Oh, My Sugar Daddy!

Oh, My Sugar Daddy!
Bab 115



Zein menatap tajam laki-laki muda di depannya, seperti pernah bertemu atau sekilas mengenalnya, tapi siapa?


Hari itu Zein turun langsung untuk menandatangani sebuah kontrak kerjasama dengan sebuah perusahaan animasi dalam negeri. Perusahaan itu terbilang masih kecil dan sedang berkembang, tapi Zein bisa melihat prospek yang bagus ke depannya. Mengingat perusahaan itu adalah kreator sekaligus pemegang hak paten sebuah animasi buatan dalam negeri yang paling populer. Zein ingin menjadikan tokoh animasi itu, Bang Somad dan Juki sebagai icon perusahaannya. Zein merasa menemukan chemistry dengan karakter tokoh tersebut yang dinilai akan cocok mewakili citra perusahannya. Icon lokal yang berkarakter sekaligus populer. Dan Zein juga berencana membuat berbagai macam iklan dengan tokoh animasi Bang Somad dan Juki tersebut.


Tak butuh waktu lama untuk membuat kesepakatan. Kerjasama itu disinyalir akan menguntungkan kedua belah pihak.


Tapi rasa penasaran membuat Zein menahan laki-laki muda itu.


"Maaf, apa kita pernah bertemu sebelumnya? Sepertinya aku pernah melihatmu sebelum ini?"


Laki-laki itu tersenyum hangat.


"Saya, teman Pamela yang waktu itu menyebabkan Pamela kecelakaan...Maaf.."


"Oh, jadi kau pria br*ngsek yang mencelakai putriku?"


Zein tidak bisa menahan rasa terkejutnya. Rayhan sedikit banyak mendengar kabar tentang keluarga Pamela. Rayhan juga sempat terkejut saat mendengar bahwa Zein, pria yang sempat dibencinya, ternyata ayah kandung Pamela. Dan kini mereka harus berhadapan dengan urusan yang berbeda.


"Maaf Pak, saya tidak bermaksud begitu..."


"Berani sekali kau membuat putiku begitu, lalu meninggalkannya begitu saja! Sekarang kau malah bersenang-senang sementara Pamela sampai sekarang masih jomblo!"


Rayhan hampir saja tertawa mendengar ucapan Zein. Tapi hatinya juga berdesir, benarkah Pamela masih sendiri.


"Sudah sana, pergi yang jauh! Aku tak ingin melihatmu lagi.."


Rayhan sebenarnya sangat penasaran dan ingin bertanya banyak hal tentang Pamela, tapi dirinya malah diusir. Sudahlah, semoga saja lain waktu akan ada kesempatan untuk mencari tahu tentang Pamela.


"Baik Pak.."


Sementara itu, di dalam ruangan Zein memijat-mijat kepalanya yang terasa pening. Lalu seseorang mengetuk pintu dan masuk ke ruangannya.


"Selamat siang Pak!"


"Selamat siang, masuk...masuk..."


Seperti biasa, Hartono datang denganembawa setumpuk laporan juga berkas yang harus ia tandatangani dengan cermat.


"Saya ada tugas spesial buat kamu!"


Kata Zein usai memeriksa dokumen-dokumen itu sekilas.


"Tugas spesial apa Bos?"


Zein lalu menyodorkan selembar kertas.


"Cari data-data pribadi selengkap-lengkapnya tentang anak muda ini! Termasuk trade recordnya dalam hubungan asmara!"


Hartono mengernyit sambil mengamati kertas ditangannya.


"Ini...bukannya pemilik perusahaan animasi yang baru saja bekerjasama dengan kita Bos?"


"Ya, lakukan saja perintahku dan jangan banyak tanya..."


"Baik Bos!"


Hartono keluar ruangan sambil geleng-geleng kepala mendengar perintah Bos-nya. Ternyata selain jadi sekretaris tugasnya kini juga merangkap detektif. Mungkin nanti dia harus minta imbalan untuk tugas tambahan ini. Tapi baginya, tak ada tugas yang tak penting. Meskipun tugas kali ini terkesan sepele dan menyimpang dari urusan pekerjaan, tapi Hartono tetap melaksanakan perintah bosnya dengan sepenuh hati. Dan terbelalaknya mata Hartono saat tahu bahwa Rayhan pernah menjalin asmara dengan Pamela, putri bosnya. Pantas saja Zein terlihat uring-uringan. Seorang Ayah pasti sangat sensitif jika sudah berurusan dengan percintaan putrinya