Oh, My Sugar Daddy!

Oh, My Sugar Daddy!
Bab 76



Pamela berusaha menjalani hari-harinya dengan optimis dan penuh harapan. Terkadang peristiwa sederhana justru bisa membuka mata dan pikiran kita untuk bisa melihat lebih bijaksana. Pamela memutuskan untuk tidak berlarut menyalahkan keadaan dan meratapi rasa sakitnya. Masih banyak hal yang berguna yang harus dilakukannya. Dan mulai sekarang Pamela hanya akan fokus belajar tanpa memperdukilan hal lainnya.


"Pamela!"


Tegur Mommy saat Pamela baru saja masuk ke rumah sepulang sekolah.


"Ya Mom?"


"Mommy perlu bicara berdua denganmu..."


Pamela lalu menghampiri Mommy yang sedang duduk di meja makan seorang diri.


"Tentang apa Mom..."


"Tentang ayahmu dan pertemuan waktu itu..."


"Mommy, bolehkah aku minta waktu? Aku ingin fokus belajar dulu sampai ujian selesai, setelah itu aku janji akan berbicara pada Mommy..."


Kemarahan Pamela sudah mereda. Tapi Pamela belum siap jika harus membahas hal ini lagi. Pamela takut masalah ini akan menganggu konsentrasi belajarnya.


"Baiklah, memang sebaiknya kamu fokus belajar...semoga sukses sayang! Maaf kalau membuatmu kurang nyaman..."


"Ya Mom, tidak apa, aku mengerti..."


"Sebenarnya semua tidak seperti yang kamu pikirkan, banyak hal yang perlu Mommy ceritakan padamu....tapi lebih baik kita tunggu ujianmu selesai baru kita bicarakan hal ini lagi..."


"Ya Mom..."


Luna pergi ke kamarnya dan menghubungi Zein untuk memberi tahu keadaan dan keputusan Pamela. Lagi-lagi Zein harus bersabar. Zein merasa kecewa, tapi bisa mengerti. Lagipula ini demi kebaikan Pamela.


Pamela benar-benar menghabiskan waktunya untuk belajar dan belajar. Pamela juga mengambil bimbingan belajar intensif di sore hari sepulang sekolah. Dan hasilnya tidaklah sia-sia. Pamela meraih nilai yang cukup tinggi pada ujian akhir. Hal yang tidak pernah disangkanya, padahal Pamela merasa biasa-biasa saja.


"Buset, tinggi juga nilai Lo! jangan-jangan selama ini lo cuma pura-pura bego lagi!"


Seloroh Vanessa saat mereka sedang merayakan kelulusan bersama di sebuah warung pecel lele pinggir jalan. Yah, mereka memilih merayakan kelulusannya di warung kaki lima daripada di restoran bintang lima.


"Gue juga nggak nyangka, ternyata kalau rajin belajar otak gue lumayan tokcer! Tapi masih tinggian nilai lo juga kali!"


"Nggak ah, jurusan di PTN kan serius semua...bukan passion gue disitu, gua pengen belajar hal yang bener-bener gue suka..."


"Ya baguslah kalau lo udah yakin..."


Setelah puas makan di warung pecel lele yang ternyata sambalnya sangat lezat Pamela memilih langsung pulang kerumahnya. Rebahan di kasur empuk kamarnya sambil maraton drama korea masih jadi hiburan favoritnya. Mungkin karena dirinya tak punya pacar dan tak punya teman untuk diajak keluar selain Vanessa lagi, Vanessa lagi. Jadi Pamela memilih menghabiskan me time nya seorang diri.


Sedang asyik-asyiknya nonton, tiba-tiba pintu kamarnya diketuk dari luar.


"Ini Mommy sayang, tolong buka pintunya..."


"Ya Mom..."


Pamela menghentikan keasyikannya dan membukakan pintu untuk Mommy. Begitu pintu terbuka Momny langsung menabrak dan memeluknya.


"Uh..uh..anak Momny sayang, selamat ya...Mommy bangga sekali sama kamu, tuh kan kalau rajin belajar kamu ternyata lumayan pintar juga...dulu waktu sekolah nilai Momny tidak pernah sebagus kamu..."


Dulu semasa sekolah Luna sedang sibuk-sibuknya meniti karir sehingga tak pernah fokus mengejar nilai.


"Ah Mommy, biasa aja kali, banyak juga yang lebih bagus..."


"Nggak papa, buat Mommy kamu yang terbaik...Oh ya, gimana kalau besok kita makan malam sekeluarga untuk merayakan kelulusan kamu?"


"Hmm boleh juga, terserah Mommy aja...aku pasti bisa kok..."


"Ok, besok malam kita pergi sekeluarga, nanti biar Mommy cari tempat yang bagus dan reservasi..."


"Makasih banyak Mom..."


"Ya sudah, have fun ya...silahkan nonton sepuasnya...Mommy mau ke kamar dulu..."


"Ya Mom..."


Selepas Mommy keluar dari kamarnya, Pamela jadi teringat sesuatu. Sudah saatnya dia menghadapi hal yang ditakutinya. Cepat atau lambat Mommy pasti membicarakannya. Dan dirinya harus bersiap.