


"Ada aja lah, lo nya aja yang terlampau dingin!"


"Yo know lah masalah masa lalu gue!"


Vanessa masih menyimpan trauma akan peristiwa masa lalunya saat dia dicabuli oleh pamannya sendiri. Karena itu sampai sekarang dia masih enggan untuk dekat dan menjalin hubungan dengan lelaki manapun.


"Ya, semoga saja lo bisa ketemu cowok yang tepat dan menjaga lo dan Ibu lo.."


"Gue harap masih ada cowok baik di dunia ini..."


Kata Vanessa, lebih kepada dirinya sendiri.


Kemarin saat pertemuan pertama, baik Pamela maupun Vanessa sama-sama kecewa dan sedikit menyesal akan keputusannya. Karena merasa down kedua sahabat itu pulang kerumah masing-masing dan memutuskan untuk tidak membahas masalah itu sampai waktu yang tidak ditentukan. Jadi baru hari inilah mereka siap untuk saling bercerita dan saling mengungkapkan isi hati. Maka disinilah mereka sekarang, memilih tempat paling sepi disudut kantin, untuk membuka cerita kelam hidup yang telah dipilihnya sendiri.


"Jadi udah resmi nih kita jadi sugar baby?"


"Yups, stay strong girl! Semoga saja suatu saat kita sempet tobat dan dapat hidayah!"


Lalu mereka segera sibuk mengunyah bakso dihadapannya yang telah dingin.


Sebuah notifikasi pesan kemudian masuk ke ponsel Pamela. Pamela segera membukanya.


Hey Baby, besok malam minggu kita ketemu ya!


Seketika jantung Pamela berdebar cepat dan wajahnya berubah pucat.


Aduh, bagaimana ini?


"Ada apa Mel?"


Tanya Vanessa yang menyadari perubahan pada diri sahabatnya.


"Sugar daddy gue minta ketemu besok malem minggu..."


"Ya udah temuin aja, lagian cepat atau lambat memang kita pasti harus ketemuan lagi!"


"Tapi gue udah terlanjur ada janji lain Nes!"


"Janji sama siapa, gebetan lo yang baru?"


"My first love, kemaren dia tiba-tiba datang ke pesta gue dan besok malem minggu dia ngajak ketemu lagi!"


"Wow Pamela first love, gimana orangnya? Lo hutang cerita sama gue ya!"


Dan meluncurlah semua cerita kisah cinta pertamanya dengan Kak Rayhan sampai membuat Vanessa terbengong-bengong.


"Wah, so sweet juga ya first love lo, tapi yakin lo bakal buka hati buat dia lagi?"


"Nggak tahu sih, apa salahnya dicoba! Lagian dia orang cukup berarti dalam perjalanan hidup gue"


"Tapi lo nggak mungkin nolak permintaan sugar daddy lo Mel! Mungkin lo harus atur ulang pertemuan sama Kak Rayhan?"


Pamela mengedikkan bahunya tanda tak rela. Tapi apa boleh buat, dia tak punya pilihan.


Kak Rayhan, maaf, malam minggu nanti aku ada acara mendadak, kita ketemu lain kali ya kak?


Semoga saja Kak Rayhan tidak kecewa dan membencinya.