Oh, My Sugar Daddy!

Oh, My Sugar Daddy!
Bab 39



Malam itu Pamela menyeduh secangkir kopi dan memesan martabak coklat favoritnya sambil menunggu Mommy pulang. Entah jam berapa Mommy akan pulang malam ini. Pamela pun tak tahu pasti. Tapi Pamela sudah bertekad untuk menunggu, sebab ada hal penting yang ingin disampaikannya. Yah, hal itu tentu berhubungan dengan kepentingan Kak Rayhan, kekasihnya.


Pamela memilih duduk di teras belakang sambil memainkan ponselnya. Sesekali dirinya duduk bersandar sambil terkantuk-kantuk. Sepertinya kopi hitam yang diminumnya tak terlalu mempan. Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Padahal biasanya paling malam pukul sepuluh Pamela pasti sudah tertidur, kecuali kalau sedang ada acara di luar rumah. Entah jam berapa Mommy akan pulang. Bukan, lebih tepatnya, entah Mommy pulang atau tidak malam ini. Tapi Pamela sudah bertekad untuk menunggu.


Pamela sempat tertidur beberapa saat, sebelum akhirnya sebuah belaian lembut di kepala membangunkannya. Pamela kemudian tersadar dan langsung mengucek matanya untuk mengusir kantuk.


"Kamu ketiduran disini sayang?"


"Eh, Mommy sudah pulang?"


Tanya Pamela dengan raut terkejutnya. Lalu di lihatnya jam di ponselnya sudah menunjukkan pukul satu dini hari.


"Kamu nungguin Mommy pulang disini?"


"Hehe, pengen ngobrol aja sama Mommy..."


"Kalau ada perlu harusnya kamu kasih tahu Mommy! Dan kamu nggak perlu nunggu Mommy pulang sampai selarut ini!"


"Mommy kan sibuk, aku nggak mau kalau sampai mengacaukan jadwal Mommy yang padat itu.."


"Jangan bicara begitu, Mommy kerja buat kamu. Dan kamu adalah prioritas nomor satu Mommy. Jadi kamu tinggal bilang aja kalau ada perlu sama Mommy, ngerti?"


"Ya Mommy, makasih"


"Mommy udah selesai mandi dan pengen rebahan, kita ngobrol di kamar kamu aja gimana? Sekalian Mommy pengen bobo bareng bayi gede Mommy ini, udah lama kan kita nggak tidur bareng?"


"Ok Mommy, dengan senang hati..."


Dan malam itu Pamela senang bisa tidur bersama Mommy.


"Ada apa sayang, pasti ada masalah penting ya sampai dibela-belain nungguin Mommy pulang malam-malam begini?"


"Hmmm, bukan yang penting banget sih Mom, tapi aku butuh bantuan Mommy..."


"Bantuan apa emangnya sayang, kamu kan anak Mommy, tentu saja Mommy akan dengan senang hati bantu kamu sebisa Mommy!"


"Teman aku Mom, dia butuh wawancara Mommy tentang sesuatu yang menarik. Mungkin bakal sedikit menyita waktu Mommy. Tapi akan akan sangat berterimakasih kalau Momny mau bantuin..."


"Teman siapa, ayo cerita yang jelas! Mommy nggak akan mau bantuin kalau kamu cuma cerita sepotong-sepotong begini!"


"Teman atau pacar hayo?"


"Hehe.."


"Kamu boleh nggak bilang sama nenek, tapi kamu harus jujur sejujur-jujurnya sama Mommy. Lagian Mommy nggak akan ngelarang atau marahin kamu sayang..."


"Ya Mommy, Kak Rayhan lagi merintis chanel youtube gitu...tapi ternyata udah dua bulanan gitu belum kelihatan hasilnya...Iya sih kita tau emang nggak bisa instan, tapi Kak Rayhan juga mulai kehabisan modal. Kan susah kalau orang biasa, udah kalah duluan sama artis-artis atau orang yang duluan terkenal. Jadi aku pikir kalau Mommy mau bantuin, siapa tahu dengan nama besar Mommy, bisa sedikt mendongkrak popularitasnya..."


"Hhmmm, Mommy nggak ada masalah sih buat bantuin teman kamu itu, tapi...kamu cinta sama dia?"


Tentu Mommy bisa mengendus gelagat anak gadisnya. Mommy tidak ingin terlalu mengekang Pamela, tapi juga tidak ingin Pamela terjerumus ke lubang yang sama seperti dirinya dulu.


Pamela hanya tersenyum, sebagai jawaban pertanyaan Mommy.


"Pamela, Mommy percaya kamu anak baik dan bisa jaga diri. Mommy juga percaya jika laki-laki yang kamu pilih juga lelaki baik-baik. Mommy cuma bisa mendoakan supaya kelak kamu bisa bahagia dengan siapapun pilihan hatimu. Tapi sayang, percayalah, niat Nenek juga baik, untuk melindungi kamu...Maka sekarang inilah yang terbaik...Buat Mommy nggak masalah kamu menjalin hubungan dengan siapapun, asal ada batasnya. Karena kita cuma manusia, yang mudah digoda setan! Sabar ya sayang, ikuti saja aturan Nenek. Mommy akan bantu kamu sebisanya. Jadi, kapan Mommy bisa ketemu pacar kamu?"


Ditanya begitu Pamela malah jadi tersipu.


"Kapan aja Mommy bisa, Kak Rayhan ngikut aja katanya. Kan jadwal Mommy padat..."


Mommy melihat sekilas agendanya. Menimbang hari apa yang lumayan luang.


"Akhir pekan depan bagaimana?"


"Ok Mommy, nanti aku kasih tahu Kak Rayhan..."


"Nanti kita ketemu buat ngobrol dan diskusi dulu ya, baru pekan depannya eksekusi buat kontennya, nggak buru-buru kan?"


"Nggak kok Mommy, lagian Kak Rayhan juga tetep jalan buat konten yang lainnya...Makasih ya Mommy udah mau bantuin"


"Sama-sama sayang, yuk tidur! Udah larut malam ini, besok harus bangun pagi jangan sampai sekolahnya terlambat. Jangan bikin nenek marah gara-gara Mommy!"


"Hehe, Ok Mommy..."


Dan tak menunggu waktu lama, mereka berdua saling berpelukan lalu terlelap bersama.