Oh, My Sugar Daddy!

Oh, My Sugar Daddy!
Bab 6



"Kak Rayhan?"


"Hey Pamela, apa kabar? Maaf kemeren ketemu sama Nenek Zubaidah, terus disuruh datang ke pesta kamu, ganggu nggak nih?"


"Eh, nggak lah kak, makasih banyak sudah datang...yuk kita ngobrol disana aja.."


Pamela mengajak Rayhan duduk di sebuah sudut yang cukup sepi. Bukan apa-apa, karena kalau di dekat panggung terlalu bising oleh suara musik.


"Kakak apa kabar?"


"Aku masih gini-gini aja, masih tinggal di Kampung Duren, sekarang udah kuliah, ambil Jurusan Multimedia.."


"Hehe, aku juga masih gini-gini aja.."


"Nggak dong, kamu udah tambah glowing sekarang..."


"Hehe"


Pembicaraan mereka berlangsung kaku. Maklum saja, sudah lama tidak bertemu.


Kak Rayhan adalah sahabat lama Pamela, tetangga di rumah lamanya di Kampung Duren dulu. Kak Rayhan adalah teman yang mengisi masa kecil Pamela yang kesepian. Usia mereka yang terpaut cukup jauh membuat Kak Rayhan praktis berperan seperti kakak bagi Pamela.


Dulu saat tinggal di rumah lamanya, Mommy belum sekaya sekarang dan para tetangga sering menggunjingkan keluarga Pamela. Katanya Pamela anak haram. Katanya Mommy bekerja dari melacur. Berangkat pagi pulang pagi seperti tak punya rumah. Tapi kata Mommy, jangan hiraukan mulut tetangga. Mommy bekerja untuk Pamela dan hidup keluarganya. Dulu anak-anak perempuan sebayanya disana, tidak ada yang mau berteman dengan Pamela. Kebanyakan dilarang oleh orang tuanya. Karena Pamela anak haram dan mungkin anak seorang pelac*r, mereka takut anak-anaknya terkena pengaruh buruk Pamela. Meski begitu anak-anak itu suka sekali menganggu Pamela. Berteriak mengejek Pamela, mengatainya anak haram. Kalau sudah begitu Pamela kecil akan menangis tersedu-sedu. Hanya Kak Rayhan yang mau menjadi teman Pamela dan tidak pernah mengejeknya. Kak Rayhan selalu menghibur Pamela saat menangis. Dan mengusir anak-anak usil yang suka meledek Pamela. Jika Kak Rayhan sudah turun tangan, anak-anak itu takut dan langsung lari terbirit-birit. Kak Rayhan juga sangat baik dan perhatian pada Pamela. Menjadi teman bercerita saat Pamela merasa kesepian di rumah. Keluarganya dan keluarga Kak Rayhan pun cukup akrab dan berteman baik. Terutama Kakek Husein dan Nenek Zubaidah. Kalau Mommy sih jarang dirumah, jadi jarang juga bersosialisasi dengan tetangga.


Pamela merasa nyaman berada di samping Kak Rayhan. Baginya Kak Rayhan seperti seorang kakak yang selalu ada dan melindunginya. Tapi sedikit beranjak besar, Pamela menyadari ada perasaan berbeda yang tumbuh di hatinya. Pamela jatuh cinta. Cinta pertamanya untuk sosok pelindungnya. Tanpa ragu-ragu Pamela yang masih polos mengungkapkannya langsung pada Kak Rayhan. Tapi Kak Rayhan malah menertawakannya.


"Kamu masih kecil, belum waktunya ngomongin cinta..."


Dan hati Pamela pun terluka. Pamela berlari pulang sambil menangis tersedu-sedu. Pamela kecil benci dan marah pada Kak Rayhan. Pamela tidak mau bertemu Kak Rayhan lagi. Pamela merasa malu dan sakit hati. Berulang kali Kak Rayhan datang karena ingin meminta maaf dan memberi penjelasan tapi Pamela tidak mau dengar. Sampai kemudian Mommy mengajak Pamela dan keluarganya pindah rumah. Dan merekapun tak pernah bertemu lagi sampai sekarang.


Baik Pamela maupun Kak Rayhan tentu sudah punya kehidupan masing-masing yang tidak saling bersentuhan.


Tapi sekarang Kak Rayhan datang ke pesta ulang tahunnya, bolehkah kalau Pamela berharap untuk menjalin kembali persahabatan yang sempat terputus karena kesalahannya?


Karena bagi Pamela, Kak Rayhan tetaplah sosok kakak yang pernah mengisi masa kecilnya, memberi warna pada hari-harinya dulu yang kelabu.