Oh, My Sugar Daddy!

Oh, My Sugar Daddy!
Bab 114



Rayhan menatap langit malam sambil sesekali menyesap kopi di cangkirnya yang telah dingin. Usianya kini telah menginjak 32 tahun. Usia yang amat sangat matang bagi seorang pria. Dan telah banyak kegagalan yang dia telan hingga akhirnya dirinya bisa berdiri diatas kakinya sendiri. Yah ternyata tak cukup satu, dua, atau tiga tahun, untuk mencapai titik kesuksesan. Bahkan setelah delapan tahun berjalan, entah apakah dirinya kini bisa di bilanh sukses. Sukses, sebuah kata yang amat relatif. Entah apa yang menjadi ukurannya, jumlah harta? Kedudukan? Sampai nominal berapakah orang bisa dinyatakan sukses? Entahlah. Tapi setelah berjuang sejauh ini dan mencapai titik dimana dia berada saat ini, Rayhan memutuskan untuk merasa cukup. Tentu, dirinya akan terus melanjutkan perjuangannya dan terus bekerja. Tapi kini targetnya bukan lagi tentang nominal dan angka seperti sebelumnya. Mungkin lebih kepada manfaat dan juga Rayhan harus mulai memikirkan sisi kehidupannya yang lain.


Dulu, setelah kasus konfliknya dengan selebgram bernama Nadia, yang kemudian berujung pada putusnya hubungan dengan Pamela, Rayhan akhirnya memutuskan untuk berhenti. Sedikit banyak akhirnya Rayhan setuju dengan pemikiran Pamela yang tidak suka dengan popularitas. Dengan popularitas orang memang lebih mudah mendapatkan uang dan mungkin juga ada kepuasan tersendiri saat banyak orang mengenal dan memperhatikanmu. Tapi ternyata juga akan ada banyak kepalsuan dan banyak hal yang harus dikorbankan. Rayhan juga tak menginginkan hal itu


Akhirnya Rayhan berubah haluan dengan menjadi orang di belakang layar. Masih berada di bidang yang sama, tapi kali ini Rayhan tidak ingin dirinya yang dikenal, melainkan karyanya. Bersama tiga orang teman kuliahnya, Rayhan mulai memproduksi semuah film animasi karya anak bangsa. Tokohnya adalah Bang Somad, si ustad gaul dan juki santri yang suka iseng tapi selalu bisa mengajak teman-temannya berbuat kebaikan.


Tentu saja perjuangan Rayhan dan kawan-kawannya tidaklah mudah. Bahkan sampai ada satu yang menyerah dan keluar dari proyek. Rayhan dan kedua temannya pun harus bekerja sambil tetap menggarap proyek animasinya yang sempat hanya jalan di tempat. Bukannya menghasilkan uang, dalam kurun dua tahun pertama 'Bang Somad dan Juki' malah menghabiskan modal. Sampai kemudian di tahun ketiga, animasi itu barulah mendapat perhatian sedikit demi sedikit di chanel youtubenya. Ditahun keenam semakin banyak yang menonton, dan chanel youtube 'Bang Somad dan Juki' menjadi salah satu serial anak paling populer. Dan di tahun ketujuh, barulah serial itu dipinang oleh salah satu stasiun televisi dan setiap episodenya diproduksi dengan lebih konsisten.


Sejujurnya perasaannya pada Pamela tak pernah mati. Bahkan saat mereka berpisah, dalam hati Rayhan berjanji akan bekerja keras dan membuktikan dirinya bisa sukses sebelum nanti merek akan bertemu lagi.


Tapi, benarkah mereka bisa bertemu lagi? Sebab sampai sekarangpun tak ada perempuan yang menarik hatinya dan mampu menggetarkan perasaannya.


Rayhan pernah mencoba menghubungi Pamela, tapi nomornya sudah tidak aktif. Dan saat Rayhan mendatangi rumahnya, kata satpam Pamela sudah tidak tinggal disana. Katanya Nenek Zubaedah masih tinggal disana, tapi untuk bertemu orang tua itu dan bertanya lebih jauh tentu Rayhan tak punya nyali.