
Ini adalah hari terakhir Zein mengambil cuti, setelah menikah. Rencananya, hari ini Zein ingin menghabiskan waktu bersama Luna dan Pamela seharian.
Setelah basa basi sebentar dan berpamitan pada orang tua Luna, mereka bertiga akhirnya berangkat. Ini adalah moment 'bertiga' mereka yang pertama setelah resmi menjadi keluarga yang utuh. Terasa berbeda dari sebelumnya, Zein merasa lebih santai dan sangat nyaman. Apalagi sikap Luna yang dingin sudah menjadi hangat, meski terkadang mereka masih saling malu-malu.
"Mau pergi kemana kita enaknya?"
Agenda hari ini cukup mendadak, dan baik Luma maupun Zein belum membicarakan dengan matang kemana mereka akan pergi.
"Masih pagi ini, aku capek banget habis liburan kemarin, gimana kalau spa dulu ke salon habis itu kepantai? Pamela, kita udah lama juga kan nggak spa bareng?"
"Boleh juga Mom, apa apa Daddy nggak papa nungguin kita?"
"Its ok, my girls! Aku bisa tinggal ngopi nanti..."
Maka melajulah mibil mereka ke sebuah salon langganan Luna dan Pamela. Untunglah tepat disampingnya ada sebuah caffe kecil yang cukup sepi di pagi hari. Sambil menunggu, Zein memutuskan menghabiskan waktunya disana.
Setelah selesai mereka lanjut pergi ke ancol. Meski tak seindah pantai-pantai di Bali, tapi cukup untuk menghabiskan waktu bertiga dengan tenang. Karena bukan wekend, suasana pantai tidak terlalu padat. Mereka bertiga hanya duduk-duduk dipasir, menikmati pemandangan sambil mengobrol.
"Nggak papa Daddy, kan nggak terlalu jauh dari rumah lama, jadi nanti aku masih bisa kesana kalau kangen, lagian aku juga penasaran, gimana rasanya tinggal bertiga sama Mommy Daddy..."
Sebelum menikah kemarin, Zein sempat merasa kesulitan untuk mencari tanah yang cocok untuk membangun rumah impian mereka. Tapi di detik-detik terakhir, tepat seminggu sebelum hari H pernikahan, saat lewat di dekat rumah Luna, Zein melihat ada lahan kosong cukup Luas dengan tulisan "Dijual". Padahal sebelumnya pekarangan itu dipagari tinggi dan tertutup. Zein langsung menghubungi nomer telepon yang tertera disana. Zein langsung menawar tanah itu, lalu meminta tolong pada Hartono untuk mengurus proses jual belinya. Mereka harus sedikit bersabar untuk tinggal di rumah impian. Rencananya, pulang dari Ancol nanti mereka akan mampir ke kantor arsitek untuk mendiskusikan masalah design rumah. Jadi sementara waktu, Zein akan pindah dan tinggal di rumah Luna untuk sementara waktu. Mungkin hari minggu nanti, kalau tidak ada halangan Zein akan memindahkan barang-barangnya ke rumah Luna. Dan ternyata hal itu justru membawa kebahagian bagi banyak orang. Pamela senang karena masih bisa tinggal bersama Nenek dan Kakeknya sebentar lagi. Kakek dan Nenek juga senang punya kesempatan menyaksikan kebahagian keluarga kecil Luna yang telah lama mereka impikan. Dan Zein juga merasa beruntung bisa punya kesempatan untuk tinggal dan mengenal lebih baik keluarga Luna.
Liburan singkat ala kadarnya itu cukup untuk membuat mereka bertiga semakin akrab dan bahagia. Benar-benar seperti keluarga yang utuh, itu yang paling penting bagi Pamela. Setelah puas memandangi pantai, mereka memutuskan mencari tempat untuk makan siang. Mereka singgah do sebuah restoran sunda yang searah dengan kantor arsitek yang akan mereka tuju. Suasana yang sejuk dan asri, juga masakah rumah yang lezat membuat mereka betah berlama-lama. Satu jam lebih mereka menghabiskan waktu untuk makan sianh sambil bersantai dan bercengkrama, duduk di meja lesehan.
Setelah selesai makan, Zein kembali melajukan mobilnya ke sebuah kantor arsitek terbaik. Disana, Luna, Zein, dan Pamela sempat berdebat tentang keinginan design rumah masing-masing. Tapi henatnya, sang arsitek bisa menengahi perdebatan itu dan memberi solusi terbaik dengan menawarkan sebuah design yang sesuai dengan keinginan mereka bertiga. Sebuah rumah dua lantai dengan taman dan air mancur di bagian tengah, design unik, modern dan fungsional, tapi tetap sejuk dan asri, juga halaman yang luas terletak di bagian belakang rumah.
Setelah melalui perdebatan yang cukup sengit, akhirnya mereka bertiga setuju dengan rencana design estetik yang di dijabarkan sang arsitek.
"Saya akan membuatkan gambaran design yang lebih detail, lengkap dengan 3D, mungkin butuh waktu sekitar satu minggu, karena saya juga harus meninjau lokasi secara langsung..."
"Baiklah, kamu tunggu kabar baiknya, terimakasih banyak..."
Akhirnya mereka bertiga bisa pulang dengan perasaan lega. Zein dan Luna mengantarkan Pamela, lalu kembali ke apartement Zein. Disana Zein harus bersiap mengemasi barang-barangnya.