Oh, My Sugar Daddy!

Oh, My Sugar Daddy!
Bab 63



Rayhan tak bisa mengelak kalau harga dirinya sebagai laki-laki terluka saat mendengar cerita Pamela. Bagaimana mungkin kalau kekasihnya sampai melakukan hal semacam itu? Betapa kesepiankah dia sampai melakukan hal sebodoh itu. Yah, meski kesalahan itu dilakukan Pamela saat mereka belum bertemu kembali dan Pamela bilang tidak ada hal terlarang yang mereka lakukan, tapi tetap saja dirinya sulit untuk menerima.


Setelah pertemuan itu komunikasi diantara mereka terputus. Rayhan masih enggan menghubungi Pamela. Dan Pamela pun sama. Meski di sisi lain diam-diam Rayhan merindukan Pamela dan tetap tak akan rela untuk melepaskan gadis itu. Rayhan berharap Pamela lah yang menghubunginya lebih dulu. Dan bukankah Pamela yang melakukan kesalahan. Kenapa perempuan selalu gengsi dan tak pernah merasa salah?


Ah sudahlah, daripada memikirkan masalah ini berlarut-larut Rayhan memilih kembali fokus dengan kesibukan yang tengah dijalaninya. Mengelola chanel youtube nya juga mengerjakan sebuah project sebagai bahan tugas akhirnya.


Namun di tengah dia mengerjakan rutinitasnya, tiba-tiba ada seorang perempuan tak dikenal yang menghubunginya. Namanya Nadia Clara. Dia mengenalkan diri sebagai youtuber dan selebgram dan mengajaknya bekerja sama dengan kolaborasi konten. Terlebih dulu Rayhan mencari tahu informasi tentang sosok Nadia sebenarnya. Dan wow, ternyata benar Nadia adalah seorang wanita yang cukup cantik dan seksi dengan jutaan follower dan subscriber.


Sedikit menganalisis, Rayhan sebenarnya tidak terlalu suka pada profile Nadia yang dilihatnya sekilas. Seperti perempuan yang dengan mudah memanfaatkan kecantikan dan lekuk tubuhnya hanya demi sebuah popularitas. Karena kedua modal itulah biasanya perempuan bisa lebih cepat populer dibandingkan laki-laki. Tapi ya sudahlah, marilah kita berfikir logis. Rayhan menganggap kalau kerjasama itu akan menguntungkan untuk dirinya dalam mengembangkan chanelnya. Dan akhirnya dia setuju untuk bekerjasama.


Beberapa hari mereka intens berhubungan lewat sambungan telefon, video call, dan pesan whatsapp demi membahas isi konten yang akan mereka garap bersama, hingga akhirnya untuk pertama kalinya mereka sepakat untuk bertemu dan berdiskusi secara langsung. Mereka berjanji untuk bertemu di sebuah mall sekalian makan siang bersama. Tapi siapa sangka di sebuah gerai restoran cepat saji itu Rayhan justru bertemu dengan Pamela yang sedang makan dengan teman-temannya. Seperti deja vu, tapi kali ini dirinyalah yang menjadi tersangkanya. Siapa sangka pertemuan yang dirindukannya dengan Pamela justru terjadi dengan cara yang tidak diharapkan. Sikap Nadia yang sok akrab dengan menggandeng tangannya membuatnya merasa risih. Bagaimana mungkin Nadia bisa bersikap demikian padahal mereka baru saja bertemu. Pasti Pamela akan salah sangka, begitu pikirnya. Tapi Rayhan berusaha bersikap tenang, menyapa Pamela, lalu mengenalkan Nadia sebagai seorang teman. Nanti dia bisa bercerita dan menjelaskannya pada Pamela. Begitu pikirnya. Tapi yang kemudian terjadi, Nadia justru menarik tangannya dan setelah itu Nadia benar-benar menguasai dirinya dengan mendominasi semua percakapan dan acara makan siang mereka. Rayhan merasa tertekan dengan cara Nadia. Tapi entah mengapa dia tak bisa melakukan apapun kecuali mengikuti alur. Ternyata begini ya kalau perempuan sudah punya keinginan, sangat berambisi dan susah untuk dibantah.


Sekarang keadaan seperti berbalik. Rayhan merasakan dalam posisi terdakwa yang serba salah. Kalau dilihat sekilas pasti dirinya dikira telah berselingkuh atau dekat dengan gadis lain sebagai pelarian. Padahal kenyataan tidak seperti itu dan pasti Pamela akan sulit untuk mempercayainya. Tiba-tiba kemarahan yang kemarin meletup-letup pada Pamela seketika memudar. Berganti dengan perasaan bersalah yang entah mengapa menghinggapi hatinya.