
Pamela sudah mengenakan seragam sekolah lengkap, saat keluar dari kamar dan kemudian duduk di meja makan untuk sarapan bersama.
"Mommy, tumben ikut sarapan bareng?"
Biasanya Mommy jarang sekali bergabung di meja makan. Biasa, alasan pekerjaan.
"Pamela, yang sopan kalau bicara dengan orang tua.."
Nenek Zubaedah yang cerewet mulai banyak aturan. Tapi Mommy santai saja. Lagi pula Pamela kan hanya bertanya, bukan bermaksud tidak sopan.
"Mommy sedang free hari ini Pamela, dirumah saja seharian, dan kebetulan sudah bangun pagi..."
"Oh.."
Dan tiba-tiba munculah sebuah ide di kepala Pamela.
"Mom, gimana kalau hari ini kita jalan-jalan berdua saja?"
"Wah, ide yang bagus, ayo!"
"Pamela! Kamu kan harus pergi ke sekolah, sana berangkat! nanti terlambat!"
Kata Nenek Zubaedah memperingatkan. Pamela menatap Mommy, meminta pembelaan.
"Nggak papa Bu, sekali ini aja, jarang-jarang aku ada waktu buat Pamela, kasihan dia.."
"Ya sudah, terserah kalian saja, dasar Ibu dan anak sama saja!"
Nenek Zubaedah yang kesal lalu berlalu masuk ke kamarnya. Yang lain hanya sebagai penonton tanpa berkomentar apapun.
Pamela memeluk Mommy dan memberi kecupan di pipinya.
"Makasih Mommy..."
Lalu segera diketikkan pesan untuk Vanessa sahabatnya, memberi tahu kalau hari ini dia tidak datang ke sekolah.
"Enaknya kita kemana hari ini Mommy?"
Tanya Pamela sambil bergelanyut manja.
"Hemm, sepertinya Mommy butuh rileks ke salon, kita treatment berdua bagaimana?"
Sebenarnya belum lama ini Pamela sudah ke salon. Tapi...baiklah, apa saja asalkan sama Mommy!
"Ok Mommy, ide yang bagus!"
"Setelah itu kita ngopi dan makan saja diluar, bagaimana? Atau Pamela sedang ingin beli sesuatu?"
"Begitu saja tidak apa-apa Mommy, aku sedang tidak butuh apa-apa kok, cuma ingin bersama Mommy..."
"Ah, manisnya anak Mommy...sana ganti bajumu, biar Mommy siap-siap dulu!"
Kalau yang menyuruh Mommy, apalagi untuk pergi bersama, Pamela langsung bergerak cepat tanpa disuruh dua kali.
Tidak lama berselang Pamela sudah keluar dari kamar dengan balutan celana jeans panjang dan t-shirt hitam. Gaya kasual favoritenya, simple, tapi sangat cantik di tubuhnya yang ramping dengan tinggi sedang. Sedangkan Mommy memakai dress bermotif floral selutut dengan model sederhana tapi sangat manis di tubuhnya yang cukup mungil.
"Sudah siap? Yuk berangkat!"
"Yuk!"
Merekapun melangkah keluar. Mommy memilih membawa mobil sendiri kali ini, dengan santai sambil bersenandung riang melajukan mobilnya ke sebuah salon langganan. Berasa mendengar konser dangdut live kalau sudah begini. Pikir Pamela sambil terkekeh geli sendiri.
"Ada apa sayang?"
"Nggak Mommy!"
Dan Mommy pun masih lanjut menyanyi.
"Beruntung ya aku, nggak perlu dateng ke konser buat denger suara merdu Mommy!"
"Pamela, rambut kamu sudah panjang, mau potong sekalian?"
Pamela memainkan rambutnya sambil berfikir. Sudah cukup panjang, tapi sayang!
"Dirapikan saja sedikit, Mommy pengen potong poni soalnya, kamu mau kembaran?"
"Boleh juga Mom..."
Dan akhirnya mereka menghabiskan waktu di salon hampir seharian. Mommy suntik vitamin C dan memilih beberapa treatment untuk merawat kekencangan kulitnya, juga spa dan perawatan rambut. Sedangkan pamela memilih spa, manicure pedicure, dan perawatan rambut.
Setelah selesai dengan berbagai macam treatment, Mommy kembali melajukan mobilnya meluncur ke sebuah cafee bergaya minimalis. Mommy memesan Machiato dan salad. Sedangkan Pamela yang tidak terlalu suka kopi, memilih jus alpukat dan sanwich.
"Apa mommy kenyang hanya makan itu?"
"Mommy sudah kenyang gunjingan orang, haha"
Jawab Mommy sambil bercanda.
"Makanlah yang cukup Mommy, badan mommy sudah bagus, Mommy juga harus jaga kesehatan biar tetap lancar beraktifitas..."
"Wah, apa Mommy sedang dimarahi anak Mommy sendiri?"
Lalu Mommy memesan lagi seporsi grill chicken breast.
"Nanti bantu Mommy habiskan yah?"
"Sip Mommy!"
"Pamela?"
"Ya Mommy?"
"Apa kamu kecewa Mommy tidak datang di ulang tahunmu kemarin?"
"Ya Mommy, sedikit, tapi aku mengerti Mommy sangat sibuk, its ok!"
"Maafkan Mommy sayang, Mommy jarang ada untukmu, pasti kamu bosan selalu diomeli nenek yang cerewet!"
"Nenek memang cerewet, tapi sangat perhatian Mom..."
"Jadi Mommy kurang perhatian padamu ya?"
"Bukan begitu Mommy!"
"Haha, tidak apa..Mommy mengerti sayang.."
Luna tiba-tiba menyadari sesuatu. Betapa putrinya telah tumbuh dewasa dengan amat baik. Pamela selalu bersikap manis padanya meski dia bukanlah Ibu yang baik.
Kemudian pelayan datang mengantar makanan.
"Ayo kita makan sama-sama, biarlah diet Mommy gagal hari ini!"
Sejenak merekapun fokus menyantap hidangan yang masih hangat. Dan kemudian ponsel Mommy pun berdering.
Mommy mengangkat telponnya dan terlihat berbincang serius dengan seseorang di ujung sana.
"Maaf sayang, sore ini Momny ada meeting mendadak!"
Kata Mommy saat selesai mengangkat telepon.
"Ya Mommy, aku bisa pulang sendiri. Hmm, boleh aku mampir ke rumah Vanessa?"
"Tentu, hati-hati di jalan sayang, maaf Mommy tidak bisq mengantarmu!"
"Tidak apa, aku bisa naik taksi online, Mommy juga hati-hati, jangan ngebut!"
Mommy memeluk Pamela dan membayar pesanan. Lalu pergi dengan terburu-buru. Pamela memilih duduk di dalam sambil menunggu taksi online yang akan mengantarnya ke rumah Vanessa.