
Luna sangat mengagumi rumah barunya dan merasa sangat nyaman tinggal disana.
Disana Luna dibantu oleh dua orang ART yang bertugas untuk memasak dan membersihkan rumah.
Dan sejauh mereka berumah tangga Luna merasakan sikap Zein yang sangat manis dan penuh perhatian pada dirinya dan Pamela. Bahkan setiap Luna ada acara di malam hari atau harus pulang larut, Zein selalu berusaha meluangkan waktunya untuk menemani atau paling tidak menjemputnya. Bagi Luna perhatian kecil semacam itu amatlah berarti sebab sebelumnya Luna selalu melakukan apapun sendirian. Ternyata punya teman untuk berbagi kehidupan sangatlah menyenangkan. Tapi entah mengapa Luna selalu merasa ada yang salah dalam rumah tangganya.
Suatu hari, Luna pulang cukup larut selepas menjadi juri di salah satu konser dangdut. Seperti biasa, sepulang kerja Zein menyusulnya dan menemaninya untuk kemudian mereka pulang bersama. Tapi kemudian saat sampai dirumah, mereka tidak menemukan Pamela dimana-mana. Saat di tanyakan pada para pekerja dirumah, Pamela memang belum pulanh kerumah. Biasanya Pamela pulang sire sekali bahkan lebih sering, saat hari sudah gelap Pamela baru tiba dirumah. Begitu yang dikatakan para asisten rumah tangga. Tapi sekarang malam sudah menunjukkan pukul satu dini hari, dan Pamela tidak ada dirumah. Luna menghubungi Vanessa dan Siska, yang diketahuinya sebagai teman Pamela yang paling dekat, tapi dua anak itu bahkan tidak tahu sama sekali tentang keberadaan Pamela. Seketika suasana menjadi panik. Sampai kemudian Zein terpikir untuk bertanya pada orang tua Luna.
"Tapi bagaimana kalau mereka jadi khawatir?"
"Kita langsung datang kesana saja, jadi bisa bertanya saja pada para penjaga..."
"Baiklah..."
Akhirnya Luna dan Zein bersama-sama pergi kesana. Dan benar saja, kata satpam yang berjaga disana Pamela memang datang kesana hampir setiap hari. Dan sepertinya hari ini Pamela memang belum keluar. Luna dan Zein akhirnya masuk ke dalam rumah untuk memastikan. Dan benar saja, Pamela sedang tertidur lelap di kamar lamanya. Luna dan Zein akhirnya bisa bernafas lega. Tapi saat Luna baru saja akan membangunkan Pamela, Zein justru mencegahnya.
"Jangan dibangunkan, biarkan saj dia tidur disini, besok kita kesini lagi..."
"Baiklah..."
Akhirnya mereka beruda pulang. Tapi enta mengapa sepanjang malam itu Luna tidak bisa terlelap memikirkan Pamela.
Keesokan harinya mereka datang lembali menjemput Pamela dirumah Neneknya.
"Pamela memang kesini setiap hari, apa kalian tidak tahu?"
" Aku juga tidak tahu kalau kemarin Pamela malah tertidur disini dan tidak pulang kerumah, jadi maaf kalau aku tidak mengabari kalian.."
"Tidak apa Nek, kami yang salah karena kurang memperhatikan Pamela...sekarang kami pamit dulu Nek, Pamela harus pergi kuliah dan saya juga harus berangkat kerja..."
"Baiklah, yang terpenting semua selamat dan baik-baik saja, berangkatlah, hati-hati dijalan..."
Pamela akhirnya pulang bersama kedua orang tuanya. Disana Pamela hanya mengambil perlengkapan kuliahnya, lalu berangkat ke kampus bersama Daddy Zein.
"Pamela, kenapa kamu pulang kerumah setiap hari?"
"Dirumah selalu tidak ada orang saat aku pulang dan aku bosan dan kadang tidak tahu apa yang harus kulakukan sendirian..."
"Lain kali bilang dulu ya kalau mau pergi atau apapun itu..."
"Ya Daddy, maaf telah membuatmu dan Momny khawatir..."
"Sama-sama, Daddy juga minta maaf karena terlalu sibuk dan jarang ada untukmu..."
Pamela turun setelah sampai di kampusnya, tapi sebelum itu Pamela menyempatkan untuk memeluk dan mencium Daddy.
"Hati-hati sayang, nanti aku akan menjemputmu..."
"Ya, Daddy hati-hati juga..."