Oh, My Sugar Daddy!

Oh, My Sugar Daddy!
Bab 14



Pamela datang ke rumah Vanessa dengan membawa dua buah sanwich untuk Vanessa dan Ibunya.


"Masuk neng, Vanessa dikamarnya, makasih ya udah dijengukin..."


Kata Ibu Vanessa yang menyambut di depan.


"Emangnya Vanessa sakit ya Bu?"


"Iya biasa, paling masuk angin, penyakitnya orang kismin, emangnya neng nggak tahu? kirain neng kesini emang mau jengukin sampek repot-repot bawa oleh-oleh segala?"


"Oh, itu kebetulan saja lagi pengen bawa, tadi saya nggak ke sekolah soalnya, saya tengok ke kamar dulu ya Bu..."


"Ya neng silahkan..."


Sampai di kamar, Pamela mendapati Vanessa sedang meringkuk di balik selimut.


"Sakit apaan lo kok nggak kabar-kabar sih? Sorry, gue habis jalan-jalan sama nyokap tadi..."


"Sakit hati!"


"Serius gue tanya nih!"


"Gue juga serius jawabnya..."


"Lo kenapa sayang? gue jadi khawatir, lo nggak diapa-apain kan sama si Om?"


Tanya Pamela setengah berbisik.


"Gue dip*rkosa Mel!"


"Lah kan emang udah resikonya begitu, emang si Om kasar mainnya?"


"Nggak juga sih sebenernya, guenya aja yang ternyata masih trauma..."


"Nes, kayaknya lo butuh ke psikolog deh? Gue temenin yuk, gue juga yang bayar deh, lo tenang aja..."


"Nggak usah Mel, lo udah terlalu baik sama gue, gue cuma butuh waktu buat istirahat aja..."


"Ok, kalo gitu lo cerita aja ke gue, paling nggak beban lo bisa sedikit berkurang..."


"Sebenarnya Om Pras lumayan baik sih. Tapi nggak tahu kenapa pas dia mau nyentuh gue yang terbayang malah peristiwa waktu Om gue m*rkosa gue waktu kecil. Dan Om Pras tetep nglakuin meski gue bilang jangan. Mungkin karena dia kebawa n*fsu, setelah itu dia minta maaf, lalu pesenin gue minum sama makan dan ninggalin uang yang cukup banyak, gue disuruh istirahat nginep di hotel, sementara dia langsung pulang karena takut nggak tahan lagi..."


"Stay strong girl! Kita pasti bisa lewatin ini sama-sama, nanti kalau uang yang dikasih Om lo udah cukup buat kuliah, lo minta berhenti aja baik-baik, kita cari kerjaan lain yang lebih halal..."


"Ya Mel, rencana gue juga begitu...Lo sendiri gimana? Udah ngapain aja sama Daddy ganteng lo?"


"Alhamdulillah dia belum minta begituan si..."


"Jadi lo ngapain aja kemarin?"


"Cuma ngobrol-ngobrol aja!"


Sebenarnya tadi Pamela datang karena ingin bercerita tentang kencan pertamanya dengan Daddy yang seru, tapi mendengar cerita Vanessa yang sangat bertolak belakang, tidak mungkin dia tega.


"Cuma ngobrol aja?"


"Yups..."


"Gue jadi iri sama lo..."


"Nes, jangan bikin gue ngerasa bersalah gitu deh, apa ada yang bisa gue bantu?"


Vanessa hanya menggeleng.


"Semoga lo nggak perlu ngalamin apa yang gue alamin..."


Kata Vanessa tulus. Dalam hati Pamela mengaminkan.


"Ya udah, lo istirahat, gue pulang dulu ya...tar di omelin nenek kalau pulang kemaleman..."


"Ya Mel, ati-ati..."


Dan pulang lah Pamela dengan di antar taksi online.


Andaikan gue punya pacar. Masak kemana-mana yang anter jemput taksi online melulu. Nggak keren amat si!


Rutuk Pamela dalam hati. Tiba-tiba Pamela jadi ingat Kak Rayhan yang belum ada kabar sampai saat ini. Yah, memang dia lah yang membatalkan janji. Tapi Pamela sungguh berharap Kak Rayhan menghubunginya untuk minta bertemu lagi. Pamela ingin Kak Rayhan memperjuangkan dirinya. Apa perlu Pamela yang menghubunginya lebih dulu? Tidak-tidak. Pamela tidak mau peristiwa penolakan dimasa lalu terulang lagi. Lagi pula, apa benar Kak Rayhan ingin mendekatinya sebagai wanita? Jangan-jangan hanya dirinya yang besar kepala.


Arrgh. Kenapa cinta harus rumit begini? Seperti teka-teki yang jawabannya susah sekali.