Oh, My Sugar Daddy!

Oh, My Sugar Daddy!
Bab 56



Rayhan bukannya tidak pernah merindukan pamela. Tiga bulan tidak bertemu, waktu terasa berjalan lambat dan sangat lama. Tapi jika memikirkan jauh ke depan, Rayhan akan kembali menguatkan dan menyemangati dirinya sendiri. Semangat! Dia harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Bekerja keras, menyelesaikan kuliah, juga meraih impiannya perlahan-lahan. Agar, saat nanti tiba waktunya bertemu dengan Pamela, dia sudah menjadi orang yang pantas, untuk Pamela dan keluarganya.


Tapi, betapa terkejutnya saat Rayhan melihat Pamela berjalan dengan seorang pria di sebuah pusat perbelanjaan. Rayhan sempat mengamati pria itu. Pria dengan penampilan parlente dan wajah yang cukup tampan. Meski begitu tak bisa disembunyikan bahwa pasti usia pria itu terpaut cukup jauh dari Pamela.


Dan Rayhan ternyata tidak bisa menahan diri, saat melihat Pamela di depan matanya, dan reflek langsung memanggilnya.


Pamela terlihat gugup saat melihatnya. Seperti bingung dan salah tingkah, sekaligus terkejut menyadari kehadiranku yang tiba-tiba. Ah bukankah seharusnya pertemuan kami adalah untuk saling melepas rindu?


Dan kemudian seolah mengerti situasi, lelaki itu justru memperkenalkan diri sebagai Om-nya Pamela. Om macam apakah dia? Sebab setahu Rayhan, Pamela tidak mempungai keluarga lain dikota jakarta. Hingga akhirnya Rayhan memilih berlari pergi, dan Pamela mengejarnya hingga peristiwa itu terjadi.


Sekarang, perasaan Rayhan benar-benar campur aduk terhadap Pamela. Rayhan sempat sangat kecewa, saat melihat Pamela bersaama pria lain. Tapi kemudian saat melihat Pamela terluka hingga berdarah-darah kemarin, Rayhan sungguh sangat khawatir dan takut jika terjadi sesuatu yang buruk pada kekasihnya itu. Lalu sekarang, dirinya merasa sangat bersalah, sebab kemungkinan besar, dirinyalah yang menjadi penyebab Pamela tertabrak.


Namun, melihat pria itu selalu ada di sekitar Pamela dan juga sangat menghawatirkan Pamela, hatinya menjadi was-was. Siapakah laki-laki itu? Apakah selama ini dia memiliki saingan yang juga mencintai Pamela sama seperti dirinya?


Hari itu, Rayhan memutuskan kembali datang ke rumah sakit untuk menjenguk Pamela. Banyak pikiran berkelebat di benaknya. Mungkin dia ingin menanyakan langsung pada Pamela, tentang siapa pria itu. Tapi tentu dia harus mencari waktu yang tepat, bukan sekarang saat Pamela masih terbaring di rumah sakit. Sekarang Rayhan hanya ingin datang dan menjenguk Pamela untuk menunjukkan perhatiannya dan juga Rayhan sungguh berharap Pamela baik-baik saja dan segera pulih. Tapi berapa terkejutnya Rayhan saat bertemu Nenek dan Kakek Pamela di lobby tumah sakit. Rayhan sedikit segan jika harus berhadapan dengan keluarga Pamela, terutama Nenek Pamela. Tapi siapa sangka, kali ini mereka justru bersikap ramah dan mengajaknya berjalan bersama-sama untuk menjenguk Pamela.


Tapi ternyata ada hal yang lebih mengejutkan lagi. Pria itu ternyata tengah berada di ruang perawatan Pamela. Dan mereka terlihat begitu akrab, mengobrol sambil tertawa, entah apa yang mereka bicarakan.


"Baguslah, Oh ya, sedang ada tamu rupanya. Siapa ya ini? Sepertinya Nenek kenal?"


Laki-laki itu tersenyum dan mengangguk hormat pada nenek Zubaedah, lalu beberapa saat terlihat sibuk dengan ponselnya.


"Pamela, maaf saya ada urusan mendadak, saya pamit dulu ya? Sepertinya banyak yang datang hari ini, jadi kamu tidak akan kesepian..."


Lalu lelaki itu beranjak mendekati Nenek Zubaedah.


"Ibu, aku Zein, apa Ibu sudah lupa? Maaf, aku sedang ada urusan, tapi lain kali aku akan datang menemui Ibu, aku pamit dulu..."


Nenek Zubaedah terlihat berusaha mengingat, dan lelaki itu berjalan keluar tanpa menunggu.


"Zein...kamu Zein? Untuk apa kamu ada disini, tunggu!!!"


Nenek Zubaedah berteriak panik. Tapi lelaki itu sudah pergi. Siapakah laki-laki itu sebenarnya?