
Kebahagian Luna musnah dalam sekejap. Dunianya seketika terbalik. Kehamilan bagi anak remaja tentulah bukan hal menyenangkan. Suatu aib besar yang akan menghancurkan masa depan. Apalagi Luna sedang merintis karir di dunia hiburan. Ada skandal sedikit saja bisa habis di bahas berhari-hari di acara gosip nasional. Aib yang memalukan justru akan diumbar, laris manis bagai barang dagangan. Membayangkan hal itu membuat nyali Luna menjadi ciut. Apalagi tanpa adanya Ayah bayi yang mau bertanggung jawab. Hingga Luna sempat terfikir untuk menggugurkan saja kandungannya.
"Jangan menutupi dosa dengan dosa yang lebih besar lagi!"
Bentak Ayah Luna saat mendengar Luna ingin menggugurkan kandungan.
"Jaga kehamilanmu sampai kamu melahirkan anak itu, kalau kamu tidak menginginkannya, biar aku yang akan merawatnya seperti anakku sendiri!"
Begitu kata Ibu Luna akhirnya. Luna hanya diam dengan pandangan mata kosong menerawang. Jika biasanya kalau dimarahi dia suka membantah, kali dia hanya bisa pasrah. Memang dirinyalah yang salah. Dan kesalahannya terlalu fatal.
"Maafkan aku Ayah, Ibu..."
Kata-kata itu hanya mampu diucapkannya dalam hati, tak sanggup mulutnya bicara.
Untunglah semua berjalan lancar. Kehamilannya sehat meski dibawa untuk beraktifitas. Tidak ada rasa mual atau keluhan apapun seperti selayaknya Ibu hamil pada umumnya. Setelah menginjak usia kehamilan enam bulan barulah Luna mulai vakum dan memilih mengasingkan diri di sebuah vila yang berada di puncak.
Tapi ternyata para wartawan itu sungguh pandai mengulik berita. Hubungan Luna dengan kekasih yang menghamilinya dari awal sudah go publik. Hingga ketidakhadiran lelaki itu disamping Luna sebelum vakum sudah menimbulkan tanda tanya tentang kandasnya hubungan asmara keduanya. Hingga saat Luna memilih vakum dan menghilang, acara gosip sudah dipenuhi kabar tentangnya. Spekulasi kabar tentang kehamilannya pun turut berhembus. Meski begitu Luna tetap memilih bungkam dan tak berniat muncul untuk mengkonfirmasi apapun. Biarlah orang berspekulasi apapun tentang dirinya.
Dalam persembunyiannya akhirnya Luna berhasil melahirkan bayi perempuan cantik dengan selamat. Bayi itu diberinya nama Pamela Husein. Luna sengaja memberi nama kakeknya di belakang, agar tak tersisa lagi jejak ayahnya yang tak bertanggung jawab. Melihat bayi yang dilahirkannya susah payah, Luna tak rela kalau anak itu akan diakui Ibunya. Luna tetap ingin anak itu menjadi anaknya dan memanggilnya Ibu. Namun saat mulai mengasuhnya Luna sempat mengalami baby blues parah hingga perasaannya ingin membuang bayinya. Pada waktu-waktu itu support orang tua Luna sangatlah besar dalam memberikan dukungan moral juga membantu mengasuh Pamela bayi. Luna akhirnya memilih menggunakan jasa baby sitter agar dirinya bisa cepat kembali ke dunia hiburan yang telah membesarkan namanya. Luna akhirnya memilih membuat pengakuan dosa di depan publik. Luna mengakui dirinya telah melahirkan bayi hasil hubungan di luar nikah, tapi Luna tetap merasiakan Ayah si bayi. Atau lebih tepatnya Luna tidak pernah mengakui siapapun lelaki itu sebagai ayah anaknya.
Pengakuan itu tentu saja langsung menggemparkan publik. Banyak yang menghujat Luna. Tapi banyak juga yang mendukung kejujuran Luna, karena di masyarakat tentu banyak hal serupa yang terjadi. Orang-orang tentu menerka-nerka siapa Ayah si bayi. Dan nama Zein Wiradinata sebagai pacar terakhir Luna pun turut terseret pemberitaan. Tapi baik Luna maupun Zein sama-sama memilih bungkam.
Untunglah di tengah masalahnya Luna tetap mendapatkan job menyanyi, bahkan semakin banyak. Dan popularitasnya pun semakin naik. Bayaran Luna pun semakin tinggi. Tapi disisi lain Luna semakin kesulitan meluangkan waktu untuk Pamela. Luna bisa di bilang menyerahkan sepenuhnya pengasuhan Pamela kepada Ibunya dengan dibantu para baby sitter. Karena itulah Luna tidak merasakan kedekatan dengan Pamela di waktu Pamela kecil.